BANDAR LAMPUNG, SABTANEWS.COM – Rutinitas Senin pagi (5/1/2026) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung diawali dengan pemandangan inspiratif. Sebelum pelaksanaan apel pagi pegawai, Kepala Lapas Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, menyempatkan diri menyambangi Dapur Sehat untuk memantau langsung proses produksi makanan bagi ribuan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kunjungan ini tidak sekadar inspeksi administratif semata. Ike Rahmawati terlibat aktif, mulai dari memeriksa kelengkapan data bahan makanan hingga turun tangan langsung mengaduk masakan di kuali besar. Menariknya, dalam proses tersebut Kalapas Kelas I Bandar Lampung berkolaborasi langsung dengan para juru masak yang merupakan Warga Binaan pilihan. Bukan sembarang pekerja, mereka adalah tenaga terampil yang telah melewati pelatihan tata boga intensif dan mengantongi sertifikasi kompetensi resmi. "Saya bangga melihat kinerja mereka. Di sini saya tidak hanya mengecek data, tapi ikut masak untuk memasti...
SABTANEWS COM - JAKARTA - Abdurrahman Taha, seorang senator yang dikenal sebagai ART mencermati pemberitaan di media elektronik, adanya ahli yang berpendapat bahwa Kejaksaan saat ini telah berubah menjadi lembaga Superbody.
Secara tegas ART menyatakan pemberitaan-pemberitaan yang menyudutkan Kejaksaan apalagi terkait masalah kewenangan, dan ditambah dengan pembunuhan karakter di media sosial terhadap pejabat Kejaksaan adalah merupakan serangan balik koruptor (corruptor fight back) dengan mengadu domba antar penegak hukum.
Seyogyanya, menurut ART masyarakat harus cerdas dan kritis terhadap upaya-upaya serangan balik koruptor dan memandang setiap permasalahan dengan pemikiran yang jernih.
ART menegaskan bahwa Kejaksaan memang diberikan kewenangan lebih, namun hanya khusus tindak pidana korupsi. Dan, kewenangan tersebut adalah hal yang biasa, bahkan gebrakan Kejaksaan mengungkap Oligarki di dunia pertambangan itulah yang dinantikan masyarakat.
Kasus Timah, apabila hanya ditangani melalui penegakan administrative penal law maka yang terjaring hanyalah pelaku-pelaku kecil, seperti penambangan tanpa ijin. Kejaksaan melalui instrumen tindak pidana korupsi sesungguhnya membongkar sistem jahat atau mafia di sektor pertambangan yang pada kenyataannya rakyat kecil yang dirugikan sementara ada pihak-pihak tertentu yang menikmati hasil pertambangan secara berlimpah-ruah.
ART juga menjelaskan, framing negative terhadap Kejaksaan tidak akan berarti apa-apa selama Kejaksaan membuktikan kinerjanya menangani kasus-kasus mega korupsi. ART yakin rakyat akan berdiri di depan lembaga yang selalu
Komentar
Posting Komentar