Cegah Dampak Unjuk Rasa, Pemprov Riau Terapkan Belajar dari Rumah untuk Siswa
Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sekolah terkait. Diputuskan siswa SMA 8 dan SMK 2 Pekanbaru tidak masuk sekolah, tetapi tetap mengikuti pembelajaran daring.
“Rencana kita yang diliburkan hanya sekolah SMA 8 dan SMK 2. Kedua sekolah ini berdekatan dengan Kantor Mapolda Riau tempat aksi demo massa. Kita tidak ingin siswa kita terlibat atau terkena dampak dari aksi demo. Jadi kita alihkan siswa belajar melalui daring,” ujar Erisman Yahya.
Erisman menegaskan, meski tidak hadir di sekolah, seluruh siswa tetap wajib mengikuti proses belajar mengajar melalui platform daring seperti Zoom. Kehadiran tetap dicatat melalui absensi sekolah masing-masing.
“Semua siswa wajib hadir proses belajar mengajar melalui daring, sama dengan masuk sekolah. Kita tidak ingin proses belajar terhenti karena aksi demo,” tambahnya.
Selain itu, Erisman juga mengimbau orang tua agar mengawasi anak-anak mereka yang belajar di rumah. Ia menekankan agar siswa tidak berada di luar rumah atau bahkan ikut aksi demo.
“Mohon orang tua siswa mengawasi anak-anaknya untuk memastikan belajar di rumah secara daring. Jangan sampai ikut aksi demo, kita ingin anak kita tetap belajar dan tidak terputus,” jelasnya.
Selain SMA 8 dan SMK 2 Pekanbaru, sekolah yang berdekatan dengan Mapolda Riau, yaitu MTs Negeri 1 Andalan Pekanbaru, juga mengambil kebijakan meliburkan siswanya dan menerapkan pembelajaran daring.
(Mediacenter Riau/ji)

Komentar
Posting Komentar