BNPB: Penurunan Jumlah Pengungsi Jadi Bukti Baiknya Penanganan Darurat Bencana Sumatra
BANDA ACEH, SABTANEWS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah pengungsi akibat bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera terus mengalami penurunan. Hingga Selasa (6/1/2026), total pengungsi tercatat sebanyak 242.174 orang yang tersebar di tiga provinsi terdampak.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa tren penurunan pengungsi sejalan dengan membaiknya proses penanganan darurat serta hasil pencarian dan pertolongan di lapangan.
“Pengungsi ini terus menurun dengan puncak pada 8 Desember 2025 dan kita lihat seiring dengan peningkatan dari jumlah hasil pencarian pertolongan jumlah korban yang hilang juga makin berkurang,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers, Selasa (6/1/2026).
Berdasarkan data BNPB, jumlah pengungsi bencana banjir dan longsor di Sumatera sempat mencapai puncaknya pada 8 Desember 2025 dengan total 1.057.450 orang. Jumlah tersebut kemudian berangsur turun hingga tercatat 242.174 orang per hari ini.
Ia menjelaskan, Provinsi Aceh masih menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni mencapai 217.780 orang. Tiga kabupaten dengan pengungsi tertinggi di Aceh meliputi Kabupaten Aceh Tamiang sebanyak 74.735 orang, Kabupaten Aceh Utara 67.876 orang, dan Kabupaten Gayo Lues 19.906 orang.
Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara masih terdapat 13.540 pengungsi, sedangkan di Provinsi Sumatera Barat tercatat sebanyak 10.854 orang.
Terkait korban jiwa, ia menyampaikan adanya penambahan korban meninggal dunia dari Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
“Per hari ini, Selasa 6 Januari 2026, masih ada penambahan dari Tapanuli Tengah korban meninggal dunia satu jiwa sehingga total korban per hari ini menjadi 1.178 jiwa,” kata dia.
Ia menegaskan bahwa pemerintah menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya para korban akibat rangkaian bencana tersebut.
Selain itu, data BNPB juga mencatat sebanyak 147 orang masih berstatus hilang. Korban hilang paling banyak tercatat di Provinsi Sumatera Barat dengan 74 orang, disusul Sumatera Utara 42 orang, dan Aceh 31 orang.
BNPB bersama kementerian/lembaga terkait serta pemerintah daerah terus mengoptimalkan upaya penanganan darurat, pencarian korban, dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera.

Komentar
Posting Komentar