PELALAWAN, SABTANEWS.COM --Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan turun langsung ke lokasi penemuan gajah sumatera yang mati dibunuh di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Sabtu (7/2/2026). Kehadiran Kapolda Riau tersebut untuk memastikan penanganan kasus pembunuhan satwa dilindungi itu diusut secara serius, terukur, dan tuntas. Di lokasi kejadian, Irjen Herry menyampaikan duka mendalam dan keprihatinan atas peristiwa yang menimpa gajah sumatera tersebut. Ia menegaskan bahwa kasus ini bukan sekadar persoalan hukum biasa, melainkan peristiwa yang melukai rasa keadilan publik dan nilai kemanusiaan. “Pertama, saya menyampaikan duka yang sangat dalam dan keprihatinan atas peristiwa pembunuhan salah satu gajah liar yang terjadi beberapa hari yang lalu. Gajah adalah satwa yang dilindungi undang-undang dan memiliki peran penting bagi ekosistem Riau,” ujar Irjen Herry di hadapan wartawan. Ia mengungkapkan, sejak peristiwa itu terjadi hingga Jumat (6/2/2026) malam, dirinya...
SABTANEWS COM - BANDAR LAMPUNG - Saat awak media Rungan.id dan XBintangindo.com mengonfirmasi berita media clickinfo dihalangi tugasnya oleh DY, Oknum Lurah Palapa ini, Senin (27/05/2024).
Awak media mengonfirmasi oknum Lurah Palapa di kantor Lurah Jl Maulana Yusuf No.27, Palapa, Kec. Tj. Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Lampung 35111.
BahwasaNya DY (Oknum Lurah) mengatakan diintervensi oleh awak media clickinfo, sangat jelas terdapat video yang direkam oleh awak media clickinfo tersebut.
DY merupakan oknum Lurah Palapa Kecamatan Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung ini mengatakan kepada awak media clickinfo, "benar tidak ini wartawan ANJxxG dan awak media ini tidak pernah mengintervensi oknum Lurah Palapa bahkan sampai pulang masih ditahan fotocopy identitasnya, berupa surat tugas, bisa kita cek videonya," ungkap Novis.
Oknum Lurah Palapa ini diduga memberikan keterangan palsu/kebohongan kepada awak media Rungan.id dan XBintang indo.com bahwa awak media clickinfo ini diperlakukan sama dengan mereka diterima dengan baik padahal tidak sesuai apa yang diucapkan oleh DY ini dengan video yang beredar dan terekam milik awak media clickinfo ini saat konfirmasi Kamis (17/05/2024) serta tidak ditahannya surat tugas mereka sedangkan awak media clickinfo ini ditahan identitasnya," ungkap Rifa dan Rina.
Padahal wartawan clickinfo ini masuk baik-baik dan dipersilakan masuk oleh linmas namun setelah masuk karena ingin mengonfirmasi berita yang beredar dari media radjamenggala namun langsung dimaki dan awak media clickinfo ini tidak mendapatkan berita yang baik yang ada dihalangi tugas persnya.
"Saat ini telah ditangani oleh Camat Tanjung Karang Pusat selaku atasannya namun Camat sedang sibuk dan belum ada langkah Camat," ucap DY.
Pihak Kepolisian usut, proses dan pidanakan kelakuan DY oknum Lurah Palapa Kecamatan Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung telah membuat kegaduhan dengan menghalangi tugas Pers tidak boleh video dikantor Lurah, karena Pers dilindungi Undang-Undang dalam bekerja dan memberikan dan diduga DY (Oknum Lurah) memberikan keterangan palsu kepada awak media Rungan.id dan XBintang indo.com, sehingga tidak ada lagi oknum pejabat dan narasumber semena-mena memperlakukan Pers," ujar Novis. (Red)
(Release Resmi DPW SPI Lampung)
Komentar
Posting Komentar