Humanisme Prajurit: TNI Lumajang Hadirkan Penguatan Mental bagi Anak Korban Bencana Semeru
Dipimpin oleh Sertu Jhony, kegiatan itu menghadirkan suasana hangat, aman, dan penuh keceriaan. Para prajurit hadir bukan dengan atribut militer yang melekat pada tugas pertahanan, tetapi dengan pendekatan humanis yang menenangkan batin anak-anak yang telah lama hidup dalam bayang-bayang trauma.
Pendekatan Humanis Prajurit TNI
Sertu Jhony menjelaskan bahwa banyak anak masih mengalami kecemasan, terutama saat hujan turun atau ketika mendengar suara gemuruh yang mengingatkan pada kejadian banjir lahar dingin beberapa waktu lalu. Trauma itu tampak dari perilaku mereka yang mudah terkejut dan lebih pendiam dari biasanya.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Mereka harus kembali berani, percaya diri, dan merasa aman. Penguatan mental mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat besar bagi proses pemulihan mereka,” ungkapnya.
Sesi awal dimulai dengan komunikasi ringan dan permainan interaktif untuk mencairkan suasana. Upaya ini membantu anak-anak membuka diri, bercerita, dan perlahan melepaskan ketegangan batin yang menumpuk sejak bencana melanda.
Rangkaian Aktivitas: Dari Cerita Bermakna hingga Bermain Peran
Para prajurit TNI kemudian mengajak anak-anak mengikuti kegiatan seperti menggambar perasaan, mendengarkan dongeng motivasi, hingga bermain peran yang bertujuan membangun keberanian dan solidaritas. Setiap aktivitas dirancang agar membantu mereka mengekspresikan ketakutan dan mengubahnya menjadi energi positif untuk bangkit.
Tawa anak-anak kembali terdengar, pertanda bahwa kehadiran TNI bukan hanya memberi rasa aman secara fisik, tetapi juga memberikan ketenangan psikologis yang sangat dibutuhkan dalam masa pemulihan.
TNI Hadir untuk Rakyat: Bukti Pengabdian Tanpa Batas
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa peran TNI dalam masyarakat tidak terbatas pada tugas keamanan semata. Di tengah kondisi darurat bencana, prajurit TNI menjadi bagian penting dari upaya pemulihan sosial dan psikologis warga.
Kodim 0821/Lumajang konsisten hadir mendampingi masyarakat Candipuro sejak awal bencana, mulai dari evakuasi, distribusi logistik, hingga pendampingan mental bagi kelompok rentan seperti anak-anak.
Kehangatan interaksi antara prajurit dan warga menegaskan kembali filosofi pengabdian TNI: dari rakyat, untuk rakyat, dan kembali kepada rakyat.
Di akhir kegiatan, Sertu Jhony berharap pendampingan seperti ini dapat terus berlanjut agar anak-anak benar-benar pulih dan kembali beraktivitas dengan penuh percaya diri.
“Trauma tidak bisa hilang dalam sehari, tetapi dengan pendampingan yang tepat dan berkelanjutan, anak-anak akan lebih kuat menghadapi masa depan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut ditutup dengan pembagian alat tulis dan camilan ringan, meninggalkan senyum ceria di wajah anak-anak Dusun Sumberlangsep — sebuah harapan baru di tengah deru pemulihan pasca bencana Semeru.
(Bambang/Pendim0821)

Komentar
Posting Komentar