TAJUK RENCANA oleh Redaksi ilustrasi Defisit APBD Provinsi Riau yang menembus Rp 3,5 triliun terdiri dari defisit anggaran Rp 1,3 triliun dan tunda bayar sebesar Rp 2,2 triliun ini bukan sekadar kegagalan teknokratis dalam pengelolaan keuangan daerah. Ia merupakan indikasi serius kelalaian negara dalam memenuhi kewajiban konstitusional terhadap hak dasar warga, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan. Ketika anggaran tersendat dan layanan publik terganggu, yang dipertaruhkan bukan hanya angka-angka fiskal, melainkan amanat konstitusi. Jika masih ingat dengan pernyataan mantan Gubernur Riau, Syamsuar, dalam debat publik menjadi alarm keras. Ia menegaskan bahwa defisit sebesar ini belum pernah terjadi pada masa gubernur – gubernur sebelumnya dan justru muncul pada masa transisi pemerintahan. Fakta ini bukan sekadar perbandingan politik, melainkan indikator serius kegagalan tata kelola keuangan daerah yang berdampak langsung pada kepentingan publik. Anggaran Bukan Sekadar Kebija...
SABTANEWS COM - ROHUL - Agar selalu terjaga kondusifitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pasir Pengaraian, Ka.KPLP, Kasi Adm Kamtib serta jajaran lakukan inspeksi mendadak pada 1 kamar hunian Warga Binaan pada Selasa sore (26/10).
Penggeledahan dipimpin langsung oleh Ka.KPLP Veazanol Kosuma dan Kasi Adm Kamtib Anton Fernando dengan memperhatikan prosedur. Pelaksanaan penggeledahan badan dan barang secara tertib, penghuni dikeluarkan satu persatu sementara petugas yang lain melakukan penyisiran/penggeledahan kamar.
Petugas berhasil menemukan dan mengamankan barang yang dilarang. Barang tersebut kemudian dicatat dalam Berita Acara temuan penggeledahan dan selanjutnya dilakukan pemusnahan.
Pelaksanaan kegiatan penggeledahan barang dan badan berjalan dengan aman dan tertib.
Kalapas Pasir Pangarayan Efendi P Purba mengatakan, kegiatan penggeledahan ini rutin dilaksanakan dan dilaporkan ke tingkat wilayah yaitu melalui divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham Riau. (Irwan)
Komentar
Posting Komentar