Kemenkes: Pendampingan Upaya Pencegahan Stunting di Desa Sangat Dibutuhkan


BOGOR, SABTANEWS.COM - Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Elvieda Sariwati menyampaikan bahwa pendampingan upaya pencegahan dan penurunan stunting di desa sangat dibutuhkan.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan rapat koordinasi percepatan penurunan stunting di desa, yang disiarkan melalui YouTube Kemendes PDTT, Kamis (7/11/24). 

"Stunting berdampak luas bagi kesehatan, mulai dari penurunan IQ, produktivitas rendah dan meningkatkan resiko penyakit kronis," ujarnya. 

dr. Elvieda Sariwati menyarankan beberapa usulan strategi pendampingan pencegahan dan penurunan stunting di desa. 

Diantaranya, peningkatan kapasitas kader Posyandu bidang kesehatan dan kader terkait lainnya, peningkatan edukasi dan penggerakan masyarakat untuk pencegahan stunting dengan melibatkan tokoh masyarakat, seperti tokoh agama, tokoh adat. 

Selanjutnya,  sinkronisasi standar atau petunjuk teknis (juknis) agar  upaya-upaya pencegahan dan penurunan stunting di desa. 

Pemantauan, pengawasan, pembinaan dan evaluasi bersama antara tenaga kesehatan, PKK dan perangkat desa terhadap pelaksanaan kegiatan Posyandu dan Pemberian makanan tambahan (PMT) sesuai standar. 

"Pemanfaatan data pemantauan wilayah setempat (PWS) untuk perencanaan kegiatan penampilan promotif preventif di desa, serta penyediaan anggaran yang memadai di desa," ujarnya. 

Terakhir, dia menyampaikan pesan kunci pencegahan stunting, yakni aktif minum tablet tambah darah bagi ibu hamil dan remaja, ibu hamil teratur periksa kehamilan minimal enam kali.

Kemudian cukupi konsumsi protein hewani, datang ke Posyandu setiap bulan eksklusif, serta memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan. 

"Gerakan dan layanan pencegahan stunting membangun lima gerakan cegah stunting dilaksanakan bersama masyarakat oleh mitra privat sektor, civil society organization, universitas, mahasiswa dan lain-lain, untuk meningkatkan pengetahuan cakupan layanan dan pemberdayaan masyarakat. Lima gerakan ini di antaranya Aksi Bergizi, Bumil Sehat, Posyandu Aktif, Jambore Kader, dan Cegah Stunting Itu Penting," tutupnya.

(Mediacenter Riau/ip)

Komentar

POPULER

S Hondro 'Ketua GRIB JAYA kota Pekanbaru Ajak Semua Elemen untuk Bergabung

Indahnya Kebersamaan, Dr Martahan Martin Purba SH, MH Buka Bersama Jajaran GRIB JAYA

Dinilai Cacat Administratif, Kepsek SDN 007 Tambusai Utara Diberhentikan Mendadak, Ada Apa dengan Disdik Rohul?

Polsek Bukit Raya Gelar Patroli Asmara Subuh, 21 Kendaraan Berknalpot Brong Diamankan

Presiden Prabowo Resmikan Unhan, Wamen Viva Yoga: Mencetak Patriot Bangsa yang Cerdas, Unggul, dan Cinta Tanah Air

Polsek Siak Hulu Tangkap Pelaku Narkoba Jenis Pil Extasi Merk Youtobe

Kajati Riau Hadiri Buka Puasa Bersama Lembaga Adat Melayu Riau

Alwis Septian " Melayani Masyarakat di Bulan Puasa Adalah Ibadah Bagi Kami

Babinsa Candi Gatak Intensifkan Komsos, Pererat Hubungan dan Jaga Kondusivitas Wilayah

Meski Puasa Dan Bekerja Seharian, Satgas TMMD Ke 127 Kodim 0808/Blitar Tetap Laksanakan Tadarus Di Desa Krisik