NGAWI, SABTANEWS.COM – Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto, tengah meninjau dan menyiapkan rencana pembangunan infrastruktur jembatan di dua titik strategis di wilayah Kabupaten Ngawi. Langkah ini diambil untuk mengatasi kendala aksesibilitas warga yang selama ini terhambat oleh kondisi geografis dan keterbatasan sarana penyeberangan. Danrem Untoro, menyampaikan bahwa sasaran pertama rencana pembangunan adalah Jembatan Gantung di Desa Puhti, Kecamatan Karangjati. Jembatan ini direncanakan memiliki panjang 40 meter dengan lebar 1,5 meter. "Jembatan ini akan menghubungkan dua area di Dusun Puhti yang terpisah oleh aliran sungai sejak tahun 1970-an. Akibat pengikisan tanah yang memperlebar sehingga menjadi sungai, sebanyak 35 Kepala Keluarga (KK) terisolasi secara akses langsung," ujarnya, Selasa (13/1/2026). Selama ini, warga dan anak sekolah di wilayah tersebut harus memutar sejauh 2 kilometer untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Pembangunan jembatan gantung...
Bupati Bergelar Datuak Suka Berjoget, Aktivis Muda Riau Diki Syahputra Sebut Kuansing Negeri Beradat Bukan Negeri Berjoget
SABTANEWS COM - KUANSING - Aktivis muda Riau asal Kuantan Singingi (Kuansing), Diki Syahputra menyayangkan perilaku Bupati Suhardiman Amby yang suka berjoget-joget di hadapan ribuan masyarakat. Hal ini menurut Diki, karena Kuansing adalah negeri beradat.
Dikatakan Diki Syahputra, perilaku Bupati Kuansing sangat tidak elok, selain karena Kuansing ini sebuah negeri yang beradat juga bupati yang menjabat saat ini adalah seorang yang bergelar datuak.
"Gelar datuak ini biasanya di sematkan atau di berikan oleh adat, seharunya Bupati harus menjaga gelar adat yang di sematkan tersebut," kata pria yang akrab dengan sapaan Diki ini kepada wartawan, Kamis (25/07/2024).
"Biasanya kalau seseorang yang bergelar datuak itu sangat menjaga perilaku, penampilan dan cakapnya agar masyarakat dapat menyegani orang yang bergelar adat/datuak tersebut," terangnya lebih lanjut.
Lebih lanjut, Diki juga menyinggung tentang jabatan yang sedang di emban oleh Bupati, seharunya menurut Diki, seorang Bupati/Pejabat publik harus menjaga marwah dan martabat.
"Sebagai pejabat publik, Bupati harusnya berperilaku lebih santun, bukan joget-joget di hadapan masyarakat," lanjut Diki
"Kan sama saja memberikan contoh yang tidak baik kepada bawahan atau masyarakatnya sendiri," ucap Diki lagi.
Selain itu, Diki juga menyoroti terkait acara hiburan-hiburan rakyat di setiap acara pembukaan atau penutupan pacu jalur pada setiap gelanggang,
"Boleh tanya gak, itu setiap acara saya pacu jalur baik acara pembukaan atau penutupan, selalu menghadirkan artis atau penyanyi dari luar daerah," tanya Diki heran.
Terakhir, Diki mengungkapkan, bahwa, Kabupaten Kuansing mempunyai musik khas seperti, Randai atau Dendang yang juga bisa menghibur masyarakat.
"Seharunya, kita sebagai tuan rumah harus mengutamakan budaya musik kita, terutama kepada generasi muda kita agar mereka juga mengetahui budaya musik kita dan bisa melanjutkan dan menjaga budaya-budaya musik kita yang ada di kabupaten Kuantan Singingi," pungkas Diki
Tim investigasi
Komentar
Posting Komentar