Pantau Aktifitas Pasar, Gubernur Riau Sidak Pasar Induk AKAP, Pantau Harga Pangan
Dalam tinjauannya, Gubernur berinteraksi dengan para pedagang untuk mengetahui perkembangan harga serta kendala yang dihadapi. “Alhamdulillah, harga-harga tergolong stabil walaupun ada yang naik dan turun. Cabai dan kol naik, tetapi kentang dan bawang mulai turun,” ujarnya.
Kepala Pasar Induk AKAP Pekanbaru, Heri, merinci pergerakan harga. Cabai merah naik dari Rp50.000 menjadi Rp65.000 per kg, sementara cabai hijau naik dari Rp30.000 menjadi Rp35.000 per kilogram (kg). Sebaliknya, harga bawang merah dan bawang putih turun dari Rp48.000 menjadi Rp32.000 per kg, dan harga kentang turun dari Rp12.000 menjadi Rp10.000 per kg berkat pasokan yang lancar.
Menurut Heri, perbedaan harga antara pasar induk dan pasar tradisional wajar terjadi karena faktor distribusi. “Pasar induk adalah distributor untuk pedagang pengecer. Dari situ ada tambahan biaya transportasi ke pasar tradisional, sehingga harga sedikit berbeda,” jelasnya.
Gubernur Abdul Wahid juga menyoroti kondisi tata kelola dan fasilitas Pasar Induk AKAP yang dinilai belum ideal. Ia menegaskan pentingnya penataan ulang dan membuka opsi relokasi.
“Rencananya pasar ini akan ditata kembali sebab ada keluhan masyarakat terkait fasilitasnya,” katanya. Pemerintah Kota Pekanbaru telah menyiapkan lahan baru di Jalan Soekarno Hatta, tepatnya di Jalan Teropong, untuk rencana relokasi tersebut.
Andre, salah satu pedagang cabai, menyambut baik kunjungan Gubernur, namun ia berharap relokasi diperhitungkan secara matang. “Paling penting itu parkir, karena mobil angkutan keluar masuk setiap hari. Jangan sampai nanti malah bikin tidak nyaman,” ujarnya.
Gubernur menegaskan fluktuasi harga bahan pokok merupakan hal yang wajar. Namun, Pemprov Riau terus berupaya menjaga stabilitas harga melalui berbagai langkah, termasuk pasar murah.
“Secara umum harga masih terkendali. Solusinya, kita menggelar pasar murah untuk masyarakat. Yang terpenting adalah kelancaran distribusi agar pasokan tetap terjaga,” jelasnya.
Menurutnya, distribusi yang lancar dari pasar induk ke pasar tradisional akan memastikan harga pangan tetap terjangkau bagi masyarakat.
(Mediacenter Riau/bib)

Komentar
Posting Komentar