BINJAI, SABTANEWA.COM – Upaya penanganan korban bencana alam banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh terus digencarkan, terutama untuk menjangkau wilayah-wilayah yang terisolasi akibat rusaknya akses darat. Dalam semangat solidaritas dan kecepatan tanggap, Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 11/Wira Bhuana Yudha (WBY) bersama RSU Mahkota Bidadari dilaporkan turut serta dalam penyaluran bantuan logistik dan medis melalui jalur laut. Bantuan Via Kapal Cepat Menuju Lokasi Terdampak Pengiriman bantuan logistik melalui jalur laut menjadi pilihan strategis untuk memastikan bantuan dapat tiba dengan cepat di titik-titik yang sangat membutuhkan, seperti wilayah Kota Langsa dll. Batalyon Arhanud 11/WBY, sebagai bagian dari kekuatan TNI yang beroperasi di wilayah Sumatera, memberikan dukungan penuh dalam aspek pengamanan dan pendistribusian. Keterlibatan Yonarhanud 11/WBY menunjukkan kesiapan TNI Angkatan Darat dalam operasi bantuan kemanusiaan (OMSP) di luar tugas utamanya menja...
Bisik Bisik Makin Nyaring di SMAN 1 Ujungbatu, Ada Dugaan Oknum Keuangan Punya Puluhan Rumah Kontarakan
SABTANEWS COM - ROHUL - Bisik-bisik makin lama makin terdengar nyaring di SMAN I Ujungbatu. Isunya gak enak lantaran menyangkut dugaan “kosupsi berjamaah” dana BOS dan BOSDA yang membuat Kejaksaan Rohul tidak hanya memeriksa kepala sekolah, tapi sejumlah guru juga dalam beberapa hari belakangan ini.
Belakangan gonjang-ganjing makin hot lantaran isu makin merebak kepada salah seorang oknum dibagian keuangan yang diduga memiliki puluhan rumah kontarakan yang nilainya miliyaran.
Isu inipun mengundang perhatian para tenaga pendidik di sana agar pihak Kejaksaan Rohul juga turut mengusut asal-usul duit membangun rumah kontarakan ini. Jika memang sumbernya halal ya sudah, biar jangan jadi fitnah, tapi kalau dari hasil penyalahgunaan dana BOS, harus diproses secara hukum.
Para guru di sekolah ini jengkel karena mereka yang mengaku tidak tahu apa-apa terkait pengelolaan dan praktik mark-up anggaran pada penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) di SMAN I Ujungbatu kini malah terseret-seret hingga mereka merasa terganggu nama baiknya.
Beberapa guru mengaku telah dipanggil oleh Kejaksaan Negeri Rokan Hulu ke kantor Camat Ujungbatu terkait isu dugaan “korupsi berjamaah” yang disebut-sebut dilaporkan oleh pihak manajemen sekolah.
Para guru menyatakan bahwa mereka tidak pernah dilibatkan dalam penyusunan atau pengelolaan anggaran, melainkan hanya menerima pembayaran setelah kegiatan berlangsung, berdasarkan informasi yang diberikan bendahara.
“Kami hanya menerima honor setelah kegiatan berlangsung. Tidak pernah tahu berapa anggaran yang diajukan, apalagi terlibat menyusun laporan,” ungkap salah satu guru yang turut diperiksa.
Guru-guru merasa nama baik mereka tercemar akibat dilibatkan dalam laporan dugaan penyalahgunaan dana yang menurut mereka disusun tanpa partisipasi mereka. Mereka menduga, laporan keuangan yang menjadi dasar dugaan tersebut telah dimanipulasi oleh oknum di lingkup manajemen sekolah.
“Yang membuat kami kecewa, laporan itu seolah-olah kami ikut bertanggung jawab. Padahal kami tidak pernah dilibatkan dalam penyusunan RKAS,” ujar guru lainnya.
Situasi diperkeruh dengan beredarnya kabar bahwa guru-guru diminta mengganti dana yang telah mereka terima, lantaran dianggap tidak sesuai dengan petunjuk teknis (juknis). Padahal, menurut pengakuan para guru, dana tersebut diterima sesuai arahan, tanpa akses terhadap juknis atau dokumen anggaran. (Tim)
Komentar
Posting Komentar