TAJUK RENCANA oleh redaksi PEKANBARU, SABTANEWS.COM --Di tengah badai tekanan fiskal APBD Riau, ada kelompok yang nyaris tak terdengar suaranya, namun justru menjaga denyut pelayanan negara tetap hidup: kepala sekolah dan guru honorer, terutama mereka yang bertugas di desa pinggir dan pulau-pulau terluar Ketika dana BOSDA tersendat, operasional sekolah tersendat, dan hak-hak guru honorer belum terpenuhi, para kepala sekolah memilih bertahan, bukan mengeluh. Bahkan tak sedikit yang berutang demi memastikan sekolah tetap berjalan listrik menyala, siswa belajar, dan aktivitas pendidikan tidak berhenti. Dalam kondisi normal, tindakan ini sudah layak diapresiasi. Dalam kondisi krisis anggaran, sikap ini adalah keteladanan kepemimpinan Karena itu, ketika ada mutasi jabatan terhadap kepala sekolah yang terbukti bertahan dan menjaga stabilitas sekolah di tengah krisis justru akan melukai rasa keadilan. Mutasi dalam situasi seperti ini bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan berpotensi...
Bupati Bergelar Datuak Suka Berjoget, Aktivis Muda Riau Diki Syahputra Sebut Kuansing Negeri Beradat Bukan Negeri Berjoget
SABTANEWS COM - KUANSING - Aktivis muda Riau asal Kuantan Singingi (Kuansing), Diki Syahputra menyayangkan perilaku Bupati Suhardiman Amby yang suka berjoget-joget di hadapan ribuan masyarakat. Hal ini menurut Diki, karena Kuansing adalah negeri beradat.
Dikatakan Diki Syahputra, perilaku Bupati Kuansing sangat tidak elok, selain karena Kuansing ini sebuah negeri yang beradat juga bupati yang menjabat saat ini adalah seorang yang bergelar datuak.
"Gelar datuak ini biasanya di sematkan atau di berikan oleh adat, seharunya Bupati harus menjaga gelar adat yang di sematkan tersebut," kata pria yang akrab dengan sapaan Diki ini kepada wartawan, Kamis (25/07/2024).
"Biasanya kalau seseorang yang bergelar datuak itu sangat menjaga perilaku, penampilan dan cakapnya agar masyarakat dapat menyegani orang yang bergelar adat/datuak tersebut," terangnya lebih lanjut.
Lebih lanjut, Diki juga menyinggung tentang jabatan yang sedang di emban oleh Bupati, seharunya menurut Diki, seorang Bupati/Pejabat publik harus menjaga marwah dan martabat.
"Sebagai pejabat publik, Bupati harusnya berperilaku lebih santun, bukan joget-joget di hadapan masyarakat," lanjut Diki
"Kan sama saja memberikan contoh yang tidak baik kepada bawahan atau masyarakatnya sendiri," ucap Diki lagi.
Selain itu, Diki juga menyoroti terkait acara hiburan-hiburan rakyat di setiap acara pembukaan atau penutupan pacu jalur pada setiap gelanggang,
"Boleh tanya gak, itu setiap acara saya pacu jalur baik acara pembukaan atau penutupan, selalu menghadirkan artis atau penyanyi dari luar daerah," tanya Diki heran.
Terakhir, Diki mengungkapkan, bahwa, Kabupaten Kuansing mempunyai musik khas seperti, Randai atau Dendang yang juga bisa menghibur masyarakat.
"Seharunya, kita sebagai tuan rumah harus mengutamakan budaya musik kita, terutama kepada generasi muda kita agar mereka juga mengetahui budaya musik kita dan bisa melanjutkan dan menjaga budaya-budaya musik kita yang ada di kabupaten Kuantan Singingi," pungkas Diki
Tim investigasi
Komentar
Posting Komentar