Pamen TNI AD itu menyampaikan bahwa pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan program langsung dari pemerintah pusat untuk mengatasi kesulitan akses dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan jembatan gantung ini merupakan bagian dari Program Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap II. Program ini bertujuan untuk mempermudah mobilisasi anak-anak sekolah maupun aktivitas masyarakat lainnya,” kata Danrem Untoro saat meninjau lokasi pembangunan jembatan di Desa Prigi.
Dari tiga lokasi yang dikunjungi, Untoro mengungkapkan bahwa kondisi awal masing-masing sasaran pembangunan berbeda-beda.
“Di Pacitan sebelumnya sudah ada jembatan gantung, namun kondisinya sudah rapuh dan tidak layak digunakan. Sementara di Ponorogo selama ini belum ada jembatan. Sedangkan di Desa Prigi sebenarnya sudah pernah ada, tetapi diterjang banjir tahun lalu sehingga kini sudah tidak ada lagi,” terangnya.
Terkait spesifikasi, ia menjelaskan bahwa panjang dan lebar jembatan disesuaikan dengan kondisi serta lebar sungai di masing-masing wilayah.
“Di Pacitan, jembatan gantung yang akan dibangun memiliki panjang 24 meter dan lebar 1,3 meter. Di Ponorogo panjangnya 32 meter dengan lebar 2 meter. Sementara di Desa Prigi, karena sungainya paling besar, jembatan yang dibangun memiliki panjang 38 meter dan lebar 1,2 meter,” jelasnya.
Untoro juga mengatakan, secara keseluruhan satuannya mendapatkan target pembangunan jembatan gantung sebanyak 60 titik yang tersebar di seluruh wilayah jajarannya.



Komentar
Posting Komentar