Kampanye Di Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau Kasmarni : Kita Semua Satu Tidak Ada Perbedaan Suku, Ras dan Agama


BENGKALIS, SABTANEWS.COM - Kampanye dialogis pasangan Nomor urut 1 Kasmarni - Bagus Santoso di RW 9 Kelurahan Talang Mandi Kecamatan  mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar, Mandau Kamis (3/10/24).

Sambutan hangat itu, terlihat dari masyarakat yang hadir memenuhi 3 tenda besar untuk mendengarkan secara langsung visi dan misi calon bupati Kasmarni yang telah banyak berbuat di Kabupaten Bengkalis termasuk di wilayah Kelurahan Talang Mandi.

Rombongan Calon Bupati Bengkalis Nomor urut 1 Kasmarni didampingi pengurus Partai Pengusung disambut dengan teriakan 

Kasmarni-Bagus Santoso lanjutkan satu periode lagi.

Kampanye dialogis, Pengurus Parpol koalisi dan jurkam silih berganti menyampaikan orasi politik tetang Program unggulan yang sudah terealisasikan dan akan dilanjutkan Ibu Kasmarni jika terpilih lagi untuk Periode 2024-2029 nanti. 

Para Pengurus Parpol koalisi dan Jurkam juga mengajak masyarakat yang hadir untuk memilih satu periode lagi pasangan calon Kasmarni- Bagus Santoso atau lebih dikenal dengan KBS Bersatu. 

Heriyanto salah seorang  tokoh Masyarakat RW 08, menyampaikan bahwa seluruh masyarakat komit untuk memenangkan pasangan Nomor Urut 1 Kasmarni- Bagus Santoso pada 27 Nopember 2024 nanti.

"Kami seluruh masyarakat sudah menentukan pilihan kepada Nomor Urut 1. Selama kepemimpinan Kasmarni sebagai Bupati Bengkalis sangat peduli dengan masyarakat," ungkapnya. 

Hariyanto, menyebutkan untuk pembangunan jalan aspal menuju wilayah kami ini. Hanya dimasa kepemimpinan  Kasmarni inilah  kami baru menikmati jalan bagus. Wajar dan pantas untuk didukung kembali. 

"Selain pembangunan infrastruktur banyak lagi program unggulan Kasmarni yang sudah dirasakan masyarakat manfaatnya diantaranya pemberdayaan, bantuan pendidikan, pelayanan kesehatan gratis dan juga yang lainnya," ucapnya. 

Diungkapkan Hariyanto, sebenarnya kami bukan sekedar menghadiri kampanye lagi, namun juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Ibu Kasmarni yang begitu peduli dengan kondisi masyarakatnya.

"Kami doakan mudah-mudahan mampu menghadapi segala persoalan menuju kepemimpinan satu periode lagi. Terimakasih atas perjuangan Ibu Kasmarni hingga jalan menuju kampung kami ini bagus dan mulus, guru-guru dan anak-anak pun lancar hendak ke sekolah, kalau sebelumnya sering terjatuh," ucapnya. 

Mendengar papar yang disampaikan Tokoh Masyarakat RW 08 Kelurahan Talang Mandi Haryanto, masyarakat spontan menyambut dengan teriakan Ibu Kasmarni luar biasa, Pokoknya seluruh Masyarakat Kelurahan Talang Mandi komit memilih kembali Kasmarni-Bagus Santoso. 

Senada Tokoh Masyarakat RW 15, P Nainggolan juga mengakui atas kepedulian Ibu Kasmarni selama ini dan telah terbukti ditengah masyarakat di Kelurahan Talang Mandi. 

"Ibu Kasmarni sudah terbukti, yang lain masih janji-janji. Jelaslah pilih yang sudah terbukti, KBS Bersatu Satu Periode lagi.

Dan kalau sudah duduk kembali kami harapkan dimudahkan mendapatkan pupuk subsidi nantinya dan juga pelebaran jalan ,"  harapnya. 

Sementara itu, Calon Bupati Bengkalis Kasmarni dalam menyampaikan orasi politik nya yang penuh bersahaja rela berdiri berpanas-panasan dibawah terik matahari agar seluruh masyarakat yang hadir dapat melihat. 

"Kampanye dialogis ini merupakan kampanye kedua kalinya saya hadir disini setelah tahun 2020 lalu," ucap Kasmarni disambut warga lanjutkan satu periode  lagi.

Selama menjabat Bupati Bengkalis, dikatakan Kasmarni kita telah meluncurkan  program unggulan yang berpihak kepada masyarakat diantaranya berobat gratis melalui BPJS Kesehatan yang telah dibayarkan Pemerintah Kabupaten Bengkalis. 

"Program-program yang diluncurkan sebelumnya, BPJS gratis Pemerintah Kabupaten Bengkalis hampir 99 persen terkaper. Masyarakat hanya membawa KTP saja sudah bisa berobat di Rumah Sakit," ucapnya. 

Ditambahkan Kasmarni dari seluruh program unggulan yang sudah berjalan apakan perlu kita lanjutkan yang dijawab serentak masyarakat yang hadir lanjutkan lagi satu periode. 

"Jika masyarakat masih memberikan amanah, kami Kasmarni-bagus Santoso

kedepannya akan melanjutkan program-program unggulan seperti menghitamkan jalan Sukamulya, jalan Meranti di Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau," tuturnya. 

Usia penyampaian orasi politik, menutup Kampanye dialogis Kasmarni bersama perwakilan masyarakat yang hadir memperagakan cara mencoblos surat suara pada pemilihan Kepala Daerah pada tanggal 27 November 2024 mendatang.(Tim)

Komentar

POPULER

Alwis Septian " Melayani Masyarakat di Bulan Puasa Adalah Ibadah Bagi Kami

Polsek Bukit Raya Gelar Patroli Asmara Subuh, 21 Kendaraan Berknalpot Brong Diamankan

Presiden Prabowo Resmikan Unhan, Wamen Viva Yoga: Mencetak Patriot Bangsa yang Cerdas, Unggul, dan Cinta Tanah Air

Kajati Riau Hadiri Buka Puasa Bersama Lembaga Adat Melayu Riau

Kapolres Tanah Karo Terima Kunjungan Silahturahmi LSM LPKN-Tipikor Dengan Penuh Kekeluargaan

Polsek Siak Hulu Tangkap Pelaku Narkoba Jenis Pil Extasi Merk Youtobe

Reza Aulia Tegaskan Tak Ada Pemotongan Gaji THL, DLHK Pekanbaru Lakukan Penyesuaian Sistem Sesuai Regulasi

DPRD Pekanbaru Pastikan Keadilan bagi 400 Jiwa Warga yang Terancam Kehilangan Tempat Tinggal,Sengketa Lahan di Meranti Pandak, PEKANBARU – Sengketa lahan seluas 2,1 hektare di Jalan Pesisir, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, yang mengancam tempat tinggal sekitar 400 jiwa, mendapat perhatian DPRD Kota Pekanbaru. Anggota Komisi I dan Komisi II DPRD Kota Pekanbaru turun langsung ke lokasi, Jumat (20/2/2026), untuk mendengar aspirasi warga yang mengaku telah bermukim sejak akhir 1960-an. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Firmansyah, serta Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Syamsul Bahri. Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan adanya klaim kepemilikan tanah berdasarkan Sertipikat Hak Guna Bangunan (HGB) tahun 2010 atas nama PT Kaluku Perma Wood Industries. Padahal, menurut warga, kawasan tersebut telah dihuni turun-temurun sejak 1968. Firmansyah mengatakan, pihaknya menerima laporan adanya dugaan tumpang tindih lahan. “Sore hari ini kami bersama Pak Syamsul Bahri dan masyarakat di Jalan Pesisir mendengarkan aspirasi warga terkait pengaduan adanya dugaan tumpang tindih tanah,” ujarnya. Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan warga, selama puluhan tahun tidak pernah ada pihak yang datang mengaku memiliki tanah tersebut. Namun sejak 2024 hingga 2026, muncul klaim berdasarkan HGB tahun 2010. “Nah ini yang nanti akan kami koordinasikan dengan BPN. Kami ingin mempertanyakan apa dasar penerbitan HGB tersebut,” kata Firmansyah. Menurut Firmansyah, DPRD akan meminta masyarakat menyampaikan laporan tertulis resmi ke DPRD Kota Pekanbaru agar dapat ditindaklanjuti secara kelembagaan. “Kami minta masyarakat membuat surat laporan tertulis ke DPRD. Setelah itu, kami akan berkoordinasi dengan BPN untuk mempertanyakan dasar BPN mengeluarkan HGB tersebut,” ujarnya. Ia menegaskan, pihaknya belum melihat secara lengkap alas hak atau dokumen dasar yang menjadi landasan penerbitan sertifikat. “Surat yang tadi kami lihat, kami belum melihat dasar-dasar alas hak yang menjadi dasar BPN mengeluarkan HGB itu,” katanya. Terkait dugaan kejanggalan, Firmansyah menyebut detailnya akan dibahas lebih lanjut dalam rapat komisi bersama BPN. “Detail-detailnya nanti kami buka data di komisi. Intinya, kami akan mempertanyakan apa dasar pemilik mengklaim ini tanahnya. Kalau berdasarkan HGB 2010, tentu kita akan telusuri ke belakang BPN mengeluarkan itu atas dasar apa,” ujarnya. Senada dengan Firmansyah, Syamsul Bahri menyampaikan bahwa ia secara pribadi mengetahui kawasan tersebut telah lama dihuni warga. “Seingat saya, sejak 1968 tidak ada yang mengaku punya tanah di dua persil yang sekarang terbit HGB ini,” ujarnya. Ia berharap Komisi I DPRD dapat segera memanggil BPN dan pihak yang mengklaim kepemilikan, termasuk kuasa hukum perusahaan, untuk memastikan duduk persoalan secara objektif. “Kita ingin memastikan masyarakat mendapatkan keadilan yang betul-betul,” katanya. Syamsul menegaskan, DPRD tidak serta-merta memihak, tetapi ingin melihat fakta hukum secara menyeluruh. “Kalau memang tanah itu hak mereka (pengklaim), tentu masyarakat harus siap menerima. Tapi kalau ternyata ada unsur yang tidak sesuai dalam proses penerbitan surat tersebut, kita berharap DPRD membantu masyarakat menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya. Ia juga meminta pemerintah kota memikirkan solusi kemanusiaan apabila sengketa ini berujung pada pengosongan lahan. “Kalau memang tanah itu milik pihak lain atau pemerintah, bagaimana nasib masyarakat yang sudah lama membangun rumah? Pemerintah harus hadir supaya masyarakat tetap bisa hidup dengan nyaman,” kata Syamsul. Sengketa ini bermula dari klaim HGB tahun 2010 yang disebut mencakup lahan sekitar 2,1 hektare di RT 01, 02, 03, 05 di RW 06 dan RW 07, Jalan Pesisir, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru. Warga mengaku tidak pernah mengetahui adanya proses pengukuran atau pemberitahuan penerbitan sertifikat pada 2010. Sementara pihak pengklaim disebut datang pada 2024–2025 dengan membawa kuasa hukum dan rencana pemagaran. Kehadiran DPRD ke lokasi diharapkan menjadi pintu masuk penyelesaian secara kelembagaan. Firmansyah menegaskan, DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan proses ini transparan. “Atensi kita jelas. Kita akan mempertanyakan dasar hukum klaim tersebut dan memastikan tidak ada pihak yang dirugikan tanpa proses yang adil,” ujarnya. Sementara warga berharap, langkah DPRD memanggil BPN dan pihak terkait dapat membuka tabir proses penerbitan HGB 2010 yang kini dipersoalkan. Di tengah ketidakpastian, kehadiran wakil rakyat memberi secercah harapan bagi ratusan jiwa yang kini hidup dalam bayang-bayang kehilangan rumah mereka. ***

DPP SPI Desak Kapolda Sulteng, Mabes Polri, dan Dorong “Pengadilan Kejahatan Pers” atas Kasus Kekerasan Jurnalis di IMIP

TNI Manunggal Air Satgas TMMD Ke 127 Kodim 0808/Blitar Bangun Sumur Bor untuk Masyarakat