Langsung ke konten utama

AWKI Tegaskan Dukung Asta Cita, Perluas Jaringan Daerah dan Perkuat UMKM

SABTANEWS COM - JAKARTA - Aliansi Wirausaha Kebangsaan Indonesia (AWKI) menyatakan komitmennya mendukung program Presiden Prabowo Subianto melalui penguatan UMKM, kegiatan kebangsaan, serta pembangunan jaringan organisasi hingga ke daerah. Komitmen tersebut ditegaskan dalam acara peluncuran sekaligus Musyawarah Nasional (Munas) pertama AWKI. Ketua AWKI Robertus Rani Lopiga mengatakan, dukungan terhadap agenda pemerintah menjadi bagian dari arah gerak organisasi sejak awal berdiri. “Mendukung program pemerintah, termasuk Asta Cita, itu pasti kami lakukan karena semangat kami ada di situ,” ujarnya. Menurut Robertus, peluncuran AWKI langsung disusul Munas merupakan langkah awal untuk mempercepat konsolidasi nasional dan pembentukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD). “Program-program yang kami siapkan adalah membangun DPD-DPD supaya AWKI hadir di seluruh daerah,” katanya. Dia juga menegaskan AWKI dibangun di atas empat konsensus dasar bangsa sebagai pedoman organisasi. “Pancasila, U...

Sekda Riau Syahrial Abdi, Birokrat Tulen yang Memiliki Garis Keturunan Pejuang Kemerdekaan


PEKANBARU, SABTANEWS.COM  – Pemerintah Provinsi Riau kini memiliki Sekretaris Daerah (Sekda) definitif yang baru. Syahrial Abdi, seorang birokrat tulen yang memiliki jejak karir cemerlang, resmi dilantik pada Jumat (29/8/2025) malam. Namun, di balik kiprahnya di dunia birokrasi, ternyata Syahrial Abdi merupakan cucu dari seorang pejuang kemerdekaan Republik Indonesia dan ulama terpandang.

Syahrial Abdi adalah cucu pertama laki-laki dari Almarhum Haji Imam Ismail bin Bidin, yang lebih dikenal dengan julukan Imam Sabun. Julukan tersebut bukan tanpa alasan, melainkan karena kakeknya dikenal sebagai sosok yang cerdas dan ahli dalam bernegosiasi

Imam Jumat dari Kesultanan Siak

Jejak perjuangan Haji Imam Ismail sudah dimulai sejak lama. Sejarawan dan Budayawan Riau, Orang Kaya (OK) Nizami Jamil, mengungkapkan bahwa kakek Syahrial Abdi itu memiliki peran penting pada masa Kesultanan Siak. 

"Dengan titah dan perintah dari yang maha mulia tuanku Sultan Assaidis Syarif Abdul Djalil Saifoedin, Haji Ismail diangkat menjadi Imam Jumat," ujar OK Nizami Jamil.

Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Surat Angkatan Kesultanan Siak nomor: Regno.5/1940, tertanggal 10 Januari 1940. Hal ini menunjukkan betapa besar kepercayaan Kesultanan Siak terhadap sosok Haji Imam Ismail. Ia tidak hanya menjadi imam salat, tetapi juga seorang tokoh yang dihormati dan disegani.

Diakui Negara sebagai Pejuang Kemerdekaan

Peran Haji Imam Ismail tak berhenti di masa Kesultanan. Di masa perjuangan kemerdekaan, ia dikenal sebagai pejuang sekaligus Imam Jawatan Qadhi Kesultanan Siak. Ia berjuang tidak hanya secara fisik, tetapi juga ahli dalam siasat dan negosiasi. 

"Dengan keahliannya tersebut, beliau digelar 'Imam Sabun', licin dalam berunding dan dalam ilmu keagamaannya," tutur OK Nijami Jamil.

Perjuangannya pun diakui secara resmi oleh negara. Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pertahanan Keamanan Panglima Angkatan Bersenjata dengan nomor: Skep/956/VIII/1981, yang dikeluarkan di Jakarta pada 15 Agustus 1981. Surat itu memutuskan dan menganugerahkan Gelar Kehormatan Veteran Pejuang Kemerdekaan RI kepada Haji Imam Ismail.

OK Nizami Jamil memiliki kenangan masa kecil yang mendalam dengan almarhum Haji Imam Ismail. Ia mengisahkan bahwa ketika berumur 11 tahun, ia sangat akrab dengan Haji Imam Ismail. Ayahnya, Orang Kaya (OK) Muhammad Jamil, seorang Wedana Siak pada tahun 1950-1953, merupakan sahabat dekat Haji Imam Ismail. 

"Mereka sering bermain bola kaki dan berbagi cerita sambil menikmati kopi kental kesukaan mereka," ungkapnya.

Keterlibatan langsung dalam Sejarah Kemerdekaan Riau

OK juga mengungkapkan peran Haji Imam Ismail dalam momen penting sejarah Riau. Ia ikut menyaksikan penyerahan mahkota emas, senjata, dan harta Kesultanan Siak yang disumbangkan untuk perjuangan kemerdekaan Indonesia. 

Menurut OK, nama Imam Sabun sangat terkenal di Siak. Dia juga pernah menjadi anggota komando yang menjaga keamanan wilayah Mandau, Siak, menunjukkan keberaniannya dalam mempertahankan keamanan daerah. 

Salah satu momen bersejarah yang dilakukannya adalah ikut mengibarkan bendera Merah Putih pada 17 Oktober 1945, karena pada bulan Agustus kabar kemerdekaan belum tersiar luas di wilayah tersebut.

Sementara, mantan Gubernur Riau H Wan Abu Bakar menekankan hal yang sama. Bahwa Haji Imam Ismail memang pernah menjadi khatib di masa Kesultanan Siak tahun 1940.

"Jadi beliau itu [Imam Ismail] seorang pejuang dan ulama, diangkat menjadi khatib setiap solat Jumat. Ada masa itu seorang khatib harus diangkat oleh Sultan Siak. Jadi kalau kita lihat dari segi silsilah dan keturunan, Syahrial Abdi adalah orang yang baik, mengerti dengan agama, dan memiliki semangat pejuang untuk bekerja," kata Wan Abu Bakar 

"Jadi semangat orang tua dan datuk-datuknya bisa menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja Syahrial Abdi dalam melaksanakan tugas di Pemerintahan Provinsi Riau. Saya turut bangga dengan sosok Syahrial Abdi," ujar Wan Abu Bakar.

Syahrial Abdi Birokrat Berpengalaman

Syahrial Abdi sendiri bukanlah sosok baru di pemerintahan Riau. Ia telah lama berkarier di birokrasi dan dikenal luas sebagai pejabat yang berpengalaman. Sejumlah jabatan strategis pernah diembannya, mulai dari camat, kepala dinas, hingga Penjabat (Pj) Bupati.

Penetapan Syahrial Abdi sebagai Sekda definitif Provinsi Riau tertuang dalam surat salinan Kepres Nomor: 123/TPA Tahun 2025 tentang Penghentian dan Pengangkatan dari dan Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Surat ini berisi pengangkatan Syahrial Abdi, yang menandai awal babak baru kepemimpinannya sebagai Sekda.

Putra dari pasangan H Syaharuddin dan Hj Robiah, lahir di Kota Pekanbaru pada 1 Oktober 1975 menempuh pendidikan dasarnya di SDN 010 Pesisir. Kemudian, ia melanjutkan ke SLTP dan SLTA di Pesantren Babussalam Pekanbaru, dan menyelesaikan pendidikannya masing-masing pada tahun 1991 dan 1994. 

Jalan hidupnya sebagai abdi negara dimulai saat menempuh pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Ia lulus pada tahun 1998 dan terus menapaki jenjang pendidikan hingga meraih gelar Doktor.

(Mediacenter Riau/MC Riau)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kasus Gantung Diri di RSJ Tampan Diduga Petugas Jaga Lalai Mengontrol CCTV

PEKANBARU, SABTANEWS.COM  - Terkait meninggalnya pasien RSJ Tampan yang diduga gantung diri, pihak keluarga korban AN menduga adanya kelalain petugas sehingga pasien gantung diri, ungkap Fiil Kunto ( keluarha dekat almarhum Ahmad Nurhadi )  saat dijumpai untuk memberikan keterangan di Polresta Pekanbaru, Rabu (30/4/2025). "Dimana, berdasarkan rekaman cctv yang ditunjukan Kepolisian kepada kami adanya percobaan gantung diri adik kami tersebut sebanyak dua kali percobaan", ucap Fiil. "Berdasarkan jam di rekaman cctv, percobaan gantung diri pertama terjadi pada hari Jumat (25/4) dipukul 05.46 sore, tapi gagal bunuh dirinya, karena kain atau baju yang dipakai korban melorot. Kemudian diulang lagi mengikat dipukul 05.48 dan dipukul 05.50 barulah diilitan dilehar turun dan menggantung, kemudian dipukul 5.52 badan korban masih bergerak dan gantung diri tersebut dijendela", terang Fiil. "Dan dipukul 05.58 baru ditemukan gantung diri oleh 3 orang petugas dan dinyatakan ...

Ikut Meriahkan HBP ke-61, Sekda Rohul Hadir di Lapas Pasir Pangarayan

PASIR PANGARAYAN, SABTANEWS.COM  - Puncak Hari Bakti Pemasyarakatan (Hbp) ke 61 Tahun 2025 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pasir Pangarayan berlangsung khidmat dan meriah pada Senin (28/4/2025). Kegiatan puncak ini dilaksanakan Tasyakuran secara serentak seluruh jajaran Pemasyarakatan Indonesia via zoom meeting. Hadir langsung di Lapas Pasir Pangarayan Bupati Rokan Hulu Anton,S.T.M.M yang diwakilkan Sekretaris Daerah M. Zaki,Ketua Dprd Rokan Hulu Hj Sumiartini, Kepala Kejaksaan Negeri Rokan Hulu, Ketua Pengadilan Negeri Pasir Pengaraian, Ketua Pengadilan Agama Pasir Pengaraian,dan Kepala Kementerian Agama Rohul. Dalam sambutan nya via virtual Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyampaikan Enam puluh satu tahun Pemasyarakatan, bukan sekadar hitungan waktu. Ini juga setara dengan ribuan kisah pengabdian, ribuan pekik perjuangan dan tentunya kesediaan tanpa pamrih dari para petugas yang bekerja dalam sunyi, menjaga api pembinaan tetap menyala di tengah ge...

Kejati Riau Geledah Kantor Disdikbud Rohil, Usut Dugaan Korupsi DAK Rp40 Miliar

Serangkaian kegiatan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menggeledah Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) di Bagansiapiapi, Rabu (30/4/2025). Langkah ini merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan dan rehabilitasi Sekolah Dasar (SD) tahun anggaran 2023. ROKAN HILIR, SABTANEWS.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menggeledah Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) di Bagansiapiapi, Rabu (30/4/2025). Langkah ini merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan dan rehabilitasi Sekolah Dasar (SD) tahun anggaran 2023. “Penggeledahan dilakukan oleh Tim Penyidik pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Riau,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Zikrullah. Dari penggeledahan itu, penyidik menyita sejumlah dokumen penting dan satu unit laptop yang diduga digunakan untuk menyusun rekapitulasi dana proyek. Data awal m...