LABUHAN BATU, SABTANEWS.COM - Kodim 0209/Labuhanbatu melalui Babinsa Koramil 13/Aek Nabara bergerak cepat mengamankan arus lalu lintas pasca terjadinya kecelakaan satu unit truk engkel di jalur lintas Sumatera (Jalinsum) wilayah Kecamatan Bilah Hulu, Kamis (29/01/2026). Langkah sigap tersebut dilakukan guna menjaga keselamatan pengguna jalan serta mencegah kemacetan berkepanjangan. Babinsa Koramil 13/AN Pelda Fahrul H. Rambe langsung turun ke lokasi kejadian setelah menerima informasi adanya truk yang mengalami kecelakaan dan menutup sebagian badan jalan. Kehadiran Babinsa di lokasi berfokus pada pengaturan lalu lintas, pengamanan area kejadian, serta membantu proses evakuasi kendaraan agar arus kendaraan tetap berjalan lancar.Pelda Fahrul H. Rambe menjelaskan bahwa tindakan cepat dilakukan untuk menghindari potensi kecelakaan susulan. “Babinsa bersama unsur terkait segera mengatur arus kendaraan agar tetap aman dan terkendali, sekaligus memastikan situasi di sekitar lokasi tetap kondu...
Romo Kefas : " Pelarangan Pemakaian Jilbab bagi Paskibra oleh BPIP, Merusak Nilai - Nilai Pancasila"
SABTANEWS.COM, Kota Bogor - Terkait Pemberitaan tentang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang diduga membuat peraturan Soal Larangan Paskibraka Pakai Jilbab, ketua Pewarna Indonesia Propinsi Jawa Barat Kefas Hervin Devananda,S.Th,M.Pd.K. sangat menyayangkan adanya dugaan larangan berjilbab bagi Paskibraka muslimah.
Jika larangan itu benar adanya, Pria yang biasa di sapa Romo Kefas meminta untuk dicabut.
"Kalau benar ada pelarangan anggota Paskibraka memakai jilbab, maka larangan itu harus dicabut,karena menimbulkan kegaduhan" kata Pria yang juga Ketua Presedium FORMAKSI (Forum Masyarakat Kristen Bekasi) saat diwawancara media dibogor pada rabu malam (14/08)
Ayah satu Putra ini, menilai dugaan larangan berjilbab itu sebagai tindakan yang mencederai nilai-nilai yang terkandug dalam Pancasila.
"Pelarangan itu merupakan tindakan diskriminatif yang bertentangan dengan Pancasila, menodai Ke Bhinneka an , dan hak asasi manusia serta menggangu kerukunan antar umat beragama di bangsa ini ," ujar Romo Kefas .
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) harus memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai - nilai Pancasila sebagai semangat dan karakter bangsa yang berdaulat dan bermartabat, menghidupi atau membumi pancasila dalam kehidupan berbangsa bukan malah membuat polemik atau kegaduhan serta merusak Moderasi Beragama yang tengah di upayakan oleh pemerintah, jelasnya.
Harapan saya dalam hal ini Bapak Presiden Jokowi bisa menyikapi dan mengevaluasi keberadaan BPIP ungkapnya (Red)
Komentar
Posting Komentar