PEKANBARU, SABTANEWA.COM --“Dewan Pimpinan Pusat Solidaritas Pers Indonesia (SPI), melalui saya Sabam Tanjung selaku Sekretaris Umum, mendesak kepada Bapak SF Harianto selaku Plt Gubernur Riau untuk segera mengambil tindakan tegas dan konkret menyelesaikan persoalan mangkraknya pembangunan RSUD Arifin Achmad (AA) terutama gedung Pelayanan Jantung Terpadu. Kondisi saat ini sangat memprihatinkan: meskipun proyek dimulai pada 2022 dengan dukungan anggaran APBN/DAK, gedung belum selesai, dan peralatan medis senilai belasan miliar rupiah justru terlantar di rumah sakit tanpa bisa dimanfaatkan. Padahal, masyarakat Riau khususnya dari daerah luar kota besar seperti Pekanbaru sangat berharap bahwa fasilitas pelayanan kesehatan khusus jantung tersedia di provinsi ini, agar tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke luar daerah untuk berobat. SPI melihat mangkraknya proyek ini sebagai kegagalan penataan pelayanan kesehatan publik, dan menyatakan bahwa anggaran dan ...
Kisruh Dugaan Gudang CPO Ilegal Yang Diduga Dibeakup Oknum Wartawan,Dewan Pers Menyarankan Untuk Buat Laporan ke DP
RAIU, SABTANEWS.COM -- Belakangan ini di provinsi riau, khususnya di kota Dumai, terjadi kekisruhan antar rekan rekan Jurnalis yang mana patut diduga awal mulanya karena statemente seorang oknum wartawan yang melakukan pembackupan terhadap Gudang CPO Ilegal yang mengeluarkan statemente dan melecehkan profesi Wartawan melalui Chat WhatsApp Pribadinya
Dimana dalam sebahagian chat WhatsApp pribadi oknum wartawan yang diketahui berinisial AM tersebut mengatakan "Terima Kasih sudah mempromosikan Saya, nanti Saya kasih duit 20 ribu satu orang, jangan dinilai dari nominalnya, sampaikan kepada teman teman, kalau mau photo minta aja.Oh...iya, tambahkan lagi statemente,"ya saya yang beak up BBM, Galian C,Gelper dan CPO di Dumai,mau apa kalian,?mau jatah.?, ucapnya sambil mengatakan "kalau naik nanti linknya ya,biar Saya kasih duit kopi
Mendapat jawaban demikian, salah seorang wartawan yang berinteraksi dengan AM menyikapinya isi pesan WhatsApp AM.Bahkan Ia sempat meminta AM untuk mengirim photo terbaru AM
"Kirim lah foto terbarunya.biar mantap beritanya,biar besar gaungnya CPO Dumai dan yang mem beak up.oknum wartawan
Atas beredarnya perdebatan pembicaraan via WhatsApp mereka di grup media sosial yang sempat viral itu,akhirnya menjadi perhatian kuli tinta di Provinsi Riau, khususnya Kota Dumai.bahkan mengecap perlakuan AM yang diduga sudah melecehkan profesi Wartawan.apalagi di unggahan Facebook pribadi AM,Ia menuliskan kalau Wartawan Tikus kecil dengan level 20 ribu,dan mengatakan wartawan "Baruak" (Monyet).
Ooi, wartawan "amplop" cuma sebatas itu kemampuan kalian.? Kalian Cuma Tikus Kecil, Level kalian cuma 20 ribuan."Baruak."ucap AM di Facebook pribadi
Mendapati kekisruhan itu, akhirnya awak media melakukan konfirmasi melalui WhatsApp kepada Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu.yang mana akhirnya diarahkan beliau untuk berkomunikasi kepada Yadi Hendriana selaku Komisioner Dewasa Pers bidang Pengaduan dan Ia menyarankan untuk untuk melayangkan aduan ke Dewan Pers
"Silahkan adukan ke Dewan Pers jika ada wartawan yang melakukan pemerasan,atau melakukan praktek tidak sesuai kode etik."ucapnya
Bahkan Ia juga menambahkan, Wartawan yang memeras, melakukan tindak pidana dia tidak bekerja untuk Jurnalistik ; UU Pers tidak melindungi mereka,itu ranahnya Pidana."tegasnya lagi.
Dan ketika ditanya tentang terkait dugaan Oknum Wartawan yang melakukan pembackupan terhadap Gudang CPO yang diduga ilegal, Yadi Hendriana kembali menyarankan untuk melaporkan oknum tersebut. (Pajar Saragih)
Sumber : DPP AMI

Komentar
Posting Komentar