Oleh Sabam Tanjung Artikel Opini Demokrasi elektoral seharusnya tidak berhenti di bilik suara. Namun dalam praktiknya, pasca Pilkada, yang sering terjadi justru sebaliknya: suara rakyat terutama perempuan perlahan dipinggirkan, sementara lingkaran kekuasaan semakin menyempit pada kolega, kerabat, dan jejaring kepentingan. Dalam setiap tahapan Pilkada, perempuan memegang peran yang sangat strategis. Mereka bukan hanya pemilih, tetapi penggerak. Dari dapur ke posyandu, dari arisan ke majelis taklim, perempuan khususnya ibu-ibu menjadi simpul utama penyebaran pesan politik dan pembentuk opini publik. Tanpa keterlibatan mereka, banyak kandidat tak akan sampai ke kursi kekuasaan. Namun ironi demokrasi itu muncul setelah kemenangan diraih. Dari Pendukung Menjadi Penonton Pasca-Pilkada, tidak sedikit perempuan pendukung kepala daerah justru merasa kehilangan ruang partisipasi. Aspirasi yang dulu didengar kini tak lagi mendapat tempat. Mereka tidak diajak bicara, tidak dilibatkan dalam pe...
Teluk Etna, SABTANEWS.COM - Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Papua Barat Yonif 642/Kps melaksanakan ibadah Mingguan di Gereja Protestan Aira Yao Ottow Gessler, Distrik Teluk Etna, Kabupaten Keimanan, Provinsi Papua Barat yang dipimpin ibu pendeta Permin Maturan. (25//4/2024).
Serda Rizky beserta personil Pos Teluk Etna beribadah bersama umat kristiani di Gereja Protestan Aira Yao Ottow Gessler, dipimpin Permin Maturan selaku pendeta menyampaikan, "Kami harapkan kita semua dapat bahu membahu, saling membantu dan tolong menolong demi kebaikan, keamanan, kedamaian dan kenyamanan kita semua"
Ibadah Mingguan ini berjalan dengan hikmat dan lancar. (Yonif 642/Kps)

Komentar
Posting Komentar