Hama Wereng Batang Cokelat Meluas, Kodim 0802/Ponorogo Tak Tinggal Diam


PONOROGO, SABTANEWS.COM - Ratusan petani padi di Ponorogo terancam gagal panen. Hal ini akibat dari serangan hama wereng batang cokelat yang semakin meluas.

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo mencatat, data sementara hamparan padi yang terserang mencapai 89,79 hektare.

Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dispertahankan Ponorogo, Suwarni mengatakan, dari 89,79 hektare sawah yang terserang hama, sekitar 2,6 hektar mengalami puso atau gagal panen.

"Total luas terserang (hama wereng) ada 89,79 hektare. Kriteria rusak ringan 75,08 hektare, rusak sedang yang di atas 25-50 persen itu ada 10,78 hektare, dan rusak berat yang di atas 75 persen itu ada 51 hektare, lalu pusonya 2,6 hektare," kata Suwarni dalam keterangannya, Kamis (17/7/2025).

Pihaknya pun telah  merespons serangan hama wereng itu dengan menyalurkan 300 liter pestisida yang diberikan secara gratis ke sejumlah kelompok tani sebagai langkah pengendalian dini.

Merebaknya hama wereng yang menyerang lahan pertanian warga itu membuat Kodim 0802/Ponorogo tak tinggal diam. Satuan itu mengerahkan personelnya untuk mendampingi para petani melakukan penyemprotan.

“Untuk mengatasi masalah hama wereng batang cokelat ini kita bekerja sama dengan Dispertahankan Ponorogo. Anggota kita para Babinsa kita terjunkan untuk memonitor wilayah, melaksanakan pendampingan dan mengarahkan petani untuk melaksanakan penyemprotan sawah sesuai dengan SOP yang disampaikan oleh PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan),” kata Dandim 0802/Ponorogo, Letkol Inf Dwi Soerjono.

“Jadi karena ini sifatnya menyerang batang, kita sampaikan kepada para petani dan para Babinsa untuk pelaksanaan penyemprotannya dilaksanakan di bawah, bukan di atas, tapi di bawah di atas akar, sehingga tepat sasaran. Ini juga sesuai dengan SOP yang disampaikan oleh PPL,” tambahnya.

Pamen TNI AD jebolan Akmil 2004 itu menegaskan, jika penyemprotan hama wereng batang cokelat tidak dilakukan dari bawah atau batangnya, maka obat apapun tidak akan mampu mengatasinya.

Dari 21 kecamatan di Ponorogo, sebutnya, saat ini sebanyak 19 kecamatan yang telah terindikasi hama tersebut. Sebagai langkah penanganannya, jajarannya akan terus berkoordinasi dengan PPL dan pihak kecamatan untuk bersinergi dalam membantu upaya penyemprotan.

Dwi mengungkapkan, kemarin (16/7), penyemprotan serentak juga telah dilaksanakan di 9 kecamatan dengan sasaran sebanyak 34 desa dan 44 kelompok tani. Untuk capainnya kurang lebih 250 hektare sawah yang terpapar hama wereng batang cokelat.

Sementara itu, Danrem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh satuan jajarannya, Kodim 0802/Ponorogo. Menurutnya, hal itu merupakan salah satu bentuk kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat.

“Sebagai TNI tentunya kita dituntut untuk terus hadir membantu mengatasi setiap kesulitan masyarakat dan menjadi solusi untuk mengatasinya,” terangnya.

Untoro berharap, upaya semacam itu juga dilakukan oleh satuan lain di jajarannya. Tak hanya di bidang pertanian, namun juga menyentuh seluruh permasalahan yang terjadi di wilayah.

Komentar

POPULER

Polsek Bukit Raya Gelar Patroli Asmara Subuh, 21 Kendaraan Berknalpot Brong Diamankan

Presiden Prabowo Resmikan Unhan, Wamen Viva Yoga: Mencetak Patriot Bangsa yang Cerdas, Unggul, dan Cinta Tanah Air

Sutan Nasomal Presiden Ormas KOMPII Dan Partai POM Ajak Semua Kalangan Bergabung.

Kajati Riau Hadiri Buka Puasa Bersama Lembaga Adat Melayu Riau

Polsek Rokan IV Koto Tangkap Pengedar Sabu di Pondok Kebun Sawit

ASN RS Dinas Lingkungan Hidup Minta Uang BN Dengan janji dapat memasukkan jadi Honorer di Kabupaten Dairi

APBD Runtuh, Pendidikan Dikorbankan: Alarm Keras Kegagalan Kepemimpinan

Polsek Siak Hulu Tangkap Pelaku Narkoba Jenis Pil Extasi Merk Youtobe

Audiensi IKBR dengan Kejati Riau: Sinergi dalam Penegakan Hukum dan Penyuluhan Hukum

Ketua DPD KNPI Riau: Kapolda Irjen Herry Heryawan Dapat Sertifikat Penghargaan Dari Ketua KNPI Riau: Usut Tuntas Kematian Seekor Gajah