PEKANBARU, SABTANEWS.COM — Upaya Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru dalam mengurai kemacetan di sejumlah ruas jalan utama patut diapresiasi. Melalui rekayasa lalu lintas yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sejak 2015 hingga 2025, Dishub dinilai berhasil menjawab persoalan klasik kemacetan tanpa menimbulkan gejolak di tengah masyarakat. Sekretaris DPP Solidaritas Pers Indonesia (SPI), Sabam Tanjung, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Dishub Pekanbaru dalam menata lalu lintas, perparkiran, penerangan jalan, hingga pengelolaan transportasi umum seperti Trans Metro Pekanbaru. “Salah satu contoh nyata keberhasilan itu terlihat di Kawasan Kompleks Masjid Agung An-Nur. Puluhan tahun kawasan ini selalu macet, terutama pagi dan sore hari saat aktivitas sekolah dan masyarakat. Namun dengan rekayasa yang tepat, kemacetan bisa terurai tanpa kekecewaan warga,” ujar Sabam. Rekayasa Masjid Agung Jadi Titik Awal Pada 2015, Dishub Pekanbaru melakukan rekayasa lalu lintas di kaw...
SABTANEWS COM - DAIRI - Masyarakat Kabupaten Dairi diharapkan selalu meningkatkan kewaspadaan bencana.
Hal demikian disebabkan cuaca hujan ekstrem di Kabupaten Dairi yang terjadi beberapa hari terakhir. Akibatnya sejumlah titik ruas jalan terjadi lonsor dan banjir.
Berdasarkan data yang dihimpun, hingga Minggu (13/10/2024) sore ada sejumlah titik longsor dan banjir.
Di Kecamatan Tanah Pinem ada beberapa titik bencana terjadi yakni di Simpang Desa Renun dan Desa Kita Buluh. Untuk desa Renun jalan amblas. Di Kutabuluh jalan kabupaten menuju SMA Negeri 1 Tanah Pinem hampir putus dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat.
Lalu di jalan utama Desa Mangan Molih menuju desa Lau Njuhar putus total dan tidak bisa di lalui roda 4.
Kemudian di Dusun V Sitio-tio Desa Silalahi 2 Kecamatan Silahisabungan. Di sana terjadi bencana alam banjir bandang.
Hal demikian disebabkan intensitas curah hujan yang sangat tinggi sehingga meluapnya air sungai dan mengalir kepermukiman warga. Akibat peristiwa tersbehrsaluran irigasi rusak dan rumah warga terdampak akibat bencana tersebut.
Kemudian pada, Sabtu 12 Oktober 2024 terjadi longsor di Jalan lintas Sumbul-Pangguruan di Desa Pegagan Julu 5 tepatnya di perbatasan antara Desa Pegagan Julu 5 dengan Desa Pangguruan. Selanjutnya ada di Jalan Nasional Kutabuluh - Tigalingga juga mengalami longsor.
Kemudian terjadi longsor di sepanjang jalan Dusun II Laesokan II Jambur Indonesia mengakibatkan jalan tidak bisa dilalui kendaraan.
Lalu longsor terjadi pada 2 titik di Desa Lae Pangaroan dan Lae Rambong, Kecamatan Silima Punggapungga. Demikian di Dusun Matahari, Desa Ujung Teran terjadi bencana banjir. Sungai meluap yang menyebabkan persawahan Lau Basbas rusak.
Kepala Diskominfo Dairi Anggara Sinurat menuturkan cuaca hujan ekstrem menyebabkan longsor di berbagai kecamatan di Dairi.
Menurutnya, berdasarkan data yang diperoleh cuaca ekstrem hujan menyebabkan terjadinya longsor dan bencana banjir.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Dairi mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana," kata Anggara.(Gandali)
Komentar
Posting Komentar