Langsung ke konten utama

Jeritan Kepsek Ancaman Mutasi Nasib Guru Honorer Terabaikan

TAJUK RENCANA oleh redaksi PEKANBARU, SABTANEWS.COM --Di tengah badai tekanan fiskal APBD Riau, ada kelompok yang nyaris tak terdengar suaranya, namun justru menjaga denyut pelayanan negara tetap hidup: kepala sekolah dan guru honorer, terutama mereka yang bertugas di desa pinggir dan pulau-pulau terluar Ketika dana BOSDA tersendat, operasional sekolah tersendat, dan hak-hak guru honorer belum terpenuhi, para kepala sekolah memilih bertahan, bukan mengeluh. Bahkan tak sedikit yang berutang demi memastikan sekolah tetap berjalan listrik menyala, siswa belajar, dan aktivitas pendidikan tidak berhenti. Dalam kondisi normal, tindakan ini sudah layak diapresiasi. Dalam kondisi krisis anggaran, sikap ini adalah keteladanan kepemimpinan Karena itu, ketika ada mutasi jabatan terhadap kepala sekolah yang terbukti bertahan dan menjaga stabilitas sekolah di tengah krisis justru akan melukai rasa keadilan. Mutasi dalam situasi seperti ini bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan berpotensi...

Jeritan Kepsek Ancaman Mutasi Nasib Guru Honorer Terabaikan


TAJUK RENCANA

oleh redaksi

PEKANBARU, SABTANEWS.COM --Di tengah badai tekanan fiskal APBD Riau, ada kelompok yang nyaris tak terdengar suaranya, namun justru menjaga denyut pelayanan negara tetap hidup: kepala sekolah dan guru honorer, terutama mereka yang bertugas di desa pinggir dan pulau-pulau terluar

Ketika dana BOSDA tersendat, operasional sekolah tersendat, dan hak-hak guru honorer belum terpenuhi, para kepala sekolah memilih bertahan, bukan mengeluh. Bahkan tak sedikit yang berutang demi memastikan sekolah tetap berjalan listrik menyala, siswa belajar, dan aktivitas pendidikan tidak berhenti.

Dalam kondisi normal, tindakan ini sudah layak diapresiasi. Dalam kondisi krisis anggaran, sikap ini adalah keteladanan kepemimpinan

Karena itu, ketika ada mutasi jabatan terhadap kepala sekolah yang terbukti bertahan dan menjaga stabilitas sekolah di tengah krisis justru akan melukai rasa keadilan. Mutasi dalam situasi seperti ini bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan berpotensi menjadi hukuman bagi kesetiaan dan tanggung jawab

Guru Honorer: Mengabdi di Tengah Keterbatasan

Lebih sunyi lagi nasib guru-guru honorer yang mengabdi di wilayah terpencil. Mereka tetap mengajar meski hak ekonominya tertunda, bahkan kerap harus berutang demi memenuhi kebutuhan hidup. Namun di ruang kelas sederhana itulah, masa depan anak-anak Riau dititipkan

Pengabdian ini seharusnya tidak hanya dihitung sebagai jam mengajar, tetapi sebagai jasa kemanusiaan dan kebangsaan. Pemerintah daerah patut memberi penghargaan resmi, baik dalam bentuk insentif khusus, prioritas kebijakan, maupun pengakuan administratif yang bermartabat.

Negara Hadir dalam Krisis

UUD 1945 Pasal 31 menegaskan kewajiban negara dalam menjamin pendidikan. Kewajiban itu tidak gugur hanya karena krisis anggaran. Ketika fiskal tertekan, negara justru diuji: apakah ia memilih melindungi pelayan publik yang setia, atau malah menambah beban mereka dengan kebijakan yang tidak sensitif.

Dalam perspektif tata kelola pemerintahan yang baik, kepala sekolah dan guru honorer yang bertahan di tengah krisis seharusnya:

" Tidak dimutasi secara sewenang-wenang

" Diberi perlindungan kebijakan

" Diberi penghargaan, bukan sekadar ucapan terima kasih

Penutup

Defisit anggaran boleh menjadi badai, tetapi jangan biarkan badai itu merobohkan mereka yang justru menjadi tiang penyangga negara

Kepala sekolah yang bertahan dan guru honorer yang mengabdi di wilayah terluar bukan beban APBD. Mereka adalah aset moral daerah

Jika negara gagal melindungi mereka, maka yang terancam bukan hanya sistem pendidikan, tetapi kepercayaan rakyat kepada negara itu sendiri.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kasus Gantung Diri di RSJ Tampan Diduga Petugas Jaga Lalai Mengontrol CCTV

PEKANBARU, SABTANEWS.COM  - Terkait meninggalnya pasien RSJ Tampan yang diduga gantung diri, pihak keluarga korban AN menduga adanya kelalain petugas sehingga pasien gantung diri, ungkap Fiil Kunto ( keluarha dekat almarhum Ahmad Nurhadi )  saat dijumpai untuk memberikan keterangan di Polresta Pekanbaru, Rabu (30/4/2025). "Dimana, berdasarkan rekaman cctv yang ditunjukan Kepolisian kepada kami adanya percobaan gantung diri adik kami tersebut sebanyak dua kali percobaan", ucap Fiil. "Berdasarkan jam di rekaman cctv, percobaan gantung diri pertama terjadi pada hari Jumat (25/4) dipukul 05.46 sore, tapi gagal bunuh dirinya, karena kain atau baju yang dipakai korban melorot. Kemudian diulang lagi mengikat dipukul 05.48 dan dipukul 05.50 barulah diilitan dilehar turun dan menggantung, kemudian dipukul 5.52 badan korban masih bergerak dan gantung diri tersebut dijendela", terang Fiil. "Dan dipukul 05.58 baru ditemukan gantung diri oleh 3 orang petugas dan dinyatakan ...

Ikut Meriahkan HBP ke-61, Sekda Rohul Hadir di Lapas Pasir Pangarayan

PASIR PANGARAYAN, SABTANEWS.COM  - Puncak Hari Bakti Pemasyarakatan (Hbp) ke 61 Tahun 2025 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pasir Pangarayan berlangsung khidmat dan meriah pada Senin (28/4/2025). Kegiatan puncak ini dilaksanakan Tasyakuran secara serentak seluruh jajaran Pemasyarakatan Indonesia via zoom meeting. Hadir langsung di Lapas Pasir Pangarayan Bupati Rokan Hulu Anton,S.T.M.M yang diwakilkan Sekretaris Daerah M. Zaki,Ketua Dprd Rokan Hulu Hj Sumiartini, Kepala Kejaksaan Negeri Rokan Hulu, Ketua Pengadilan Negeri Pasir Pengaraian, Ketua Pengadilan Agama Pasir Pengaraian,dan Kepala Kementerian Agama Rohul. Dalam sambutan nya via virtual Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyampaikan Enam puluh satu tahun Pemasyarakatan, bukan sekadar hitungan waktu. Ini juga setara dengan ribuan kisah pengabdian, ribuan pekik perjuangan dan tentunya kesediaan tanpa pamrih dari para petugas yang bekerja dalam sunyi, menjaga api pembinaan tetap menyala di tengah ge...

Kejati Riau Geledah Kantor Disdikbud Rohil, Usut Dugaan Korupsi DAK Rp40 Miliar

Serangkaian kegiatan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menggeledah Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) di Bagansiapiapi, Rabu (30/4/2025). Langkah ini merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan dan rehabilitasi Sekolah Dasar (SD) tahun anggaran 2023. ROKAN HILIR, SABTANEWS.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menggeledah Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) di Bagansiapiapi, Rabu (30/4/2025). Langkah ini merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan dan rehabilitasi Sekolah Dasar (SD) tahun anggaran 2023. “Penggeledahan dilakukan oleh Tim Penyidik pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Riau,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Zikrullah. Dari penggeledahan itu, penyidik menyita sejumlah dokumen penting dan satu unit laptop yang diduga digunakan untuk menyusun rekapitulasi dana proyek. Data awal m...