Oleh Sabam Tanjung Artikel Opini Demokrasi elektoral seharusnya tidak berhenti di bilik suara. Namun dalam praktiknya, pasca Pilkada, yang sering terjadi justru sebaliknya: suara rakyat terutama perempuan perlahan dipinggirkan, sementara lingkaran kekuasaan semakin menyempit pada kolega, kerabat, dan jejaring kepentingan. Dalam setiap tahapan Pilkada, perempuan memegang peran yang sangat strategis. Mereka bukan hanya pemilih, tetapi penggerak. Dari dapur ke posyandu, dari arisan ke majelis taklim, perempuan khususnya ibu-ibu menjadi simpul utama penyebaran pesan politik dan pembentuk opini publik. Tanpa keterlibatan mereka, banyak kandidat tak akan sampai ke kursi kekuasaan. Namun ironi demokrasi itu muncul setelah kemenangan diraih. Dari Pendukung Menjadi Penonton Pasca-Pilkada, tidak sedikit perempuan pendukung kepala daerah justru merasa kehilangan ruang partisipasi. Aspirasi yang dulu didengar kini tak lagi mendapat tempat. Mereka tidak diajak bicara, tidak dilibatkan dalam pe...
SABTANEWS COM - NTT - Pos Manamas Satgas Yonkav 6/Naga Karimata laksanakan karya bhakti untuk bebaskan genangan air dan jalan rusak yang ada di Desa Manamas, Kec. Naibenu, Kab.TTU, Prov. NTT. (31/5/24)
Dalam rangka membantu masyarakat sekitar dari jalan berlubang, Pos Manamas Satgas Yonkav 6/Naga Karimata melaksanakan pembersihan dan penimbunan terhadap jalan berlubang yang ada di Desa Manamas. Karya bhakti ini merupakan sebuah usaha yang dilakukan untuk membantu akses jalan masyarakat dan juga menjaga Kesehatan masyarakat agar terhindar dari penyakit malaria.
"Genangan air dapat menyebabkan penyebaran penyakit malaria semakin meluas. Oleh karena itu, kami berupaya untuk menutup genangan air dengan pasir dan juga membersihkan daerah sekitar." Ungkap Danpos Manamas Sertu Roy Efendi. (Yonkav 6/NK)
Komentar
Posting Komentar