Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarhanud 15/DBY Pos Aplal Gelar Layanan Kesehatan Keliling di Dusun Nunsena


DUSUN NURSENA, SABTANEWS.COM  — Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarhanud 15/DBY Pos Aplal melaksanakan kegiatan layanan kesehatan keliling di Posyandu Dusun Nunsena, Desa Tasinifu, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Kegiatan ini dipimpin oleh Pratu Hadi selaku tenaga kesehatan (Ta Kes) Pos Aplal, didampingi dua anggota lainnya, serta bekerja sama dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas setempat.

Layanan kesehatan ini disambut antusias oleh masyarakat yang memanfaatkan kesempatan untuk memeriksakan kesehatan mereka, terutama ibu dan balita yang rutin mengikuti Posyandu. Warga merasa terbantu dengan adanya perhatian dan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Satgas.

“Kami sangat senang dan berterima kasih atas kehadiran anggota Pos Aplal yang memberikan bantuan kesehatan. Ini sangat membantu kami, terutama di daerah yang akses kesehatannya terbatas,” ujar salah satu warga.

Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Satgas Pamtas RI-RDTL dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat di wilayah perbatasan, sekaligus mempererat hubungan dengan warga setempat. (Pen Yonarhanud 15/DBY)

Komentar

POPULER

DPC GRIB JAYA Pekanbaru Serahkan SK Mandat Kepada PAC

Lapas Kelas II A Pekanbaru Bekerjasama dengan Dinas DLHK untuk Mengurai pengelolaan Sanitasi Limbah

Polsek Bukit Raya Gelar Patroli Asmara Subuh, 21 Kendaraan Berknalpot Brong Diamankan

Isu Miring,!! 'FYB' Kepsek SD Negeri 002 Tambusai Utara Bantah dan Klarifikasi Terkait Isu Dugaan Penyelewengan Dana BOS

Presiden Prabowo Resmikan Unhan, Wamen Viva Yoga: Mencetak Patriot Bangsa yang Cerdas, Unggul, dan Cinta Tanah Air

Kajati Riau Hadiri Buka Puasa Bersama Lembaga Adat Melayu Riau

Badan Kesbangpol Toba tinjau Kantor Sekretariat SPI di Lumban Silintong

Rimba Satwa Foundation nyatakan komitmen dukung Green Policing Polda Riau

AMS Desak Kejati Riau Periksa Bupati siak Sebagai Penanggung Jawab Anggaran dan Kepala Dinas PU Siak Atas Proyek Jalan 7,1 Milyar Yang Tidak Sesuai Spek Standar SNI