BANDAR LAMPUNG, SABTANEWS.COM – Usai prosesi penyambutan, agenda kunjungan kerja Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi (Dirkeswat), Adhayani Lubis, berlanjut dengan peninjauan fasilitas kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung. Didampingi Kakanwil Ditjenpas Lampung, Jalu Yuswa Panjang dan Kalapas Ike Rahmawati, Dirkeswat menyambangi langsung Klinik Passai pada Kamis (15/1/2026). Dalam kunjungannya, Adhayani Lubis mengapresiasi standar layanan Klinik Passai yang telah menyandang predikat sebagai Klinik Pratama. Ia menyisir satu per satu fasilitas medis yang tersedia, mulai dari area praktik dokter umum, poli gigi, ruang observasi, ruang penyimpanan obat, hingga ruang rawat inap. Tak hanya meninjau sarana fisik, Dirkeswat juga memberikan atensi khusus kepada sumber daya manusia yang bertugas. Ia memantau kinerja para Kader Kesehatan, yakni warga binaan terpilih yang telah memiliki sertifikasi khusus. Para kader ini dinilai sangat vital dalam membant...
SABTANEWS.COM, Bandung, Sabtu 30 November 2024 – DPP Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI) kembali menunjukkan eksistensinya dengan melaksanakan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Barat di Bandung, pada Sabtu(30/11/24). Pelantikan yang dihadiri oleh sejumlah tamu undangan dari berbagai kalangan, termasuk pemerintahan, organisasi kemasyarakatan (ormas) Tionghoa, serta sahabat-sahabat IPTI, berlangsung dengan meriah.
Ketua Umum DPP IPTI, Ardy Susanto, S.H., dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah hadir dan mendukung acara tersebut. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Ketua DPW IPTI Jawa Barat, Maria Novia Abigail, beserta jajaran pengurus baru yang dilantik. "Pelantikan kali ini adalah yang paling banyak dihadiri oleh DPP, sebuah kebanggaan bagi kami," ujar Ardy. Sabtu(30/11/24).
Dalam kesempatan tersebut, Ardy menekankan bahwa keberadaan Tionghoa bukanlah soal perbedaan fisik, seperti warna kulit atau bentuk mata, melainkan tentang budaya dan jalan hidup yang dipilih.
"Tionghoa itu adalah sebuah jalan hidup dan kebudayaan yang kita pilih. Kita berbudaya Tionghoa dan melestarikan budaya Tionghoa adalah untuk menjaga ajaran kehidupan yang baik, yang diturunkan oleh orang tua kita, yang harus kita pelihara dan ajarkan kepada anak cucu kita," jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh pemuda Tionghoa untuk terus bergerak bersama dengan suku bangsa lain, organisasi pemuda dari suku dan agama yang berbeda, untuk membangun Indonesia yang lebih baik. "Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia harus terus bergerak bersama, bersinergi dengan pemuda dari suku dan agama lain, untuk Indonesia yang lebih maju dan sejahtera".
Sebagai penutup, Ardy mengingatkan pentingnya komunikasi yang erat antara organisasi pemuda Tionghoa dan organisasi-organisasi lainnya yang sudah ada sejak lama di Indonesia. "Jangan lupa untuk terus berkomunikasi dengan organisasi-organisasi yang telah lebih dulu ada. Kita harus menjaga hubungan baik agar kehidupan kita semakin sejahtera," tutupnya. Sabtu(30/11/24).
Pelantikan pengurus DPW IPTI Jawa Barat ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat peran aktif pemuda Tionghoa dalam turut serta membangun Indonesia, dengan menghargai keberagaman dan budaya yang ada.
(Asep Supriana N)
Komentar
Posting Komentar