NGAWI, SABTANEWS.COM – Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto, tengah meninjau dan menyiapkan rencana pembangunan infrastruktur jembatan di dua titik strategis di wilayah Kabupaten Ngawi. Langkah ini diambil untuk mengatasi kendala aksesibilitas warga yang selama ini terhambat oleh kondisi geografis dan keterbatasan sarana penyeberangan. Danrem Untoro, menyampaikan bahwa sasaran pertama rencana pembangunan adalah Jembatan Gantung di Desa Puhti, Kecamatan Karangjati. Jembatan ini direncanakan memiliki panjang 40 meter dengan lebar 1,5 meter. "Jembatan ini akan menghubungkan dua area di Dusun Puhti yang terpisah oleh aliran sungai sejak tahun 1970-an. Akibat pengikisan tanah yang memperlebar sehingga menjadi sungai, sebanyak 35 Kepala Keluarga (KK) terisolasi secara akses langsung," ujarnya, Selasa (13/1/2026). Selama ini, warga dan anak sekolah di wilayah tersebut harus memutar sejauh 2 kilometer untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Pembangunan jembatan gantung...
SABTANEWS.COM, Papua - Papua Tanah Injil, Papua Tanah Damai, tetapi hingga saat ini di berbagai wilayah pegunungan Tanah Papua masih terjadi konflil kekerasan bersenjata, yang gilirannya menyasar korban masyarakat sipil di Tanah Papua yang tidak berdosa. Kekerasan demi kekerasan tidak pernah menyelesaikan masalah di Papua, sebaliknya hanya menciptakan korban, ketakutan dan pengungsi. Rakyat Tanah Papua, yakni Orang Asli Papua karenanya harus lari bersembunyi ke hutan-hutan dan pengunungan karena kampungnya diduduki aparat militer.
Pemerintah sebaiknya siap berdialog dengan unsur pimpinan-pimpinan gereja di Tanah Papua, duduk bersama mendengar langsung dari tokoh-tokoh gereja di Tanah Papua, untuk mencari jalan terbaik atas beragam masalah kelerasan yang terus terjadi bahkan menambah jumlah korban jiwa melayang sia-sia dari berbagai pihak. Hentikan berbagai pengejaran yang menyasar pada Orang Asli Papua yang tidak berdosa, apapun alasannya.
Semakin banyak pengungsi yang mengungsi di tanahnya sendiri Papua, semakin sulit mencari titik temu untuk berdialog. Media sosial youtube hari ini, 8/8/2023, menampilkan judul "nama saya Pengungsi" gambar dari masyarakat sipil yang harus lari tinggalkan kampung Aitrem, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, yang mengungsi ke hutan-hutan karena kampungnya dipakai aparat militer, dan ini sudah sering terjadi jika dikaitkan dengan para pengungsi yang ketakutan. Salah satu tampilan di berita pengungsi dari kampung Aitrem, adalah anak yang diberi nama "Pengungsi".
Tidak tahu apa alasannya anak ini disebut "Pengungsi" yang pasti anak ini lahir disaat pengungsian terjadi. Jika Pemerintah berkali-kali berkata, penyelesaian masalah Papua dilakukan melalui "pendekatan kemanusiaan", hentikan berbagai kekerasan, terutama kontak senjata yang hanya menciptakan anak-anak lahir di pengungsian dan korban jiwa yang sesungguhnya masih bisa dihindari. Jika masih mengaku semua pihak takut akan Allah, ciptakan damai dan hindari letusan senjata! Semoga!
Salam Injili
Ronny Mandang
Ketum PGLII
Komentar
Posting Komentar