PEKANBARU, SABTANEWS.COM — Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Tahun Akademik 2026/2027 dipastikan mengalami sejumlah penyesuaian. Salah satu perubahan yang menjadi sorotan adalah penggunaan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) dalam Seleksi Jalur Prestasi SPMB 2026. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah progresif untuk memperkuat prinsip objektivitas dan meritokrasi dalam proses seleksi masuk perguruan tinggi. Sekretaris Umum DPP Solidaristas Pers Indonesia (SPI), Sabam Tanjung, menyambut baik perubahan sistem tersebut. Menurutnya, pemanfaatan nilai TKA dalam jalur prestasi dapat meminimalisir penilaian yang bersifat subjektif serta memperluas kesempatan bagi peserta didik berprestasi dari berbagai latar belakang daerah dan sekolah. “Perubahan ini patut diapresiasi karena menempatkan prestasi akademik pada ukuran yang lebih terstandar. Nilai TKA bisa menjadi instrumen penilaian yang lebih adil dan transparan dalam menjaring calon mahasiswa,” ujar Sabam Tanjung. Ia menilai...
PEKANBARU, SABTANEWS.COM -- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMA Negeri 8 Pekanbaru. Tsaqif Wadi Ramadhan, siswa kelas XII-5, berhasil meraih peringkat lima besar pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang karate tingkat SMA se-Indonesia yang digelar di Jakarta pada 1 November 2025.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMAN 8 Pekanbaru, Sulismayati, S.Si., M.Si, menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut saat ditemui beberapa awak media di sekolah, Jumat (21/11/2025) sore.
Meski dengan segala keterbatasan, menurutnya semangat Tsaqif dan dukungan keluarga adalah kunci utama prestasi ini.
“Kontribusi sekolah sebenarnya tidak banyak karena SDM pembinaan karate di sekolah terbatas. Prestasi Tsaqif ini lebih banyak lahir dari dukungan orang tua, terutama ayahnya. Dari babak penyisihan hingga masuk lima besar nasional, itu perjuangan besar,” ujar Sulis.
Ia menjelaskan bahwa dalam lima tahun terakhir SMAN 8 Pekanbaru mulai menyeimbangkan prestasi akademik dan non-akademik. Tahun sebelumnya, salah satu siswa juga mencatat prestasi internasional di cabang menembak. Ia menegaskan bahwa jalur non-akademik sangat membantu siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Setiap siswa kami motivasi agar selama tiga tahun belajar di sini, mereka harus punya satu prestasi, sekecil apa pun. Karena bakat anak itu beragam, dan semua anak pada dasarnya terlahir sebagai pemenang,” tambahnya.
Sulis menyebut dukungan pendanaan sekolah juga diperkuat melalui BOS Reguler dan BOSDA. Sekitar 50 persen dana kegiatan digunakan untuk mendukung olimpiade sains, olahraga, dan seni.
*Suara Tsaqif: Didukung Orang Tua, Disiplin Jadi Kunci*
Tsaqif Wadi Ramadhan, putra dari pasangan Ipda Hendra Wadi dan seorang ibu rumah tangga, merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Dalam wawancaranya, Tsaqif mengungkapkan bahwa motivasi terbesarnya berasal dari sang ayah yang juga pernah menjadi karateka hingga sabuk biru.
“Melihat Ayah dulu latihan karate, itu yang memacu saya. Ditambah dukungan senpai dan kesempatan tampil di ajang nasional, itu membuat saya ingin terus berkembang,” ujar Tsaqif.
Ia menceritakan bahwa babak nasional diikuti 38 provinsi untuk kategori putra dan putri SMA/SMK. Tsaqif sempat bersaing memperebutkan posisi juara tiga sebelum akhirnya berada di urutan lima terbaik nasional.
Sebagai siswa kelas XII, Tsaqif mengakui bahwa tantangan terbesarnya adalah membagi waktu antara latihan dan belajar. Namun baginya, kunci utama adalah disiplin dan konsistensi.
“Akademik tetap nomor satu, jadi saya harus disiplin. Ada waktu belajar, ada waktu latihan. Dukungan sekolah sangat besar, termasuk sambutan hangat saat saya pulang,” jelasnya.
Tsaqif juga menitipkan pesan kepada adik-adik kelasnya di SMAN 8 Pekanbaru.
“Tanamkan motivasi sejak awal. Punya perencanaan, tetap semangat, dan terus berusaha. Di tim karate kemarin, saya merasakan kebersamaan yang luar biasa. Support antarteman itu sangat berarti,” tutupnya.

Komentar
Posting Komentar