Ket foto " Salah satu IFP di salah satu sekolah di SMA N Pekanbaru PEKANBARU, SABTANEWS.COM – Media SabtaNews.com melakukan konfirmasi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau terkait pemberitaan yang telah beredar mengenai laporan dugaan aliran fee proyek pengadaan Interactive Flat Panel (IFP) Tahun Anggaran 2024. Sebelumnya, sejumlah media online memberitakan adanya laporan dari pihak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ke Kejati Riau terkait dugaan mark up harga dan komitmen fee proyek pengadaan IFP di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Dalam pemberitaan tersebut disebutkan bahwa proyek IFP TA 2024 diduga memiliki nilai komitmen fee tertentu yang dilaporkan mengalir ke sejumlah pihak. Namun demikian, hingga kini belum ada putusan hukum yang menyatakan kebenaran atas dugaan tersebut. Sebagai bentuk pelaksanaan prinsip keberimbangan (cover both sides), SabtaNews.com telah menyampaikan permohonan konfirmasi resmi kepada Bidang Guru dan Te...
SABTANEWS COM - PEKANBARU - Tim gabungan dari Polda Riau dan Polresta Pekanbaru menangkap empat debt collector yang melakukan tindakan brutal di halaman Polsek Bukit Raya Pekanbaru, Riau.
Empat debt collector yang ditangkap adalah A alias Kevin (46) dan tiga anak buahnya MHA (18), R alias Riau (46), dan RS alias Garong (34). Mereka berasal dari Debt Collector Fighter Pekanbaru.
“Ketuanya adalah E alias Kevin. Dari pendataan kita, ada 11 orang dan 7 debt collector masih buron,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Asep Darmawan, Selasa (22/4/2025). Ia pun meminta kepada 7 debt collector yang kabur agar menyerahkan diri.
Sementara itu, kondisi korban yakni Ramadani Putri alias RP (30) mengalami luka luka akibat dikeroyok dan masih syok.
Kejadian bermula saat suami korban dan para debt collector ribut di depan sebuah hotel di Jalan Sudirman pada 18 April 2025 malam, lantaran pekerjaan. Kemudian keributan itu dilerai polisi.
Tetapi masalah itu tidak selesai. Kemudian kedua belah pihak sepakat bertemu di Jalan Parit Indah dekat Polsek Bukit Raya. Ternyata sampai di lokasi E alias Kevin membawa banyak temannya. Di sana terjadi lagi keributan dan mobil korban di tendang-tendang.
Ketakutan, korban mengajak suaminya pergi. Mereka pun kabur dengan mobil dikejar oleh para pelaku.
Untuk mencari keselamatan, istri korban meminta suaminya meminta bantuan ke Polsek Bukit Raya. Namun bukannya takut, para melaku terus mengejar hingga halaman Polsek Bukit Raya. Di sanalah para pelaku menyerang korban dengan merusak mobil dengan benda-benda tumpul dan menganiaya RP.
Namun, dari video yang beredar di media sosial, tak satupun anggota polisi yang terlihat melerai.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Jeki mengatakan, bahwa saat kejadian ada 11 anggota polsek yang berdinas.
“Saat kejadian sebenarnya ada anggota yang coba melerai, tapi tidak tersorot di dalam video itu. Kalau tidak anggota di sana maka aksi mereka akan berlangsung lama,” ungkap Kapolresta.
(Irwan Efendi HSB)
Komentar
Posting Komentar