Lapas Bengkalis Tetap Mengusulkan Remisi Imlek Jumlah Nihil


BENGKALIS, SABTANEWS.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis pada perayaan Tahun Baru Imlek 2025 tetap mengusulkan remisi khusus bagi warga binaan.

Kepala Lapas Bengkalis Kriston Napitupulu menyampaikan bahwa setelah dilakukan verifikasi terhadap data warga binaan, tidak ada narapidana yang memenuhi syarat administratif maupun substantif untuk menerima remisi khusus Imlek.

“Proses pengusulan remisi harus berdasarkan aturan yang berlaku, termasuk ketaatan beragama sesuai hari besar keagamaan yang dirayakan. Namun, tahun ini, hasil verifikasi menunjukkan jumlahnya nihil,” ujar Kriston.

Remisi khusus diberikan kepada narapidana yang memenuhi syarat, termasuk aktif menjalankan ibadah sesuai agama dan menunjukkan perilaku baik selama masa pembinaan. Tidak ada napi Lapas Bengkalis yang beragama Khonghucu.

Kendati demikian, Lapas Bengkalis terus berkomitmen memberikan pembinaan yang optimal bagi seluruh warga binaan, tanpa memandang latar belakang agama atau keyakinan. Harapannya, pembinaan ini dapat membantu para warga binaan kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik.

Pentingnya evaluasi administrasi dan substantif dalam pemberian remisi agar sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.* (ae-rls)



Komentar

POPULER

Kemenangan Kongres Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Universitas LancangKuning Periode 2026–2027

Polsek Bukit Raya Gelar Patroli Asmara Subuh, 21 Kendaraan Berknalpot Brong Diamankan

Presiden Prabowo Resmikan Unhan, Wamen Viva Yoga: Mencetak Patriot Bangsa yang Cerdas, Unggul, dan Cinta Tanah Air

Kajati Riau Hadiri Buka Puasa Bersama Lembaga Adat Melayu Riau

Sekum DPP SPI Apresiasi Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru Atas Pelunasan Hutang Pemko Pekanbaru di Akhir Tahun 2025

Menilai Pemasyarakatan Riau Secara Utuh di Tengah Sorotan Publik

Himpunan Mahasiswa Hukum Perdata FH UIR Gelar Kuliah Umum dan Teken MoA dengan FH UNISSULA

Polsek Siak Hulu Tangkap Pelaku Narkoba Jenis Pil Extasi Merk Youtobe

APBD Runtuh, Pendidikan Dikorbankan: Alarm Keras Kegagalan Kepemimpinan