Editorial Oleh : Redaksi SabtaNews. com Ketika Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) Reguler dihentikan total dengan alasan keterbatasan anggaran, sesungguhnya yang runtuh bukan sekadar satu pos belanja. Yang ambruk adalah klaim kepemimpinan daerah atas kemampuan mengelola kepercayaan publik dan masa depan generasi. Tidak ada krisis anggaran yang berdiri sendiri. Defisit bukan musibah alam. Ia lahir dari serangkaian keputusan politik, salah kelola prioritas, dan ketidakmampuan membaca arah ekonomi daerah. Maka ketika pendidikan layanan paling mendasar yang pertama kali dikorbankan, publik berhak menyimpulkan: kepemimpinan telah gagal menjalankan fungsi dasarnya. *Lebih mengkhawatirkan, kegagalan itu kini sedang dinormalisasi* Alih-alih koreksi menyeluruh, yang ditawarkan justru solusi darurat yang menyesatkan: menghidupkan kembali sumbangan komite sekolah. Subsidi silang dijadikan tameng moral. “Tidak mengikat” dijadikan jargon administratif. Padahal semua orang tahu, di ruan...
Selamat pagi,
Selamat memulai kegiatan di minggu ini dengan Semangat dan penuh Sukacita untuk meraih Kesuksesan.
Semoga semua usaha, pekerjaan dan kegiatan yang direncanakan dalam minggu ini dapat berjalan aman, lancar dan sukses sesuai Doa dan Harapan.
Serta Bapak dan Keluarga selalu dalam keadaan sehat serta dijauhkan dari segala jenis penyakit. Amin!
Salam hormat dan Doa kami
DANDENPOM I/5 MEDAN
Letkol CPM Hanri Wira Kusuma, S.H., M.Han. dan keluarga.
Komandan Denpom I/5 Medan Letkol CPM Hanri Wira Kusuma M.Han. Menyapa Masyarakat S.H.

Komentar
Posting Komentar