Langsung ke konten utama

Kodam I/BB Terima Kedatangan 3 Set Jembatan Modular di Pelabuhan Belawan

MEDAN, SABTANEWS.COM  – Kodam I/Bukit Barisan (BB) menerima kedatangan material jembatan modular yang dibawa KM Sungai Mas di Dermaga Domestik PMT Prima Multi Terminal Gabion Pelindo Belawan, Medan, Rabu (4/2/2026). Material jembatan tersebut merupakan dukungan penanganan bencana alam dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di Aceh Tamiang. Jembatan modular tersebut disalurkan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia melalui TNI Angkatan Darat. Seluruh material jembatan diangkut menggunakan KM Sungai Mas dalam enam unit kontainer yang memuat komponen jembatan modular dan tiba di Pelabuhan Belawan dalam kondisi aman dan lengkap. Setibanya di dermaga, kegiatan bongkar muat material jembatan modular dilaksanakan dari kapal untuk selanjutnya dimuat ke kendaraan truk trailer. Seluruh material kemudian digeser menuju Kompi Bantuan Yon Zipur I/DD yang berlokasi di Jalan Pulau Brayan, Medan, guna mendukung proses per...

Pengadaan IFP SMA Riau Lewat E-Purchasing Disorot, Penetapan Harga di E-Katalog Dipertanyakan


PEKANBARU, SABTANEWS.COM — Pengadaan Interactive Flat Panel (IFP) untuk 37 SMA Negeri di Provinsi Riau melalui mekanisme e-purchasing menuai sorotan. Meski disebut telah sesuai regulasi, penetapan harga dalam e-katalog yang mencapai sekitar Rp 250 juta per unit memunculkan pertanyaan serius terkait kewajaran belanja.

Pengadaan IFP tahun anggaran 2024 tersebut memiliki nilai total Rp9.612.600.000 dan dilakukan melalui sistem e-purchasing, yakni metode pembelian langsung pemerintah melalui e-katalog yang dikelola Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Sistem ini pada prinsipnya dirancang untuk menjamin transparansi, efisiensi, dan harga yang wajar.

Namun, hasil pantauan di sejumlah sekolah menunjukkan perangkat IFP yang terpasang bermerek Annora dengan ukuran sekitar 86 inci. Berdasarkan penelusuran harga pasar perangkat pendidikan, IFP non-premium dengan spesifikasi sekelas umumnya berada pada kisaran Rp 90–130 juta per unit.

Selisih harga yang cukup signifikan tersebut menimbulkan dugaan adanya persoalan pada tahap penyusunan spesifikasi teknis dan pemilihan produk dalam e-katalog. Dalam praktik e-purchasing, harga barang sangat dipengaruhi oleh bagaimana spesifikasi disusun serta katalog penyedia yang dipilih oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)

Salah satu pengiat anti korupsi menyampaikan,  pengadaan menegaskan bahwa e-purchasing bukanlah zona bebas pengawasan. Meski tidak melalui tender terbuka, mekanisme ini tetap mensyaratkan kewajaran harga, akuntabilitas, dan efisiensi belanja negara. Spesifikasi yang terlalu sempit atau mengarah pada produk tertentu berpotensi mempersempit kompetisi dan berdampak pada harga yang tidak optimal.

Sebelumnya, dalam pemberitaan salah satu media online, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Riau menyatakan bahwa pengadaan IFP telah sesuai prosedur dan seluruh perangkat berfungsi dengan baik. Namun demikian, fungsi barang dinilai tidak serta-merta meniadakan kewajiban pembuktian kewajaran harga, terlebih untuk belanja pendidikan bernilai miliaran rupiah.

Hingga berita ini ditayangkan, Dinas Pendidikan Riau belum merinci e-katalog yang digunakan, waktu pemesanan, serta dasar pertimbangan pemilihan produk dengan harga tersebut, meskipun di dalam sistem tersedia produk sejenis dengan harga lebih rendah. Upaya konfirmasi kepada Kabid GTK telah dilakukan media, namun belum memperoleh penjelasan resmi. 

Kondisi ini mendorong desakan agar dilakukan audit menyeluruh, tidak hanya pada aspek fisik barang, tetapi juga pada perencanaan pengadaan, penetapan spesifikasi, dan proses pemilihan katalog dalam sistem e-purchasing, guna memastikan belanja pendidikan benar-benar memberi nilai optimal bagi keuangan negara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kasus Gantung Diri di RSJ Tampan Diduga Petugas Jaga Lalai Mengontrol CCTV

PEKANBARU, SABTANEWS.COM  - Terkait meninggalnya pasien RSJ Tampan yang diduga gantung diri, pihak keluarga korban AN menduga adanya kelalain petugas sehingga pasien gantung diri, ungkap Fiil Kunto ( keluarha dekat almarhum Ahmad Nurhadi )  saat dijumpai untuk memberikan keterangan di Polresta Pekanbaru, Rabu (30/4/2025). "Dimana, berdasarkan rekaman cctv yang ditunjukan Kepolisian kepada kami adanya percobaan gantung diri adik kami tersebut sebanyak dua kali percobaan", ucap Fiil. "Berdasarkan jam di rekaman cctv, percobaan gantung diri pertama terjadi pada hari Jumat (25/4) dipukul 05.46 sore, tapi gagal bunuh dirinya, karena kain atau baju yang dipakai korban melorot. Kemudian diulang lagi mengikat dipukul 05.48 dan dipukul 05.50 barulah diilitan dilehar turun dan menggantung, kemudian dipukul 5.52 badan korban masih bergerak dan gantung diri tersebut dijendela", terang Fiil. "Dan dipukul 05.58 baru ditemukan gantung diri oleh 3 orang petugas dan dinyatakan ...

Ikut Meriahkan HBP ke-61, Sekda Rohul Hadir di Lapas Pasir Pangarayan

PASIR PANGARAYAN, SABTANEWS.COM  - Puncak Hari Bakti Pemasyarakatan (Hbp) ke 61 Tahun 2025 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pasir Pangarayan berlangsung khidmat dan meriah pada Senin (28/4/2025). Kegiatan puncak ini dilaksanakan Tasyakuran secara serentak seluruh jajaran Pemasyarakatan Indonesia via zoom meeting. Hadir langsung di Lapas Pasir Pangarayan Bupati Rokan Hulu Anton,S.T.M.M yang diwakilkan Sekretaris Daerah M. Zaki,Ketua Dprd Rokan Hulu Hj Sumiartini, Kepala Kejaksaan Negeri Rokan Hulu, Ketua Pengadilan Negeri Pasir Pengaraian, Ketua Pengadilan Agama Pasir Pengaraian,dan Kepala Kementerian Agama Rohul. Dalam sambutan nya via virtual Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyampaikan Enam puluh satu tahun Pemasyarakatan, bukan sekadar hitungan waktu. Ini juga setara dengan ribuan kisah pengabdian, ribuan pekik perjuangan dan tentunya kesediaan tanpa pamrih dari para petugas yang bekerja dalam sunyi, menjaga api pembinaan tetap menyala di tengah ge...

Kejati Riau Geledah Kantor Disdikbud Rohil, Usut Dugaan Korupsi DAK Rp40 Miliar

Serangkaian kegiatan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menggeledah Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) di Bagansiapiapi, Rabu (30/4/2025). Langkah ini merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan dan rehabilitasi Sekolah Dasar (SD) tahun anggaran 2023. ROKAN HILIR, SABTANEWS.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menggeledah Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) di Bagansiapiapi, Rabu (30/4/2025). Langkah ini merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan dan rehabilitasi Sekolah Dasar (SD) tahun anggaran 2023. “Penggeledahan dilakukan oleh Tim Penyidik pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Riau,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Zikrullah. Dari penggeledahan itu, penyidik menyita sejumlah dokumen penting dan satu unit laptop yang diduga digunakan untuk menyusun rekapitulasi dana proyek. Data awal m...