Polres Humbahas Resmi Mulai Operasi Keselamatan Toba 2026, Fokus Wujudkan Lalu Lintas Aman Dan Humanis
Apel gelar pasukan ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Humbahas, Kompol Manson Nainggolan, S.H., M.Si., dan diikuti oleh personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan, yang akan terlibat aktif dalam Operasi Keselamatan Toba 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan seluruh unsur terkait dalam mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres Humbahas, khususnya menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026 dan meningkatnya mobilitas masyarakat.
Apel mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026.” Sebagai simbol dimulainya operasi secara resmi, dilakukan penyematan pita operasi kepada perwakilan personel yang terlibat.
Apel gelar pasukan turut dihadiri oleh Asisten I Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, Sabar Purba, yang mewakili Bupati Humbang Hasundutan, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Humbahas, Pabung 0210/TU Humbahas Mayor G. Sebayang, serta sejumlah pimpinan dan perwakilan instansi terkait, antara lain Satpol PP, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Kementerian Agama, Damkar, dan perangkat daerah lainnya.
Dalam apel tersebut, Wakapolres Humbahas membacakan amanat tertulis Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan F., S.I.K., M.H. Kapolda menegaskan bahwa keamanan dan keselamatan berlalu lintas merupakan kebutuhan mutlak masyarakat, terlebih dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026, yang diperkirakan akan meningkatkan arus lalu lintas secara signifikan.
Kapolda Sumatera Utara juga menyinggung komitmen global melalui Decade of Action for Road Safety 2021–2030 yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dengan target penurunan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas sebesar 50 persen.
Untuk mendukung target tersebut, seluruh pemangku kepentingan diminta mengimplementasikan Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) melalui lima pilar keselamatan jalan, yakni: Manajemen keselamatan jalan, Jalan yang berkeselamatan, Kendaraan yang berkeselamatan, Perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan, Penanganan korban pasca kecelakaan
Dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026, Kapolda menekankan pentingnya pemetaan dan deteksi dini terhadap lokasi rawan pelanggaran, kecelakaan, dan kemacetan.
Selain penegakan hukum, personel juga diminta mengutamakan pendekatan preemtif dan preventif melalui edukasi kepada masyarakat, baik secara langsung maupun melalui pemasangan spanduk, banner, leaflet, stiker, serta pemanfaatan media sosial.
Kapolda Sumatera Utara turut mengingatkan seluruh personel agar menjaga sikap tampang dan profesionalisme, dengan mengedepankan prinsip 3S (Senyum, Sapa, dan Salam) sebagai wujud penegakan hukum yang tegas namun humanis.
Seluruh personel juga ditekankan untuk menghindari pelanggaran kode etik, seperti pungutan liar, penyalahgunaan wewenang, serta sikap arogan saat bertugas. “Saya berpesan kepada seluruh personel yang terlibat agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, dan humanis, serta senantiasa menjunjung tinggi integritas dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan,” tegas Kapolda dalam amanatnya.
Operasi Keselamatan Toba 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dengan melibatkan berbagai unsur terkait, termasuk TNI, pemerintah daerah, dan mitra kamtibmas lainnya. Operasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, sekaligus memperkuat mempercayai publik terhadap polri dalam memberikan pelayan aman dan berkeadilan.(H.S)

Komentar
Posting Komentar