Adolf Bastian Kecam Dugaan Intimidasi Kepsek, Tegaskan Pengawasan Harus Profesional


PEKANBARU, SABTANEWS.COM  – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Riau, Adolf Bastian, menyoroti adanya dugaan tindakan intimidasi terhadap kepala SMA dan SMK di Kabupaten Kampar oleh oknum yang mengatasnamakan LSM dan media.

Hal ini disampaikan Prof. Dr. Adolf Bastian, M.Pd kepada awak media melalui sambungan telepon selulernya, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, informasi yang diterima PGRI menyebutkan adanya modus pengiriman surat konfirmasi kepada pihak sekolah. Namun, apabila surat tersebut tidak ditanggapi, isu tetap dimuat dalam pemberitaan. Sebaliknya, jika terjadi mediasi, pemberitaan tersebut disebut-sebut diturunkan (take down).

“Jika praktik seperti ini benar terjadi, tentu sangat kita sesalkan. Pengawasan terhadap penggunaan anggaran pendidikan adalah hak publik dan dijamin undang-undang, tetapi harus dilakukan secara profesional, beretika, dan tidak disertai tekanan,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa kepala sekolah tidak perlu merasa takut selama pengelolaan anggaran, termasuk dana BOS, dilakukan sesuai aturan dan prinsip transparansi.

Ketua PGRI Riau juga mengimbau kepada seluruh kepala SMA dan SMK, khususnya di Kabupaten Kampar, agar tidak ragu melaporkan apabila mengalami tekanan atau intimidasi.

“Silakan membuat laporan jika ada dugaan intimidasi. PGRI siap memberikan pendampingan. Kami memiliki Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) PGRI Riau untuk membela guru dan kepala sekolah,” ujarnya.

Di sisi lain, PGRI Riau menegaskan tetap menghormati keberadaan LSM dan media sebagai bagian dari kontrol sosial dalam sistem demokrasi. Kritik, konfirmasi, dan pemberitaan merupakan hak yang dijamin regulasi, sepanjang dilakukan sesuai kode etik dan prinsip profesionalisme.

“Kami menghargai kerja-kerja jurnalistik dan advokasi yang benar. Jika ada pihak LSM atau media yang merasa keberatan atau memiliki klarifikasi atas isu ini, tentu terbuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi sesuai mekanisme yang berlaku,” tambahnya.

Sebagai organisasi profesi, PGRI menekankan bahwa dunia pendidikan tidak boleh menjadi ruang yang dipenuhi tekanan atau polemik yang berlarut. Kepala sekolah dan guru membutuhkan situasi kerja yang aman dan kondusif agar fokus pada peningkatan mutu pendidikan.

PGRI berharap seluruh pihak dapat menahan diri, mengedepankan dialog terbuka dan transparan, serta menjunjung hukum dan etika demi menjaga marwah pendidikan dan kepercayaan publik terhadap institusi sekolah, khususnya di Kabupaten Kampar dan Provinsi Riau secara umum.

Komentar

POPULER

AMS Desak Kejati Riau Periksa Bupati siak Sebagai Penanggung Jawab Anggaran dan Kepala Dinas PU Siak Atas Proyek Jalan 7,1 Milyar Yang Tidak Sesuai Spek Standar SNI

Ketua DPC GRIB JAYA Dapat Pujian dari Ketua DPD Saat Acara Buka Bersama

Polsek Bukit Raya Gelar Patroli Asmara Subuh, 21 Kendaraan Berknalpot Brong Diamankan

Presiden Prabowo Resmikan Unhan, Wamen Viva Yoga: Mencetak Patriot Bangsa yang Cerdas, Unggul, dan Cinta Tanah Air

Surat Mutasi Cacat Administrasi Bahkan Tanggapan JONFIKAR ILHAM, Kabid SD Disdikpora Rohul Diduga Tidak Berdasar Bahkan Terkesan Pembodohan Publik

Estafet Kepemimpinan di Ujung Menara: Celvin Febriano Resmi Nakhodai HMTP UIR Lewat Mubes 2026

Diduga Dinas PUPR Siak Lakukan Pembohongan Publik, Pengaspalan Jalan Lubuk Miyam Koto Gasib Tidak Sesuai Spek Hingga Bisa Dilebur Dengan Jari Tangan

Polsek Siak Hulu Tangkap Pelaku Narkoba Jenis Pil Extasi Merk Youtobe

Kajati Riau Hadiri Buka Puasa Bersama Lembaga Adat Melayu Riau

Direktur jasriadi,ST,PT Jas gemilang Nusantara bagi takjil' dan buka puasa bersama Tim Media Patrolikriminal8