Tak Berkutik, Modus Top Up Kredit, Dua Pria Tipu Konsumen Leasing di Pekanbaru


PEKANBARU, SABTANEWS.COM – Satreskrim Polresta Pekanbaru mengungkap kasus penipuan dan/atau penggelapan bermodus top up kredit cicilan sepeda motor yang menjerat seorang konsumen leasing. 

Dua pelaku berinisial IT alias Dodi dan RHK ditangkap saat hendak melarikan diri ke Sumatera Utara.

Kasus ini berawal pada Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, saat korban Surya Saputra (40) diminta datang ke kantor PT Capella Multidana Pekanbaru di Jalan Tuanku Tambusai No. 6B, Kecamatan Marpoyan Damai. 

Di lokasi tersebut, salah satu pelaku menawarkan solusi pembayaran tunggakan cicilan motor melalui skema top up kredit.

Korban kemudian diminta menandatangani selembar dokumen yang tidak sempat dibaca secara utuh. Dengan alasan mengecek nomor rangka kendaraan, pelaku meminta kunci sepeda motor korban. 

Namun setelah itu, pelaku tidak kembali dan membawa kabur kendaraan tersebut.

Belakangan korban menyadari bahwa dokumen yang ditandatanganinya merupakan surat serah terima kendaraan. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sebesar Rp26.469.000 dan melaporkannya ke Polresta Pekanbaru.

Mendapat laporan tersebut, Tim Resmob Jembalang Polresta Pekanbaru bergerak cepat melakukan penyelidikan. Pada Sabtu (30/1/2026) sekitar pukul 02.30 WIB, polisi memperoleh informasi bahwa kedua pelaku hendak kabur ke Sumatera Utara.

Tim yang dipimpin IPTU Muhammad Rizqi Indra Setiawan, S.Tr.K kemudian melakukan pengejaran dan berhasil menangkap kedua tersangka di Simpang Bangko, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis. Keduanya langsung dibawa ke Polresta Pekanbaru untuk proses hukum lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah dalam keterangannya membenarkan pengungkapan kasus tersebut.

“Kami telah mengamankan dua orang tersangka kasus penipuan dan atau penggelapan dengan modus top up kredit kendaraan bermotor. Saat ini keduanya telah ditahan dan masih menjalani pemeriksaan untuk pendalaman peran serta kemungkinan adanya pihak lain,” ujar AKP Anggi.

AKP Anggi juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menandatangani dokumen tanpa membaca dan memahami isinya secara menyeluruh, serta memastikan setiap proses pembiayaan dilakukan sesuai prosedur resmi,” tegasnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 492 dan/atau Pasal 486 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. 



Komentar

POPULER

Kemenangan Kongres Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Universitas LancangKuning Periode 2026–2027

Polsek Bukit Raya Gelar Patroli Asmara Subuh, 21 Kendaraan Berknalpot Brong Diamankan

Presiden Prabowo Resmikan Unhan, Wamen Viva Yoga: Mencetak Patriot Bangsa yang Cerdas, Unggul, dan Cinta Tanah Air

Kajati Riau Hadiri Buka Puasa Bersama Lembaga Adat Melayu Riau

Waspada Penipuan WhatsApp, Pelaku Catut Nama dan Foto Rahmat Handayani di Pekanbaru

Sekum DPP SPI Apresiasi Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru Atas Pelunasan Hutang Pemko Pekanbaru di Akhir Tahun 2025

APBD Runtuh, Pendidikan Dikorbankan: Alarm Keras Kegagalan Kepemimpinan

Himpunan Mahasiswa Hukum Perdata FH UIR Gelar Kuliah Umum dan Teken MoA dengan FH UNISSULA

Polsek Rokan IV Koto Tangkap Pengedar Sabu di Pondok Kebun Sawit