PEKANBARU, SABTANEWS.COM — Ditlantas Polda Riau menggelar apel jam pimpinan dalam rangka kesiapan pelaksanaan Operasi Zebra Lancang Kuning 2025, Sabtu (29/11), yang berlangsung di halaman Samsat Kota Pekanbaru. Kegiatan ini tidak hanya menegaskan kesiapan operasional lalu lintas, namun juga menjadi wujud kepedulian sosial melalui penyerahan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak Siklon Tropis Senyar di Provinsi Sumatera Barat dan sejumlah wilayah Sumatera lainnya. Apel dipimpin oleh Dirlantas Polda Riau KBP Taufiq Lukman Nurhidayat, S.I.K., M.H., didampingi Wadirlantas Polda Riau AKBP Budi Setiyono. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Pejabat Utama Ditlantas, para Kepala Seksi, perwira, personel, ASN Ditlantas, serta personel Satker Polda Riau yang terlibat Operasi Zebra Lancang Kuning 2025. Dalam arahannya, Dirlantas menekankan pentingnya kesiapsiagaan personel dalam mendukung kelancaran arus lalu lintas menjelang Operasi Lilin 2025. Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk te...
SABTANEWS COM - DAIRI - Dalam upaya mewujudkan masyarakat yang hidup rukun, damai, dan harmonis. Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara melalui Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi mengadakan program Pembinaan Desa Sitinjo sebagai Desa Sadar Kerukunan untuk Penguatan Moderisasi Beragama di Gedung PLUT KUMKM Raja Ekuten Asah Ujung Van Keppas Sidikalang, Rabu (21/8/2024).
Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Dairi H. Riswan Gaja, S.Ag, M.M. menyampaikan bahwa Desa Sitinjo diajukan sebagai salah satu desa untuk percobaan dalam program desa sadar kerukunan dan penguatan moderisasi beragama karena melihat keanekaragaman agama di Desa Sitinjo. Dimana terdapat rumah ibadah Islam, Kristen, Katolik, dan agama lainnya sehingga layak menjadi contoh bagi desa lain dimasa mendatang.
“Harapannya, melalui pembinaan ini kita bisa menunjukkan bahwa semua agama memiliki nilai-nilai yang sama. Semoga kegiatan ini dapat menciptakan kerukunan dan harmoni diantara seluruh umat beragama,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Dr. H. Awaluddin menekankan pentingnya memahami perbedaan antara moderisasi agama dan moderisasi beragama.
Menurutnya, yang perlu diubah adalah cara pandang setiap umat beragama terhadap perbedaan agar semua umat dapat saling menghargai dan bersama-sama membangun desa yang rukun dan harmonis.
“Musuh kita bukanlah agama melainkan kemiskinan dan kebodohan,” ucapnya.
Awaluddin berharap pembinaan ini dapat membawa perubahan positif dalam mewujudkan nilai-nilai toleransi dan penguatan moderisasi beragama di masyarakat pedesaan, khususnya di Desa Sitinjo.
Kegiatan ini dihadiri oleh aparat desa, kepala adat, dan tokoh agama karena berperan penting mewujudkan program desa sadar kerukunan beragama. (Gandali)
Komentar
Posting Komentar