PEKANBARU, SABTANEWS.COM – Tepat satu tahun berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG), Polda Riau terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur pendukung demi mewujudkan Generasi Emas 2045. Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengungkapkan bahwa saat ini 15 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi penuh, dengan target total 18 unit dapur yang akan melayani kebutuhan gizi lebih dari 67 ribu murid di Bumi Lancang Kuning. Kamis (08/02026).“Hari ini, tepat di tanggal 6 Januari 2025 secara resmi MBG diresmikan dan diterapkan dan hari ini tepat satu tahun dua hari,” kata Irjen Herry Heryawan di Madrasah Ibtidaiah Negeri (MIN) 1 Pekanbaru, Kamis (08/01/2026). Bertepatan satu tahun program MBG ini berjalan, penerima manfaat pun berkembang tidak hanya kepada anak sekolah dan ibu hamil dan menyusui. Saat ini ada tambahan lima kategori penerima manfaat MBG yaitu tenaga pendidik, guru, difabel, lansia, dan anak-anak jalanan. “Terima kasih Bapak Presiden, mudah-muda...
PEKANBARU, SABTANEWS.COM — Perhelatan Tari Zapin Massal berkebaya labuh kekek yang melibatkan ribuan penari perempuan berlangsung khidmat dan semarak di Jalan Gajah Mada, Kota Pekanbaru, Ahad (11/1/2026). Kegiatan ini menjadi penegasan komitmen Provinsi Riau dalam menjaga, merawat, dan menghidupkan budaya Melayu sebagai jati diri yang terus tumbuh di ruang publik.
Mengusung tema Bersatu dalam Gerak Zapin, Lestarikan Budaya Melayu”, ribuan perempuan dari berbagai latar belakang organisasi wanita, pendidik, komunitas masyarakat, hingga ibu-ibu PKK menyatukan langkah dalam satu gerak Zapin yang sarat makna, adab, dan kebersamaan.
Acara ini turut dihadiri oleh para Gubernur Riau pada masanya, Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Riau, pimpinan instansi vertikal, lembaga negara, dan lembaga pemerintah non-kementerian, serta para Rektor perguruan tinggi di Provinsi Riau beserta istri atau yang mewakili. Hadir pula pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau, General Manager Museum Rekor Indonesia (MURI) Bapak Triyono, serta Sekretaris Daerah Provinsi Riau bersama para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.
Penjabat Gubernur Riau, H. SF. Hariyanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa Tari Zapin bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan cerminan nilai disiplin, kekompakan, dan adab dalam kehidupan masyarakat Melayu. Menurutnya, Zapin mengajarkan bahwa kebersamaan lebih utama daripada menonjolkan diri, dan keindahan lahir dari keteraturan.
Ia juga menekankan makna kebaya labuh kekek yang dikenakan para penari perempuan sebagai simbol kehormatan dan martabat perempuan Melayu. Di tengah arus modernitas global, perempuan Melayu Riau justru menunjukkan bahwa nilai dan kehormatan merupakan kekuatan.
Ketua Umum BKOW Provinsi Riau, Dra. Hj. Adrias Hariyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud perjuangan budaya berbasis kebersamaan lintas organisasi perempuan. Menurutnya, budaya bukan hanya simbol, melainkan pedoman hidup yang harus dijalankan dan diwariskan agar tetap relevan sepanjang masa.
Sementara itu, Ketua Perempuan LAM Riau sekaligus Ketua Panitia, Dinawati, melaporkan bahwa persiapan kegiatan telah dilakukan sejak Oktober 2025 melalui rapat pleno lintas organisasi perempuan. Latihan rutin digelar dua kali seminggu di Halaman Helipad Kediaman Gubernur Riau dan melibatkan ratusan hingga ribuan peserta dari berbagai komunitas.
Awalnya, jumlah peserta ditargetkan sebanyak 4.000 penari. Namun setelah pelaksanaan dan verifikasi di lapangan, jumlah peserta tercatat melebihi target awal tersebut.
General Manager MURI, Triyono, menyampaikan bahwa Tari Zapin Massal ini tidak lagi berada pada level Rekor Indonesia. Menurut penilaian MURI, Zapin sebagai warisan budaya Riau dengan jumlah peserta sebesar ini layak dicatat sebagai Rekor Dunia.
MURI menilai Pemerintah Provinsi Riau telah membuktikan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kebudayaan hidup yang terus tumbuh, berkembang, dan dilestarikan secara kolektif oleh masyarakatnya.
Perhelatan Tari Zapin Massal berkebaya labuh kekek ini pun menjadi lebih dari sekadar pencatatan rekor, melainkan sebuah gerakan budaya yang menegaskan identitas, martabat, dan kebersamaan masyarakat Melayu Riau.
Liputan Tim DPP SPI










Komentar
Posting Komentar