Langsung ke konten utama

Sinergi Bantuan Penanggulangan Bencana: Batalyon Arhanud 11/WBY dan RSU Mahkota Bidadari Kirim Logistik Via Laut ke Aceh

BINJAI, SABTANEWA.COM – Upaya penanganan korban bencana alam banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh terus digencarkan, terutama untuk menjangkau wilayah-wilayah yang terisolasi akibat rusaknya akses darat. Dalam semangat solidaritas dan kecepatan tanggap, Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 11/Wira Bhuana Yudha (WBY) bersama RSU Mahkota Bidadari dilaporkan turut serta dalam penyaluran bantuan logistik dan medis melalui jalur laut. Bantuan Via Kapal Cepat Menuju Lokasi Terdampak Pengiriman bantuan logistik melalui jalur laut menjadi pilihan strategis untuk memastikan bantuan dapat tiba dengan cepat di titik-titik yang sangat membutuhkan, seperti wilayah Kota Langsa dll.  Batalyon Arhanud 11/WBY, sebagai bagian dari kekuatan TNI yang beroperasi di wilayah Sumatera, memberikan dukungan penuh dalam aspek pengamanan dan pendistribusian. Keterlibatan Yonarhanud 11/WBY menunjukkan kesiapan TNI Angkatan Darat dalam operasi bantuan kemanusiaan (OMSP) di luar tugas utamanya menja...

Viral..!! Beberpa Pemberitaan di Media Online Terkesan Menyudutkan Perangkat Desa Amorosa Terkait Insiden Ricuh Saat Pemilihan Pengurus Koperasi

SABTANEWS COM - NISEL - Peristiwa keributan yang terjadi saat kegiatan penjaringan pengurus Koperasi Merah Putih di Desa Amorosa, Kecamatan Ulunoyo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, kini menjadi sorotan publik. Sejumlah media online menurunkan pemberitaan yang dinilai menyudutkan pihak Pemerintahan Desa Amorosa, seolah-olah perangkat desa telah melakukan kekerasan terhadap salah satu peserta yang hadir, yakni seorang yang mengaku wartawan bernama Fatinaso Buulolo (FB).

Kericuhan terjadi saat agenda resmi penjaringan pengurus koperasi yang dihadiri oleh perangkat desa dan masyarakat setempat. Suasana yang awalnya kondusif berubah tegang ketika seorang warga bernama Sekhiato Halawa mempertanyakan kehadiran oknum yang mengaku wartawan di lokasi acara. Ia meminta agar yang bersangkutan menunjukkan identitas resmi seperti kartu pers dan surat tugas. Pertanyaan itu ternyata membuat Fatinaso Buulolo tersinggung, hingga diduga menyerang Sekhiato secara fisik, memicu keributan yang makin meluas.

Namun, dalam pemberitaan beberapa media online, peristiwa ini justru digambarkan secara berbeda. Sebagian besar narasi menyudutkan pihak perangkat desa seolah menjadi pelaku utama kekerasan terhadap Fatinaso Buulolo. Padahal menurut sejumlah saksi mata dan keterangan resmi dari pemerintah desa, insiden itu dipicu oleh Fatinaso sendiri yang tidak terima dipertanyakan legalitasnya sebagai jurnalis.

Sekretaris Desa Amorosa, Lukas Buulolo, mengecam keras pemberitaan sepihak tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak pemerintah desa sama sekali tidak terlibat dalam kekerasan seperti yang diberitakan. “Kami memberikan klarifikasi bahwa justru Fatinaso yang mulai memicu keributan. Setiap kali ada pertemuan desa, beliau sering merasa paling berkuasa, seolah-olah ‘bertaring’ atas nama jurnalis. Kami juga sudah mengonfirmasi bahwa namanya tercantum di box redaksi salah satu media, namun sikap dan tindakannya tidak mencerminkan profesionalitas sebagai wartawan,” tegas Lukas.

Kepala Desa Amorosa, Asaeli Halawa, turut membenarkan pernyataan Sekdes. Ia menjelaskan bahwa versi kronologi yang disampaikan Fatinaso kepada media sangat tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya. “Saudara kita Fatinaso ini yang memulai keributan. Ketika warga mempertanyakan ID pers-nya, dia justru menyerang warga itu. Tidak ada pengeroyokan, luka yang dialaminya pun bukan seperti yang digambarkan media, tidak separah itu,” ucap Asaeli.

Lebih lanjut Asaeli menjelaskan bahwa bukti-bukti visual kejadian, termasuk rekaman dan dokumentasi, masih disimpan oleh pihak desa dan dapat ditunjukkan apabila dibutuhkan. Ia menyayangkan pemberitaan media yang menurutnya tidak berimbang dan hanya mengandalkan satu sumber informasi tanpa konfirmasi lebih lanjut kepada pihak pemerintah desa.

Pihak desa juga menegaskan bahwa mereka tidak anti terhadap pers, namun mendesak agar wartawan yang meliput suatu kegiatan bersikap profesional dan transparan. “Silakan hadir sebagai wartawan, tapi tunjukkan identitas. Jangan merasa paling benar lalu menyulut keributan, kemudian menyalahkan pihak lain lewat media,” tutup Asaeli.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya etika jurnalistik dan peran media dalam menyampaikan informasi yang adil, akurat, dan tidak mengandung fitnah. Pemerintah Desa Amorosa juga berencana mengadukan pemberitaan yang dinilai mencemarkan nama baik mereka ke Dewan Pers atau pihak terkait sebagai bentuk klarifikasi dan perlindungan terhadap marwah institusi desa. (Red)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kasus Gantung Diri di RSJ Tampan Diduga Petugas Jaga Lalai Mengontrol CCTV

PEKANBARU, SABTANEWS.COM  - Terkait meninggalnya pasien RSJ Tampan yang diduga gantung diri, pihak keluarga korban AN menduga adanya kelalain petugas sehingga pasien gantung diri, ungkap Fiil Kunto ( keluarha dekat almarhum Ahmad Nurhadi )  saat dijumpai untuk memberikan keterangan di Polresta Pekanbaru, Rabu (30/4/2025). "Dimana, berdasarkan rekaman cctv yang ditunjukan Kepolisian kepada kami adanya percobaan gantung diri adik kami tersebut sebanyak dua kali percobaan", ucap Fiil. "Berdasarkan jam di rekaman cctv, percobaan gantung diri pertama terjadi pada hari Jumat (25/4) dipukul 05.46 sore, tapi gagal bunuh dirinya, karena kain atau baju yang dipakai korban melorot. Kemudian diulang lagi mengikat dipukul 05.48 dan dipukul 05.50 barulah diilitan dilehar turun dan menggantung, kemudian dipukul 5.52 badan korban masih bergerak dan gantung diri tersebut dijendela", terang Fiil. "Dan dipukul 05.58 baru ditemukan gantung diri oleh 3 orang petugas dan dinyatakan ...

Ikut Meriahkan HBP ke-61, Sekda Rohul Hadir di Lapas Pasir Pangarayan

PASIR PANGARAYAN, SABTANEWS.COM  - Puncak Hari Bakti Pemasyarakatan (Hbp) ke 61 Tahun 2025 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pasir Pangarayan berlangsung khidmat dan meriah pada Senin (28/4/2025). Kegiatan puncak ini dilaksanakan Tasyakuran secara serentak seluruh jajaran Pemasyarakatan Indonesia via zoom meeting. Hadir langsung di Lapas Pasir Pangarayan Bupati Rokan Hulu Anton,S.T.M.M yang diwakilkan Sekretaris Daerah M. Zaki,Ketua Dprd Rokan Hulu Hj Sumiartini, Kepala Kejaksaan Negeri Rokan Hulu, Ketua Pengadilan Negeri Pasir Pengaraian, Ketua Pengadilan Agama Pasir Pengaraian,dan Kepala Kementerian Agama Rohul. Dalam sambutan nya via virtual Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyampaikan Enam puluh satu tahun Pemasyarakatan, bukan sekadar hitungan waktu. Ini juga setara dengan ribuan kisah pengabdian, ribuan pekik perjuangan dan tentunya kesediaan tanpa pamrih dari para petugas yang bekerja dalam sunyi, menjaga api pembinaan tetap menyala di tengah ge...

Kejati Riau Geledah Kantor Disdikbud Rohil, Usut Dugaan Korupsi DAK Rp40 Miliar

Serangkaian kegiatan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menggeledah Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) di Bagansiapiapi, Rabu (30/4/2025). Langkah ini merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan dan rehabilitasi Sekolah Dasar (SD) tahun anggaran 2023. ROKAN HILIR, SABTANEWS.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menggeledah Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) di Bagansiapiapi, Rabu (30/4/2025). Langkah ini merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan dan rehabilitasi Sekolah Dasar (SD) tahun anggaran 2023. “Penggeledahan dilakukan oleh Tim Penyidik pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Riau,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Zikrullah. Dari penggeledahan itu, penyidik menyita sejumlah dokumen penting dan satu unit laptop yang diduga digunakan untuk menyusun rekapitulasi dana proyek. Data awal m...