Bisik Bisik Makin Nyaring di SMAN 1 Ujungbatu, Ada Dugaan Oknum Keuangan Punya Puluhan Rumah Kontarakan

SABTANEWS COM - ROHUL - Bisik-bisik makin lama makin terdengar nyaring di SMAN I Ujungbatu. Isunya gak enak lantaran menyangkut dugaan “kosupsi berjamaah” dana BOS dan BOSDA yang membuat Kejaksaan Rohul tidak hanya memeriksa kepala sekolah, tapi sejumlah guru juga dalam beberapa hari belakangan ini. 
Belakangan gonjang-ganjing makin hot lantaran isu makin merebak kepada salah seorang oknum dibagian keuangan yang diduga memiliki puluhan rumah kontarakan yang nilainya miliyaran. 
Isu inipun mengundang perhatian para tenaga pendidik di sana agar pihak Kejaksaan Rohul juga turut mengusut asal-usul duit membangun rumah kontarakan ini. Jika memang sumbernya halal ya sudah, biar jangan jadi fitnah, tapi kalau dari hasil penyalahgunaan dana BOS, harus diproses secara hukum. 

Para guru di sekolah ini jengkel karena mereka yang mengaku tidak tahu apa-apa terkait pengelolaan dan praktik mark-up anggaran pada penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) di SMAN I  Ujungbatu kini malah terseret-seret hingga mereka merasa terganggu nama baiknya. 

Beberapa guru mengaku telah dipanggil oleh Kejaksaan Negeri Rokan Hulu ke kantor Camat Ujungbatu terkait isu dugaan “korupsi berjamaah” yang disebut-sebut dilaporkan oleh pihak manajemen sekolah.

Para guru menyatakan bahwa mereka tidak pernah dilibatkan dalam penyusunan atau pengelolaan anggaran, melainkan hanya menerima pembayaran setelah kegiatan berlangsung, berdasarkan informasi yang diberikan bendahara.

“Kami hanya menerima honor setelah kegiatan berlangsung. Tidak pernah tahu berapa anggaran yang diajukan, apalagi terlibat menyusun laporan,” ungkap salah satu guru yang turut diperiksa.

Guru-guru merasa nama baik mereka tercemar akibat dilibatkan dalam laporan dugaan penyalahgunaan dana yang menurut mereka disusun tanpa partisipasi mereka. Mereka menduga, laporan keuangan yang menjadi dasar dugaan tersebut telah dimanipulasi oleh oknum di lingkup manajemen sekolah.

“Yang membuat kami kecewa, laporan itu seolah-olah kami ikut bertanggung jawab. Padahal kami tidak pernah dilibatkan dalam penyusunan RKAS,” ujar guru lainnya.

Situasi diperkeruh dengan beredarnya kabar bahwa guru-guru diminta mengganti dana yang telah mereka terima, lantaran dianggap tidak sesuai dengan petunjuk teknis (juknis). Padahal, menurut pengakuan para guru, dana tersebut diterima sesuai arahan, tanpa akses terhadap juknis atau dokumen anggaran. (Tim)

Komentar

POPULER

Polsek Bukit Raya Gelar Patroli Asmara Subuh, 21 Kendaraan Berknalpot Brong Diamankan

Presiden Prabowo Resmikan Unhan, Wamen Viva Yoga: Mencetak Patriot Bangsa yang Cerdas, Unggul, dan Cinta Tanah Air

Sutan Nasomal Presiden Ormas KOMPII Dan Partai POM Ajak Semua Kalangan Bergabung.

Kajati Riau Hadiri Buka Puasa Bersama Lembaga Adat Melayu Riau

Polsek Rokan IV Koto Tangkap Pengedar Sabu di Pondok Kebun Sawit

ASN RS Dinas Lingkungan Hidup Minta Uang BN Dengan janji dapat memasukkan jadi Honorer di Kabupaten Dairi

APBD Runtuh, Pendidikan Dikorbankan: Alarm Keras Kegagalan Kepemimpinan

Polsek Siak Hulu Tangkap Pelaku Narkoba Jenis Pil Extasi Merk Youtobe

Audiensi IKBR dengan Kejati Riau: Sinergi dalam Penegakan Hukum dan Penyuluhan Hukum

Ketua DPD KNPI Riau: Kapolda Irjen Herry Heryawan Dapat Sertifikat Penghargaan Dari Ketua KNPI Riau: Usut Tuntas Kematian Seekor Gajah