PEKANBARU, SABTANEWA.COM – Kepala Kepolisian Daerah Riau Irjen Herry Heryawan memberangkatkan ratusan personel Brimob dan Samapta Polda Riau untuk membantu penanganan banjir dan longsor di Sumatera Barat. Apel pelepasan digelar di Mapolda Riau, Sabtu (29/11/25), sebagai respons cepat atas bencana yang melanda sejumlah kabupaten dan kota di provinsi tersebut. Kapolda Riau mengatakan, saat-saat penuh cobaan seperti ini selalu mengingatkan bangsa Indonesia bahwa kekuatan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari apa yang dimiliki, tetapi dari bagaimana masyarakat saling menjaga dan saling menguatkan ketika musibah datang. "Hari ini kita melepas personel Brimob dan Samapta Polda Riau untuk membantu penanganan banjir dan longsor di Sumatera Barat. Ini adalah wujud komitmen Polri di mana ada masyarakat yang membutuhkan, di situ negara harus hadir dan polisi harus melayani,” ujar Kapolda. Ia menegaskan, bencana tidak mengenal batas administratif sehingga kemanusiaan harus melampa...
SABTANEWS.COM, Nusa Tenggara Timur - Ketua Pengurus Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, menilai pentingnya seorang ilmuwan menjaga citra diri (self-image) yang merupakan gambaran mengenai diri individu atau jati diri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terlebih ditengah-tengah kehidupan sosial dalam masyarakat luas.
Demikian hal ini disampaikan Ketua Pengurus Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna) Prop. NTT, Jitro Atti dalam waktu yang tak lama ini.
Sementara itu, Jitro menjelaskan bahwa publik dihebohkan melalui medsos (FB) perseteruhan antara dirinya bersama seorang Guru Besar Profesor Yusuf Leonar Henuk yang diketahui sebagai seorang Akademisi Di Universitas Sumatera Utara (USU)namun kemungkinan besar sudah dipecat karena tersangkut banyak kasus pidana dalam beberapa Tahun terakhir ini, "katanya"
Menurut Jitro, seorang guru besar tidak pantas dalam komunkasi dengan menggukan kalimat yang tidak menunjukan seorang ilmuwan. Hal ini menunjukan citra diri buruk yang tidak mendidik secara akademis.
Lanjudnya, saya menilai Prof YLH tidak memiliki akal sehat kemungkinan ada gangguan jiwa yang mesti segera di atasi melalui media, karena dalam berkomentar melalui facebook dinilai publik sangat tidak mencerminkan karakter seorang guru besar dan sangat memalukan. "ungkap Jitro"
Hal lainnya, dijelaskan Jitro bahwa sesuai berita yang dilangsir melalui sejumlah media online akademisi ini (Prof.YLH) sebelum menjadi DPO oleh Tim Kejaksaan Negeri Tarutung Tapanuli Utara, dan dijerat dalam tahanan dengan sejumlah kasus atas perbuatannya sendiri.
Sebagaimana hal itu, diketahui oleh publik dlmelalui sejumlah media online, Prof Yusuf Leonard Henuk Pria kelahiran Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur ini merupakan Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU).
Dirinya, menjalani hukuman di Polda Sumut, terkait dugaan kasus rasialisme foto Natalius Pigai dan cuitan terhadap SBY yang diunggah di media sosial. Terbaru, sang buron Kejari Tarutung Tapanuli Utara ini akhirnya ditangkap di Medan dua tahun sebelumnya.
Dengan demikian, kita berharap agar beliau mesti sadar diri untuk membenahi, karena banyak Guru Besar putra daerah asal Prop. NTT yang ada disejumlah Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta mereka adalah orang-orang hebat dan sangat di kagumi dan dihormati karena benar-benar menjaga self-image dan memiliki ilmu yang hebat dan sangat berguna bagi pembangunan pendidikan dalam NKRI ini. "tutup Jitro". (R_Kfs74/PewarnaJabar)
Komentar
Posting Komentar