Kisruh Dugaan Gudang CPO Ilegal Yang Diduga Dibeakup Oknum Wartawan,Dewan Pers Menyarankan Untuk Buat Laporan ke DP


 
RAIU, SABTANEWS.COM -- Belakangan ini di provinsi riau, khususnya di kota Dumai, terjadi kekisruhan antar rekan rekan Jurnalis yang mana patut diduga awal mulanya karena statemente seorang oknum wartawan yang melakukan pembackupan terhadap Gudang CPO Ilegal yang mengeluarkan statemente dan melecehkan profesi Wartawan melalui Chat WhatsApp Pribadinya

Dimana dalam sebahagian chat WhatsApp pribadi oknum wartawan yang diketahui berinisial AM tersebut mengatakan "Terima Kasih sudah mempromosikan Saya, nanti Saya kasih duit 20 ribu satu orang, jangan dinilai dari nominalnya, sampaikan kepada teman teman, kalau mau photo minta aja.Oh...iya, tambahkan lagi statemente,"ya saya yang beak up BBM, Galian C,Gelper dan CPO di Dumai,mau apa kalian,?mau jatah.?, ucapnya sambil mengatakan "kalau naik nanti linknya ya,biar Saya kasih duit kopi 

Mendapat jawaban demikian, salah seorang wartawan yang berinteraksi dengan AM menyikapinya isi pesan WhatsApp AM.Bahkan Ia sempat meminta AM untuk mengirim photo terbaru AM

"Kirim lah foto terbarunya.biar mantap beritanya,biar besar gaungnya CPO Dumai dan yang mem beak up.oknum wartawan

Atas beredarnya perdebatan pembicaraan via WhatsApp mereka di grup media sosial yang sempat viral itu,akhirnya menjadi perhatian kuli tinta di Provinsi Riau, khususnya Kota Dumai.bahkan mengecap perlakuan AM yang diduga sudah melecehkan profesi Wartawan.apalagi di unggahan Facebook pribadi AM,Ia menuliskan kalau Wartawan Tikus kecil dengan level 20 ribu,dan mengatakan wartawan "Baruak" (Monyet).

Ooi, wartawan "amplop" cuma sebatas itu kemampuan kalian.? Kalian Cuma Tikus Kecil, Level kalian cuma 20 ribuan."Baruak."ucap AM di Facebook pribadi

Mendapati kekisruhan itu, akhirnya awak media  melakukan konfirmasi melalui  WhatsApp kepada Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu.yang mana akhirnya diarahkan beliau untuk berkomunikasi kepada  Yadi Hendriana selaku Komisioner Dewasa Pers bidang Pengaduan dan Ia menyarankan untuk untuk melayangkan aduan ke Dewan Pers

"Silahkan adukan ke Dewan Pers jika ada wartawan yang melakukan pemerasan,atau melakukan praktek tidak sesuai kode etik."ucapnya

Bahkan Ia juga menambahkan, Wartawan yang memeras, melakukan tindak pidana dia tidak bekerja untuk Jurnalistik ;  UU Pers tidak melindungi mereka,itu ranahnya Pidana."tegasnya lagi.

Dan ketika ditanya tentang terkait dugaan Oknum Wartawan yang melakukan pembackupan terhadap Gudang CPO yang diduga ilegal, Yadi Hendriana kembali menyarankan untuk melaporkan oknum tersebut. (Pajar Saragih)

Sumber : DPP AMI

Komentar

POPULER

API Riau Ambil Peran Strategis dalam Suksesnya AHCC 2026: Menguatkan Gembala, Membangun Gereja

Muhammad Yahya Lase Resmi Nahkodai Satgasus DPC GRIB JAYA Pekanbaru, Ketua DPC S Hondro: "Satgasus Harus Solid, Profesional, dan Satu Komando"

Tetap Semangat Percepat Pengecoran Rabat Jalan, Anggota Satgas TMMD Ke 127 Kodim 0808/Blitar Di Bulan Puasa

Dukung Perencanaan Pembangunan Daerah, Kalapas Pekanbaru Hadiri Forum RKPD Kota Pekanbaru Tahun 2027

Turun Langsung Bersama Warga, Polresta Pekanbaru Pimpin Gema Berseri di Pasar Dupa

Serda Tito, Pembentukan Karakter Sikap Dan Mental Linmas Harus Selalu Dilatih Oleh Babinsa

KONSOLIDASI PERDANA: KETUA DPC DAN KETUA SATGASUS GRIB JAYA PEKANBARU RUMUSKAN LANGKAH STRATEGIS ORGANISASI

AHCC Pekanbaru 2026: Ketika Pemimpin Dipulihkan, Pelayanan Digerakkan Kembali

Sinergitas Antara TNI dan Pemerintah Daerah Terus Diperkuat Melalui Langkah-Langkah Nyata

Presiden Prabowo Resmikan Unhan, Wamen Viva Yoga: Mencetak Patriot Bangsa yang Cerdas, Unggul, dan Cinta Tanah Air