Pemprov Riau Manfaatkan Data BPS untuk Strategi Hilirisasi, Diversifikasi dan Ekspor Produk
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi (kiri) mewakili Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, saat rilis bersama BPS Riau, Senin, 5 Januari 2026.
PEKANBARU, SABTANEWS.COM – Pemerintah Provinsi Riau menegaskan bahwa hilirisasi produk dan penguatan ekspor-impor menjadi fokus utama strategi pembangunan ekonomi daerah.
Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mewakili Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, saat rilis bersama BPS Riau, Senin, 5 Januari 2026.
“Data BPS mengenai ekspor dan impor memberi gambaran yang objektif tentang daya saing produk Riau. Dari sini, kebijakan diarahkan untuk mendorong hilirisasi, diversifikasi produk, dan perluasan pasar, sehingga produk lokal tidak hanya dijual mentah, tetapi memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” ujar Syahrial Abdi.
Sekdaprov menekankan bahwa strategi hilirisasi ini selalu terkait dengan kesejahteraan petani, yang tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP).
“Petani adalah penyedia bahan baku utama bagi produk hilir. Kesejahteraan mereka menentukan stabilitas pasokan dan kualitas bahan baku. Dengan NTP yang baik, industri hilir berjalan lancar dan produk olahan Riau mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” jelas Syahrial.
Selain itu, Riau mendorong penguatan kualitas, standar produksi, dan promosi produk berbasis budaya dan alam, sehingga dapat menarik investor, membuka peluang pasar baru, dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
“Indikator lain, seperti inflasi dan pariwisata, tetap menjadi perhatian pemerintah sebagai konteks ekonomi yang mendukung perdagangan. Sejalan dengan itu, kami juga memastikan agar produk Riau bernilai tambah dan dapat menembus pasar ekspor dengan basis produksi yang berkelanjutan,” tambah Sekdaprov.
Ia menambahkan bahwa data-data statistik yang dirilis bulanan oleh BPS Riau ini menjadi fondasi utama dalam menetapkan arah kebijakan dan target pembangunan Provinsi Riau tahun 2026, sekaligus mengawal pelaksanaan RPJMD 2025–2029 agar pembangunan ekonomi daerah tetap efisien, realistis, dan berkelanjutan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPS Riau atas dedikasi dan konsistensi dalam menjaga kualitas data.
“Sinergi ini sangat penting agar pemerintah selalu berbasis data, sehingga setiap kebijakan dapat memberikan manfaat nyata bagi rakyat,” tutupnya.
(Mediacenter Riau/bts)

Komentar
Posting Komentar