Langsung ke konten utama

Babinsa Koramil Cepogo Hadiri Tradisi Nyadran, Wujud Pelestarian Budaya dan Penguatan Silaturahmi Warga

BOYOLALI, SABTANEWS.COM  – Tradisi Sadranan atau Nyadran yang digelar masyarakat Desa Sukabumi dan Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, Sabtu (07/02/2026). Tradisi yang rutin dilaksanakan setiap pertengahan Bulan Ruwah dalam penanggalan Jawa, menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan ini, menjadi momen penting untuk mendoakan leluhur sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga. Tiga Babinsa Koramil 06/Cepogo Kodim 0724/Boyolali yang dipimpin Serka Samsuri turut hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Kehadiran Babinsa merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Prosesi Nyadran diawali dengan ziarah kubur, doa bersama di makam leluhur, serta kenduri dengan membawa aneka makanan tradisional dalam tenong dan nasi tumpeng. Serka Samsuri menyampaikan bahwa Nyadran bukan hanya tradisi mendoakan leluhur, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi warga, laya...

Pemkab Meranti Gelar Konsultasi Publik RPPLH Tahun 2024

 

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (Perkim dan LH) melaksanakan konsultasi publik terkait penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH), di Ballroom Afifa Selatpanjang

MERANTI, SABTANEWS.COM - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (Perkim dan LH) melaksanakan konsultasi publik terkait penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH), di Ballroom Afifa Selatpanjang, Senin (2/12/2024).

Konsultasi publik itu merupakan upaya Pemkab Meranti untuk memastikan bahwa penyusunan RPPLH sesuai dengan kebutuhan daerah dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Dalam diskusi yang berlangsung, peserta menyampaikan berbagai masukan terkait isu-isu lingkungan di Kepulauan Meranti. Seperti pengelolaan sampah, perlindungan kawasan mangrove, serta pengendalian pencemaran.

Kepala Dinas Perkim dan LH, Saiful Bakhri, ST dalam sambutannya menyampaikan, dokumen RPPLH sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan. Hal itu menjadi pedoman strategis dalam pengelolaan sumber daya alam dan perlindungan lingkungan di Meranti.

"Dengan melibatkan masyarakat dan berbagai pihak, kita dapat memastikan dokumen ini mencerminkan kebutuhan nyata serta solusi yang berkelanjutan," ujar Saiful.

Dia menambahkan, program tersebut kedepannya harus tepat sasaran dan sesuai dengan tujuan yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Tujuannya, tambah Saiful, untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam serta menjamin keselamatan, kemampuan, kesejahteraan, dan kualitas hidup generasi masa kini dan masa depan. 

"Semua ini dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip dan tujuan pembangunan berkelanjutan yang berlandaskan konsep pembangunan hijau,” sambungnya.

Melalui penyusunan RPPLH itu, Saiful berharap dapat mewujudkan pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan untuk generasi mendatang. Hasil dari konsultasi publik itu akan dijadikan bahan penyempurnaan dalam penyusunan dokumen RPPLH. 

"Nantinya akan menjadi acuan bagi seluruh program dan kebijakan pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Kepulauan Meranti,” harap Saiful.


Narasumber pada konsultasi publik tersebut diisi oleh pemateri Ir. Suhenra Maulana selaku Tenaga Ahli Lingkungan dari Jakarta.


Turut hadir pimpinan forkopimda, para kepala OPD, dan stakeholder terkait, para akademisi, para pimpinan non government organization, serta tamu undangan lainnya.

Komentar