Warisan Sejarah Lumajang Berpotensi Jadi Wisata Budaya dan Ekonomi


kegiatan edukatif yang menarik bagi para pelajar. Kali ini sebanyak 72 siswa kelas 9 SMP Negeri 1 Gucialit, diajak untuk menjelajahi Candi Agung yang terletak di Desa Randuagung, Kamis (17/10/2024) lalu.

LUMAJANG, SABTANEWS.COM – Candi di Lumajang bukan sekadar peninggalan arkeologi, melainkan bukti peradaban Nusantara yang kaya sejarah. Keberadaannya menjadi warisan budaya tak ternilai yang harus dijaga sebagai penopang identitas bangsa sekaligus sarana pendidikan generasi muda.

Saat ini, baru dua candi di Lumajang yang mendapat alokasi anggaran perawatan rutin dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XI, yakni Candi Agung di Kecamatan Randuagung dan Candi Gedong Putri di Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro.

Tenaga Teknis Arkeologi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Lumajang, Aries Purwanty, menyampaikan bahwa anggaran tersebut tidak hanya untuk pembersihan, tetapi juga untuk memastikan kondisi fisik candi tetap kokoh.

“Untuk anggarannya tetap berjalan sampai sekarang, baru dua candi itu yang dapat biaya perawatan dari BPKW XI,” ujarnya, Kamis (18/9/2025).

Dengan adanya perawatan berkelanjutan, kedua candi tersebut kini terlihat lebih rapi, bersih, dan terjaga. Namun, Aries mengingatkan bahwa perhatian tidak boleh hanya terfokus pada dua candi itu. Masih ada Situs Biting, yang mendapatkan alokasi anggaran tersendiri dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena statusnya sebagai salah satu cagar budaya strategis.

“Untuk cagar budaya lainnya seperti Situs Biting itu ada anggaran tersendiri dari provinsi, karena termasuk salah satu dalam cagar budaya yang dikelola langsung oleh pihak tersebut,” jelasnya.

Aries menambahkan, pelestarian cagar budaya tidak sekadar menjaga fisik bangunan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat. Dukungan publik sangat penting, mulai dari menjaga kebersihan hingga tidak merusak situs bersejarah.

Lebih jauh, ia menilai peninggalan sejarah seperti candi juga berpotensi menjadi destinasi wisata sejarah bernilai ekonomi jika dikelola dengan baik. Dengan begitu, warisan leluhur tidak hanya terjaga, tetapi juga memberi manfaat bagi pembangunan daerah.

“Pelestarian ini bukan hanya untuk masa lalu, tapi juga investasi masa depan. Candi bisa menjadi ruang belajar, pusat wisata budaya, sekaligus penguat identitas bangsa,” pungkasnya.

(MC Kab. Lumajang/An-m)

Komentar

POPULER

Polsek Bukit Raya Gelar Patroli Asmara Subuh, 21 Kendaraan Berknalpot Brong Diamankan

Presiden Prabowo Resmikan Unhan, Wamen Viva Yoga: Mencetak Patriot Bangsa yang Cerdas, Unggul, dan Cinta Tanah Air

Sutan Nasomal Presiden Ormas KOMPII Dan Partai POM Ajak Semua Kalangan Bergabung.

Kajati Riau Hadiri Buka Puasa Bersama Lembaga Adat Melayu Riau

Polsek Rokan IV Koto Tangkap Pengedar Sabu di Pondok Kebun Sawit

ASN RS Dinas Lingkungan Hidup Minta Uang BN Dengan janji dapat memasukkan jadi Honorer di Kabupaten Dairi

APBD Runtuh, Pendidikan Dikorbankan: Alarm Keras Kegagalan Kepemimpinan

Polsek Siak Hulu Tangkap Pelaku Narkoba Jenis Pil Extasi Merk Youtobe

Audiensi IKBR dengan Kejati Riau: Sinergi dalam Penegakan Hukum dan Penyuluhan Hukum

Ketua DPD KNPI Riau: Kapolda Irjen Herry Heryawan Dapat Sertifikat Penghargaan Dari Ketua KNPI Riau: Usut Tuntas Kematian Seekor Gajah