Langsung ke konten utama

Saat Pendidikan Vokasi Membisu: Bidang SMK Disdik Riau Minim Kehadiran, Minim Informasi

PEKANBARU — Pendidikan vokasi di Provinsi Riau tengah menjadi sorotan. Setelah sempat menjadi role model dalam pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), program vokasi kini dinilai membisu dan minim publikasi. Kondisi ini disinyalir terjadi pada Bidang SMK Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau, yang dianggap kurang hadir dan tidak responsif dalam memberikan informasi terkait program strategis vokasi. Sejumlah awak media dan pemerhati pendidikan mengaku kesulitan memperoleh informasi terbaru terkait kelanjutan program SMK Pusat Keunggulan (PK), teaching factory, hingga rencana implementasi kebijakan nasional pendidikan SMK empat tahun. “Bidang SMK sulit ditemui. Kabidnya jarang di ruangan. Saat kami hendak konfirmasi, tidak ada pejabat yang bisa memberikan penjelasan,” ujar salah seorang jurnalis yang beberapa kali mendatangi Kantor Disdik Riau, Selasa (13/1/2026) Minimnya keterbukaan informasi ini dinilai menghambat publik dalam mengetahui perkembangan pendidikan vokasi di daerah...

Saat Pendidikan Vokasi Membisu: Bidang SMK Disdik Riau Minim Kehadiran, Minim Informasi


PEKANBARU — Pendidikan vokasi di Provinsi Riau tengah menjadi sorotan. Setelah sempat menjadi role model dalam pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), program vokasi kini dinilai membisu dan minim publikasi. Kondisi ini disinyalir terjadi pada Bidang SMK Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau, yang dianggap kurang hadir dan tidak responsif dalam memberikan informasi terkait program strategis vokasi.

Sejumlah awak media dan pemerhati pendidikan mengaku kesulitan memperoleh informasi terbaru terkait kelanjutan program SMK Pusat Keunggulan (PK), teaching factory, hingga rencana implementasi kebijakan nasional pendidikan SMK empat tahun.

“Bidang SMK sulit ditemui. Kabidnya jarang di ruangan. Saat kami hendak konfirmasi, tidak ada pejabat yang bisa memberikan penjelasan,” ujar salah seorang jurnalis yang beberapa kali mendatangi Kantor Disdik Riau, Selasa (13/1/2026)

Minimnya keterbukaan informasi ini dinilai menghambat publik dalam mengetahui perkembangan pendidikan vokasi di daerah. Padahal, pendidikan vokasi merupakan program prioritas nasional untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan menekan angka pengangguran.

Pada periode sebelumnya, pendidikan vokasi Riau justru menjadi perhatian nasional. Provinsi Riau mendapatkan penghargaan dari Aliansi Pendidikan Vokasi Seluruh Indonesia (APVOKASI) dan menjadi provinsi pertama yang menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 6 Tahun 2022 tentang Penguatan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi melalui Kemitraan dengan Industri, Dunia Usaha, dan Dunia Kerja (IDUKA).

Bahkan, Gubernur Riau saat itu, Syamsuar, mendapat kehormatan mewakili gubernur se-Indonesia saat peluncuran Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi di Jakarta.

Keberhasilan tersebut juga tampak pada capaian jumlah SMK Pusat Keunggulan. Dari total sekitar 312 SMK negeri dan swasta di Riau, sebanyak 43 sekolah telah ditetapkan sebagai SMK PK oleh Kemendikbud Ristek melalui dua gelombang pengusulan pada tahun 2021 dan 2022.

Namun pasca pergantian pejabat di internal Disdik Riau, khususnya pada Bidang SMK, informasi mengenai perkembangan pendidikan vokasi di daerah tak lagi terdengar. Awak media juga mencatat kontras antara Bidang  SMA  dan Bidang  SMK. Di lingkungan Disdik Riau, kepala SMA tampak rutin melakukan koordinasi dengan Kepala Bidang SMA, sementara ruang Kabid SMK sering kali kosong dan tanpa aktivitas koordinatif.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana Disdik Riau menjalankan mandat pendidikan vokasi, mengingat program vokasi tidak hanya berhubungan dengan sekolah, namun juga industri, dunia kerja, hingga roadmap pembangunan sumber daya manusia (SDM) daerah.

“Pendidikan vokasi ini bukan program kecil. Ini menyangkut masa depan tenaga kerja Riau. Justru sekarang informasi publiknya tidak ada,” kata seorang pemerhati pendidikan vokasi yang enggan disebutkan namanya.

Selain itu, berbagai program lanjutan seperti teaching factory, kolaborasi dengan industri, hingga wacana pembentukan BLUD untuk SMK juga belum terdengar kabarnya. Padahal BLUD menjadi instrumen penting bagi SMK untuk mengelola unit produksi dan layanan industri secara legal dan fleksibel.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Disdik Riau belum memberikan penjelasan mengenai minimnya kehadiran pejabat bidang SMK maupun alasan tidak tersedianya informasi terkini mengenai pendidikan vokasi di daerah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kasus Gantung Diri di RSJ Tampan Diduga Petugas Jaga Lalai Mengontrol CCTV

PEKANBARU, SABTANEWS.COM  - Terkait meninggalnya pasien RSJ Tampan yang diduga gantung diri, pihak keluarga korban AN menduga adanya kelalain petugas sehingga pasien gantung diri, ungkap Fiil Kunto ( keluarha dekat almarhum Ahmad Nurhadi )  saat dijumpai untuk memberikan keterangan di Polresta Pekanbaru, Rabu (30/4/2025). "Dimana, berdasarkan rekaman cctv yang ditunjukan Kepolisian kepada kami adanya percobaan gantung diri adik kami tersebut sebanyak dua kali percobaan", ucap Fiil. "Berdasarkan jam di rekaman cctv, percobaan gantung diri pertama terjadi pada hari Jumat (25/4) dipukul 05.46 sore, tapi gagal bunuh dirinya, karena kain atau baju yang dipakai korban melorot. Kemudian diulang lagi mengikat dipukul 05.48 dan dipukul 05.50 barulah diilitan dilehar turun dan menggantung, kemudian dipukul 5.52 badan korban masih bergerak dan gantung diri tersebut dijendela", terang Fiil. "Dan dipukul 05.58 baru ditemukan gantung diri oleh 3 orang petugas dan dinyatakan ...

Ikut Meriahkan HBP ke-61, Sekda Rohul Hadir di Lapas Pasir Pangarayan

PASIR PANGARAYAN, SABTANEWS.COM  - Puncak Hari Bakti Pemasyarakatan (Hbp) ke 61 Tahun 2025 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pasir Pangarayan berlangsung khidmat dan meriah pada Senin (28/4/2025). Kegiatan puncak ini dilaksanakan Tasyakuran secara serentak seluruh jajaran Pemasyarakatan Indonesia via zoom meeting. Hadir langsung di Lapas Pasir Pangarayan Bupati Rokan Hulu Anton,S.T.M.M yang diwakilkan Sekretaris Daerah M. Zaki,Ketua Dprd Rokan Hulu Hj Sumiartini, Kepala Kejaksaan Negeri Rokan Hulu, Ketua Pengadilan Negeri Pasir Pengaraian, Ketua Pengadilan Agama Pasir Pengaraian,dan Kepala Kementerian Agama Rohul. Dalam sambutan nya via virtual Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyampaikan Enam puluh satu tahun Pemasyarakatan, bukan sekadar hitungan waktu. Ini juga setara dengan ribuan kisah pengabdian, ribuan pekik perjuangan dan tentunya kesediaan tanpa pamrih dari para petugas yang bekerja dalam sunyi, menjaga api pembinaan tetap menyala di tengah ge...

Kejati Riau Geledah Kantor Disdikbud Rohil, Usut Dugaan Korupsi DAK Rp40 Miliar

Serangkaian kegiatan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menggeledah Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) di Bagansiapiapi, Rabu (30/4/2025). Langkah ini merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan dan rehabilitasi Sekolah Dasar (SD) tahun anggaran 2023. ROKAN HILIR, SABTANEWS.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menggeledah Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) di Bagansiapiapi, Rabu (30/4/2025). Langkah ini merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan dan rehabilitasi Sekolah Dasar (SD) tahun anggaran 2023. “Penggeledahan dilakukan oleh Tim Penyidik pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Riau,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Zikrullah. Dari penggeledahan itu, penyidik menyita sejumlah dokumen penting dan satu unit laptop yang diduga digunakan untuk menyusun rekapitulasi dana proyek. Data awal m...