Langsung ke konten utama

Dua Pria Berhasil Ditangkap,Kapolsek Rokan IV koto IPTU Dodi Ripo Saputra: Ini Komitmen Kami Berantas Narkoba

SABTANEWS COM - ROHUL - Dua orang pria berhasil diamankan oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Rokan IV Koto dalam pengungkapan tindak pidana narkotika jenis sabu di Desa Pendalian, Kecamatan Pendalian IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu. Penangkapan tersebut menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Rokan Hulu. Unit Reskrim Polsek Rokan IV Koto menindaklanjuti informasi masyarakat terkait adanya aktivitas penyalahgunaan narkotika di wilayah tersebut. Penangkapan itu dilakukan pada Selasa (13/1/2026) sekira pukul 00.30 WIB di sebuah pondok kebun durian. Kapolres Rokan Hulu Emil Eka Putra, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Rokan IV koto IPTU Dodi Ripo Saputra, S.H., M.H. menyampaikan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan, petugas mengamankan dua terduga pelaku masing-masing berinisial S (29) dan N (30), yang keduanya merupakan warga Desa Pendalian. “Pada saat dilakukan penindakan dan penggeledahan, petugas menemukan narkotika jenis sa...

Satu Panggung, Dua Generasi: Bunda Literasi Riau dan Abdul Hadi Berbagi Inspirasi Dari Dunia Kata

PEKANBARU, SABTANEWS.COM  - Ulang tahun ke-44 SMAS Handayani Pekanbaru menjadi panggung istimewa bagi perayaan prestasi dan semangat literasi. Di tengah gemerlap acara, dua sosok lintas generasi bertemu. Bunda Literasi Provinsi Riau, Henny Sasmita Wahid, dan Abdul Hadi, siswa kelas 12 yang kini menyandang gelar Duta Baca. Pertemuan mereka tak sekadar seremoni, melainkan simbol penguatan gerakan literasi yang hidup di tengah anak muda.

Henny datang membawa semangat besar dalam menghidupkan literasi dari bangku sekolah. Ia tak sekadar hadir sebagai tamu kehormatan, tetapi juga sebagai penggerak, yang melihat langsung bagaimana dunia baca dan tulis telah berkembang di lingkungan pendidikan. 

“Literasi itu penting. Saya yakin jika program literasi ini bapak/ibu jadikan program unggulan, kemudian melahirkan karya-karya yang baik, serta tersampaikan kepada masyarakat luas. Maka bukan tak mungkin kita bisa mencetak kader-kader bangsa yang hebat. Dengan ini nantinya, minat siswa terhadap literasi pun akan datang dengan sendirinya,” terang Henny. Kamis, (28/8/2025). 

Saat menyerahkan penghargaan kepada dua siswa yang terlibat dalam penulisan buku “Jejak di Setiap Langkah”, matanya tampak menyimpan haru dan kebanggaan. Bagi Bunda Literasi, SMAS Handayani telah menunjukkan bahwa pendidikan bisa menjadi ruang subur bagi bakat untuk tumbuh dan berkembang, tak hanya berhenti pada capaian akademik semata.

“Tadi saya lihat bagaimana anak-anak menampilkan karya dan bakatnya, seperti menjadi master of ceremony (MC) dengan dua bahasa. Saya pikir ini adalah kesuksesan SMAS Handayani, dalam memberikan pendidikan yang tak hanya terpaku pada kurikulum, tapi juga pengembangan bakat anak-anak,” katanya. 

Bagi Henny, melihat karya seperti itu adalah bukti bahwa semangat literasi telah merasuk ke ruang-ruang belajar. Ia mengapresiasi keberanian para siswa untuk menerbitkan buku, sesuatu yang tidak banyak dilakukan di usia mereka. Dalam dirinya, tumbuh keyakinan bahwa bibit-bibit penulis masa depan telah tumbuh di sekolah-sekolah seperti Handayani, yang tidak hanya mengajar, tetapi juga memupuk.

“Karya anak-anak kita berupa buku kumpulan puisi, dan pantun ini saya harap dapat terus dilanjutkan. Apalagi zaman sekarang sedang tren cerita-cerita, yang diadaptasi menjadi film,” ujarnya. 

Di antara siswa yang menerima penghargaan, nama Abdul Hadi mencuri perhatian. Penampilannya sederhana, namun cara ia membawa diri menunjukkan kedewasaan dan keyakinan yang tumbuh dari pengalaman berkarya. Saat diwawancarai oleh Tim Media Center, Hadi bercerita bahwa buku yang diluncurkan merupakan kolaborasi cerpen dari seluruh siswa kelas 12, dan Hadi menjadi salah satu motor penggeraknya. Melalui proses itu, ia belajar bukan hanya tentang menulis, tapi juga tentang menyatukan banyak pikiran dalam satu wadah yang bermakna.

“Sebelum bikin buku ini, kita tentukan dulu tema-tema cerpennya. Setelah itu, baru lanjut bikin judul, lalu kita cari referensi dan tulis. Untuk cerpennya itu singkat, dan memuat tulisan kami satu angkatan kelas 12,” terang Hadi. 

Di sisi lain, bagi Hadi, penghargaan itu bukan sekadar kebanggaan pribadi. Ia merasa bahwa kehadiran Bunda Literasi di panggung sekolahnya memberi legitimasi pada apa yang selama ini ia dan teman-temannya perjuangkan. Baginya, pengakuan itu menyemangati dan membuka cakrawala baru tentang bagaimana literasi bisa menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih luas.

“Saya merasa senang menerima penghargaan dari Bunda Literasi. Apalagi dari sekian banyak teman-teman, saya terpilih untuk berkesempatan mewakili sekolah,” ungkap Hadi. 

Hadi adalah potret remaja yang haus ilmu. Di luar kemampuannya menulis, ia juga dikenal fasih berbahasa Indonesia, Inggris, Arab, dan Jerman. Ketekunan itu ia pupuk dengan konsistensi dan dukungan lingkungan. Cita-citanya terbang tinggi, yaitu melanjutkan studi di Arab Saudi, untuk mengambil jurusan Teknik Informatika, sembari tetap menulis dan berbagi cerita dari mana pun ia berada.

“Setelah lulus saya rencananya melanjutkan kuliah di Arab Saudi sekaligus ikut orang tua disana. Tapi kalau ada rezekinya disini, saya akan melanjutkan di Indonesia dulu,” ujarnya. 

Hadi berharap karya-karya ini tidak berhenti di rak perpustakaan sekolah. Ia membayangkan lebih banyak ruang untuk menampilkan tulisan anak-anak muda, lebih banyak panggung untuk menyalakan semangat menulis, dan lebih banyak telinga yang mau mendengarkan suara generasi baru. 

Sebagai Duta Baca, Hadi kini menjadi wajah baru dari gerakan literasi remaja di Riau. Ia tidak ingin gelar itu hanya menjadi simbol, melainkan titik tolak untuk mengajak teman-temannya agar lebih berani membaca, menulis, dan menyampaikan gagasan. Dalam pandangannya, setiap anak muda punya cerita yang layak dibagikan, hanya perlu diberi ruang dan kepercayaan.

“Untuk e-book memang saat ini belum ada. Tapi semoga dengan buku yang kami terbitkan ini, dapat memberi manfaat dan motivasi untuk generasi selanjutnya, agar lebih semangat mengejar impiannya,” tutup Hadi.

(Mediacenter Riau/wjh)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kasus Gantung Diri di RSJ Tampan Diduga Petugas Jaga Lalai Mengontrol CCTV

PEKANBARU, SABTANEWS.COM  - Terkait meninggalnya pasien RSJ Tampan yang diduga gantung diri, pihak keluarga korban AN menduga adanya kelalain petugas sehingga pasien gantung diri, ungkap Fiil Kunto ( keluarha dekat almarhum Ahmad Nurhadi )  saat dijumpai untuk memberikan keterangan di Polresta Pekanbaru, Rabu (30/4/2025). "Dimana, berdasarkan rekaman cctv yang ditunjukan Kepolisian kepada kami adanya percobaan gantung diri adik kami tersebut sebanyak dua kali percobaan", ucap Fiil. "Berdasarkan jam di rekaman cctv, percobaan gantung diri pertama terjadi pada hari Jumat (25/4) dipukul 05.46 sore, tapi gagal bunuh dirinya, karena kain atau baju yang dipakai korban melorot. Kemudian diulang lagi mengikat dipukul 05.48 dan dipukul 05.50 barulah diilitan dilehar turun dan menggantung, kemudian dipukul 5.52 badan korban masih bergerak dan gantung diri tersebut dijendela", terang Fiil. "Dan dipukul 05.58 baru ditemukan gantung diri oleh 3 orang petugas dan dinyatakan ...

Ikut Meriahkan HBP ke-61, Sekda Rohul Hadir di Lapas Pasir Pangarayan

PASIR PANGARAYAN, SABTANEWS.COM  - Puncak Hari Bakti Pemasyarakatan (Hbp) ke 61 Tahun 2025 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pasir Pangarayan berlangsung khidmat dan meriah pada Senin (28/4/2025). Kegiatan puncak ini dilaksanakan Tasyakuran secara serentak seluruh jajaran Pemasyarakatan Indonesia via zoom meeting. Hadir langsung di Lapas Pasir Pangarayan Bupati Rokan Hulu Anton,S.T.M.M yang diwakilkan Sekretaris Daerah M. Zaki,Ketua Dprd Rokan Hulu Hj Sumiartini, Kepala Kejaksaan Negeri Rokan Hulu, Ketua Pengadilan Negeri Pasir Pengaraian, Ketua Pengadilan Agama Pasir Pengaraian,dan Kepala Kementerian Agama Rohul. Dalam sambutan nya via virtual Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyampaikan Enam puluh satu tahun Pemasyarakatan, bukan sekadar hitungan waktu. Ini juga setara dengan ribuan kisah pengabdian, ribuan pekik perjuangan dan tentunya kesediaan tanpa pamrih dari para petugas yang bekerja dalam sunyi, menjaga api pembinaan tetap menyala di tengah ge...

Kejati Riau Geledah Kantor Disdikbud Rohil, Usut Dugaan Korupsi DAK Rp40 Miliar

Serangkaian kegiatan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menggeledah Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) di Bagansiapiapi, Rabu (30/4/2025). Langkah ini merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan dan rehabilitasi Sekolah Dasar (SD) tahun anggaran 2023. ROKAN HILIR, SABTANEWS.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menggeledah Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) di Bagansiapiapi, Rabu (30/4/2025). Langkah ini merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan dan rehabilitasi Sekolah Dasar (SD) tahun anggaran 2023. “Penggeledahan dilakukan oleh Tim Penyidik pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Riau,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Zikrullah. Dari penggeledahan itu, penyidik menyita sejumlah dokumen penting dan satu unit laptop yang diduga digunakan untuk menyusun rekapitulasi dana proyek. Data awal m...