Sebelumnya, apel kesiapan digelar di Lapangan Mapolres Kuansing, diikuti oleh 156 personel gabungan dari Polda Riau, TNI, Brimob, Dit Samapta, Dit Polairud, Polres Kuansing, hingga Satpol PP setempat. Hadir pula para pejabat utama Polda Riau dan jajaran Forkopimda Kuansing.
“Aktivitas PETI tidak hanya melanggar hukum, tapi juga merusak lingkungan dan membahayakan keselamatan masyarakat. Kami tidak akan beri toleransi sedikit pun,” tegas Brigjen Jossy sebelum memimpin langsung tim gabungan ke titik operasi.
Operasi hari pertama Tim gabungan menyasar tiga titik panas aktivitas tambang ilegal, masing-masing:
1. Desa Pintu Gobang Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, Tim pimpinan Wakapolda menemukan beberapa rakit PETI lengkap dengan mesin sedot dan peralatan tambang lainnya.
2. Desa Pulau Komang, Kecamatan Sentajo Raya, Tim kedua di bawah kendali Kasat Samapta AKP Repriadi bersama Kapolsek Kuantan Hilir menyita beberapa rakit PETI lainnya.
3. Dusun Kayu Batu, Desa Muaro Sentajo, Tim ketiga berhasil mengamankan empat rakit beserta mesin penyedot merk Tianly.
Seluruh rakit langsung dimusnahkan dengan cara dibakar di lokasi untuk mencegah aktivitas serupa terulang. Sementara sejumlah barang bukti seperti spiral, karpet sintetis, dan alat dulang disita untuk proses hukum lebih lanjut.
Meski belum ada pelaku yang berhasil diamankan dalam operasi hari pertama, aparat telah memasang plang peringatan keras di seluruh titik lokasi bekas tambang. Langkah ini dimaksudkan sebagai bentuk ultimatum tegas kepada para pelaku agar menghentikan aktivitas ilegal.
Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat, S.I.K., M.H., memastikan operasi PETI tidak berhenti sampai di sini.
“Kami akan terus menyisir seluruh wilayah rawan tambang ilegal. Ini bukan hanya soal penegakan hukum, tapi juga soal menyelamatkan lingkungan dan masa depan generasi mendatang,” ujarnya.
Operasi ditutup dengan apel konsolidasi yang dipimpin Kabag Ops Polres Kuansing. Ia menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh unsur yang terlibat, serta memastikan bahwa semua kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Penambangan emas tanpa izin telah menjadi ancaman nyata bagi kelestarian lingkungan di berbagai daerah. Operasi seperti ini perlu mendapat dukungan semua pihak, termasuk masyarakat, agar wilayah-wilayah rawan tambang bisa kembali pulih dan aman.
Komentar
Posting Komentar