SIAK, SABTANEWS.COM - Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan komitmennya untuk membantu Pemerintah Kabupaten Siak dalam memperbaiki kondisi infrastruktur jalan yang dinilai membutuhkan perhatian serius. Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Siak Sri Indrapura, pada Selasa (6/1/2026). Plt Gubri SF Hariyanto mengatakan bahwa kehadirannya ke Siak bukan hanya sekadar agenda seremonial, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi nyata di lapangan. Ia mengatakan, evaluasi terhadap jalan-jalan rusak menjadi fokus utama kunjungannya. “Saya siap untuk membantu Siak. Guna saya datang ke sini sambil melihat jalanan, itu yang akan dievaluasi,” katanya. Dijelaskan, setibanya kembali di Pekanbaru nanti, dirinya akan segera memanggil Dinas PUPR Provinsi Riau serta Kepala UPT terkait untuk membahas langkah-langkah konkret percepatan perbaikan jalan di Siak. Menurutnya, penanganan tidak boleh berlarut-larut karena menyangkut keselamatan masyarakat. “Begitu nanti sore...
SABTANEWS.COM, Papua - Papua Tanah Injil, Papua Tanah Damai, tetapi hingga saat ini di berbagai wilayah pegunungan Tanah Papua masih terjadi konflil kekerasan bersenjata, yang gilirannya menyasar korban masyarakat sipil di Tanah Papua yang tidak berdosa. Kekerasan demi kekerasan tidak pernah menyelesaikan masalah di Papua, sebaliknya hanya menciptakan korban, ketakutan dan pengungsi. Rakyat Tanah Papua, yakni Orang Asli Papua karenanya harus lari bersembunyi ke hutan-hutan dan pengunungan karena kampungnya diduduki aparat militer.
Pemerintah sebaiknya siap berdialog dengan unsur pimpinan-pimpinan gereja di Tanah Papua, duduk bersama mendengar langsung dari tokoh-tokoh gereja di Tanah Papua, untuk mencari jalan terbaik atas beragam masalah kelerasan yang terus terjadi bahkan menambah jumlah korban jiwa melayang sia-sia dari berbagai pihak. Hentikan berbagai pengejaran yang menyasar pada Orang Asli Papua yang tidak berdosa, apapun alasannya.
Semakin banyak pengungsi yang mengungsi di tanahnya sendiri Papua, semakin sulit mencari titik temu untuk berdialog. Media sosial youtube hari ini, 8/8/2023, menampilkan judul "nama saya Pengungsi" gambar dari masyarakat sipil yang harus lari tinggalkan kampung Aitrem, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, yang mengungsi ke hutan-hutan karena kampungnya dipakai aparat militer, dan ini sudah sering terjadi jika dikaitkan dengan para pengungsi yang ketakutan. Salah satu tampilan di berita pengungsi dari kampung Aitrem, adalah anak yang diberi nama "Pengungsi".
Tidak tahu apa alasannya anak ini disebut "Pengungsi" yang pasti anak ini lahir disaat pengungsian terjadi. Jika Pemerintah berkali-kali berkata, penyelesaian masalah Papua dilakukan melalui "pendekatan kemanusiaan", hentikan berbagai kekerasan, terutama kontak senjata yang hanya menciptakan anak-anak lahir di pengungsian dan korban jiwa yang sesungguhnya masih bisa dihindari. Jika masih mengaku semua pihak takut akan Allah, ciptakan damai dan hindari letusan senjata! Semoga!
Salam Injili
Ronny Mandang
Ketum PGLII
Komentar
Posting Komentar