Editorial Oleh : Redaksi SabtaNews. com Ketika Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) Reguler dihentikan total dengan alasan keterbatasan anggaran, sesungguhnya yang runtuh bukan sekadar satu pos belanja. Yang ambruk adalah klaim kepemimpinan daerah atas kemampuan mengelola kepercayaan publik dan masa depan generasi. Tidak ada krisis anggaran yang berdiri sendiri. Defisit bukan musibah alam. Ia lahir dari serangkaian keputusan politik, salah kelola prioritas, dan ketidakmampuan membaca arah ekonomi daerah. Maka ketika pendidikan layanan paling mendasar yang pertama kali dikorbankan, publik berhak menyimpulkan: kepemimpinan telah gagal menjalankan fungsi dasarnya. *Lebih mengkhawatirkan, kegagalan itu kini sedang dinormalisasi* Alih-alih koreksi menyeluruh, yang ditawarkan justru solusi darurat yang menyesatkan: menghidupkan kembali sumbangan komite sekolah. Subsidi silang dijadikan tameng moral. “Tidak mengikat” dijadikan jargon administratif. Padahal semua orang tahu, di ruan...
SABTANEWS COM - DAIRI - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalaian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinas P3AP2KB) Kabupaten Dairi menyelenggarakan kegiatan Pelaksanaan Advokasi, Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana bersama Stakeholder, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Mitra Kerja Tahun 2025 dalam rangka melanjutkan program nasional penurunan Stunting di Kabupaten Dairi Tahun 2025 bertempat di Aula Bappeda, Kamis (27/2/2025).
Program Bangga Kencana dan Pencegahan Stunting di Kabupaten Dairi ini dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB
dr.Ruspal Simarmata, dan dihadiri perwakilan dari OPD terkait.
Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran stakeholder, dan mitra kerja dalam program prioritas Pembangunan Keluarga secara khusus upaya mendukung program nasional menurunkan angka Stunting. (Gandali)
Komentar
Posting Komentar