Posko Pengaduan SMAN 8 Pekanbaru Terima 360 Laporan Selama SPMB 2026, Mayoritas Soal Peluang Kelulusan
Kepala SMA Negeri 8 Pekanbaru, Benny Rio Denaldy, S.Si., M.Si., mengatakan pihak sekolah tetap membuka pelayanan hingga detik-detik terakhir penutupan pendaftaran guna membantu masyarakat memperol eh informasi dan pendampingan teknis.
"Penutupan pelaksanaan SPMB di SMA Negeri 8 Pekanbaru berjalan dengan baik. Pada saat-saat terakhir masih ada orang tua yang datang untuk memantau persaingan dan posisi anak mereka dalam proses seleksi. Sistem pendaftaran ditutup pada pukul 17.30 WIB," ujarnya.
Menurut Benny, sebagian besar pengaduan yang diterima berkaitan dengan kepastian peluang kelulusan calon murid berdasarkan peringkat terakhir yang tampil pada sistem. Para orang tua ingin memastikan tidak ada perubahan yang dapat menggeser posisi anak mereka menjelang penutupan pendaftaran.
"Masyarakat mempertanyakan apakah posisi terakhir anak mereka aman atau tidak. Mereka terus memantau kemungkinan adanya pendaftar baru yang masuk dan memengaruhi posisi dalam seleksi," jelasnya.
Selain itu, sekolah juga memberikan pendampingan kepada calon murid yang mengalami kendala teknis saat mengakses sistem pendaftaran. Berbagai persoalan seperti data yang tidak muncul maupun akun yang mengalami gangguan dapat diselesaikan melalui layanan langsung di sekolah.
"Karena akun pendaftaran berada pada masing-masing calon murid, kami membantu secara langsung agar proses pendaftaran berjalan lancar dan tidak merugikan peserta," tambahnya.
Terkait daya tampung, Benny menjelaskan bahwa jalur domisili menjadi jalur dengan tingkat persaingan paling ketat. Dari kuota yang tersedia sebanyak 158 kursi, jumlah pendaftar yang bertahan hingga penutupan mencapai sekitar 320 orang.
"Untuk jalur domisili kuotanya sudah penuh. Dari kuota 158 orang, pelamarnya sekitar 320 orang. Sementara pada jalur afirmasi masih terdapat kekosongan sekitar 26 kursi. Jalur lainnya umumnya sudah terisi penuh, kecuali jalur prestasi internasional yang masih minim peminat," terangnya.
Bagi calon murid yang tidak lolos melalui jalur domisili, pihak sekolah berupaya memberikan solusi dengan mengarahkan mereka ke sekolah-sekolah terdekat yang masih memiliki daya tampung.
Sementara itu, Ketua Komite SMA Negeri 8 Pekanbaru, Delisis Hasanto, menilai pelaksanaan SPMB tahun ini secara umum berlangsung aman dan kondusif. Namun demikian, masih terdapat sejumlah pengaduan dari masyarakat, khususnya orang tua calon murid yang anaknya tidak diterima meskipun berdomisili relatif dekat dengan sekolah.
Menurut Delisis, sebagian besar persoalan tersebut bukan disebabkan oleh faktor jarak tempat tinggal, melainkan nilai akademik yang menjadi salah satu komponen penentu dalam proses seleksi.
"Secara umum kondisinya aman. Ada beberapa orang tua yang mempertanyakan mengapa anak mereka tidak diterima meskipun rumahnya dekat dengan sekolah. Setelah ditelusuri, banyak yang terkendala pada nilai yang dimiliki calon murid," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pada jalur domisili, kedekatan tempat tinggal dengan sekolah bukan satu-satunya faktor yang menentukan kelulusan. Ketika jumlah pendaftar melebihi kuota yang tersedia, maka sistem akan melakukan perangkingan berdasarkan ketentuan yang berlaku
"Anaknya memang dekat dengan sekolah, tetapi karena nilainya lebih rendah dibanding pendaftar lain, akhirnya tereliminasi oleh sistem seleksi. Jadi persoalannya bukan semata-mata jarak, tetapi juga nilai yang dimiliki calon murid," jelasnya.
Selain faktor nilai, Delisis menilai penerapan sistem klaster masih menjadi perhatian masyarakat. Menurutnya, masih banyak orang tua yang belum sepenuhnya memahami mekanisme SPMB sehingga muncul anggapan bahwa kedekatan domisili otomatis menjamin diterima di sekolah tujuan.
"Kalau dari sisi sosialisasi sebenarnya sudah dilakukan. Namun yang menjadi persoalan ketika calon murid yang tinggal dekat sekolah tidak diterima karena nilai yang kurang memenuhi persyaratan. Kondisi ini membuat mereka kesulitan mencari alternatif sekolah negeri lainnya," katanya.
Ia menambahkan, tidak adanya sistem zonasi seperti tahun-tahun sebelumnya menyebabkan sebagian calon murid harus mencari sekolah lain yang masih memiliki daya tampung. Akibatnya, tidak sedikit yang akhirnya memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta.
Berdasarkan data yang disampaikan Humas SMA Negeri 8 Pekanbaru, Samhati, S.Pd., selama pelaksanaan SPMB 2026 pihak sekolah membuka Posko Pelayanan dan Pengaduan mulai 8 Juni hingga penutupan pendaftaran pada 19 Juni 2026.
Selama periode tersebut, posko menerima 360 layanan masyarakat yang terdiri dari 133 permintaan informasi, 113 konsultasi, dan 114 pengaduan. Mayoritas laporan yang masuk berkaitan dengan peluang kelulusan calon murid berdasarkan posisi peringkat terakhir yang ditampilkan dalam sistem seleksi.
Tingginya jumlah layanan yang diberikan menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap proses penerimaan murid baru sekaligus menggambarkan masih perlunya pendampingan dan pemahaman yang lebih luas mengenai mekanisme SPMB 2026 agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Liputan ST

Komentar
Posting Komentar