Acara Wisata Religi Balimau Kasai Kabupaten Kampar, Kabupaten Kampar: Jadikan Acara Tahunan dan Alternatif Pariwisata
Disambut dengan antusias oleh Kepala Desa Muara Jalai, M. Yani, dan masyarakat yang telah membanjiri lokasi wisata tersebut, Bupati Kampar dan rombongannya datang menggunakan Speed Board. Terlihat juga dalam rombongan tersebut Ketua PKK TP Distrik Kampar, Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, Pj, Sekretaris Kampar, Ardi Marsiansya, S.STP, M., Si, para Ketua OPD di Pemerintah Distrik Kampar, dan perwakilan Forkopimda Kampar.
Hadir untuk pertama kalinya dalam Acara Pariwisata Balimau Kasai di lokasi Wisata Pulau Kasiak di Desa Muara Jalai, Kecamatan Kampar Utara, Bupati Kampar memberikan sambutan yang meriah.
"Saya, sebagai Bupati Kampar dan Pemerintah Kabupaten Kampar, sangat bangga dengan pelaksanaan acara ini, dan saya sangat berharap Acara Balimau Kasai di Pulau Kasiak di Desa Muara Jalai dapat menjadi alternatif pariwisata bagi masyarakat Kabupaten Kampar, serta mereka yang datang berkunjung ke Kabupaten Kampar," kata Bupati Kampar di awal pidatonya.
"Salah satu pendekatan untuk pengembangan pariwisata alternatif adalah desa wisata untuk pengembangan dan pembangunan berkelanjutan desa di bidang Pariwisata," tegas Ahmad Yuzar.
Dalam pidatonya, Bupati Kampar mengatakan bahwa Acara Pariwisata Balimau Kasai dalam rangka bulan suci Ramadhan hendaknya dijadikan salah satu Acara Tahunan di Kabupaten Kampar, agar semua sektor dapat berkembang, terutama UMKM pedesaan yang dikelola masyarakat.
"Pemerintah Kabupaten Kampar akan berupaya menjadikan acara Balimau Kasai ini, yang memiliki persyaratan keagamaan, sebagai acara nasional, menjadi warisan budaya, dan berharap dapat menyelenggarakannya dengan lebih baik dan lebih sempurna tahun depan," kata Bupati Kampar, yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari para pengunjung.
Dikutip dari penjelasan Ninik Mamak, Balimau Kasai berarti upacara adat yang sangat istimewa bagi masyarakat Kabupaten Kampar. Selain sebagai acara adat, Balimau Kasai juga merupakan bentuk rasa syukur dan kegembiraan umat Islam di Kabupaten Kampar dalam merayakan bulan suci Ramadhan. Kemudian dijelaskan pula bahwa balimau adalah kegiatan mandi menggunakan air yang dicampur dengan jeruk, dalam hal ini di Kabupaten Kampar menggunakan kata Limeu, sedangkan Kasai sendiri diartikan sebagai wewangian yang dapat menyegarkan aroma tubuh, diyakini sebagai simbol pembersihan dari segala macam keburukan diri, iri hati, amarah, dan sebagainya (Diskominfo Kampar/EMS).

Komentar
Posting Komentar