Langsung ke konten utama

Danpomdam I/BB Pimpin Anjangsana Natal di Panti Asuhan Almarhamah Medan

MEDAN, SABTANEWS.COM  – Komandan Polisi Militer Kodam I/Bukit Barisan (Danpomdam I/BB) Kolonel Cpm Henry S.P. Simanjuntak, S.H., M.Hum memimpin kegiatan anjangsana ke Panti Asuhan Almarhamah di Jalan Garuda, Kelurahan Sei Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal, Selasa (6/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka perayaan Natal Kodam I/BB  sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan dengan masyarakat. Panti Asuhan Almarhamah saat ini menampung 40 anak asuh yang terdiri dari 28 anak laki-laki dan 12 anak perempuan, serta didampingi 10 orang pengasuh di bawah pimpinan Syahrial bersama Irma Wati. Dalam suasana penuh kekeluargaan, rombongan Kodam I/BB berinteraksi langsung dengan anak-anak panti, sekaligus memberikan perhatian dan motivasi. Dalam amanat Pangdam I/BB yang dibacakan Danpomdam I/BB, disampaikan bahwa kegiatan anjangsana merupakan wujud nyata hikmah Natal yang menghadirkan sukacita dan damai sejahtera. Anjangsana ini tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial, tet...

Sekdako Pekanbaru Inginkan Guru Penggerak Lebih Meningkatkan Keahlian Kepada Anak Didik


Sekdako Pekanbaru Indra Pomi Nasution Memberikan sambutan pada acara Lokakarya 7-Panen Hasil Belajar PPGP Angkatan 9 Kota Pekanbaru di Hotel Angkasa 

PEKANBARU, SAVTANEWS.COM - Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Indra Poni Nasution menginginkan guru penggerak meningkatkan kejadian dalam mengajar peserta didik. Guru penggerak juga harus menyukseskan kurikulum baru, Merdeka Belajar.

"Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) ini membentuk guru penggerak, pelopor, inisiator, dan koordinator. Harapan kami, setelah mendapatkan materi di PPGP selama enam bulan, mereka menjadi pionir di sekolah masing-masing," kata Sekdako Pekanbaru Indra Pomi Nasution usai memberikan sambutan pada acara Lokakarya 7-Panen Hasil Belajar PPGP Angkatan 9 Kota Pekanbaru di Hotel Angkasa, Minggu (5/5/2024).

Program PPGP ini dalam rangka menyukseskan kurikulum pemerintah yaitu Merdeka Belajar. Para guru penggerak ini harus menguasai materi tentang pendidikan.

"Hal yang penting itu semangat pantang menyerah. Supaya, tujuan Merdeka Belajar tercapai," ucap Indra Pomi.

Diharapkan, PPGP bisa memotivasi diri dan rekan-rekannya di sekolah masing-masing. Dengan adanya PPGP, guru bisa lebih baik dan punya kemampuan dalam mempersiapkan generasi emas 2045.

Kebijakan dari Kemendikbud, guru penggerak dan berprestasi akan diprioritaskan menjadi kepala sekolah, pengawas, dan lainnya. Prioritas ini hanya diberikan kepada guru yang memberikan kontribusi terhadap pendidikan.

"Saya berpesan, jangan pernah menyerah. Tetap meningkatkan kemampuan, keahlian, dan mendorong rekan guru lainnya sudah lebih berdaya dan meningkatkan segala kemampuan dalam. Berikan pendidikan terbaik bagi peserta didik," ujar Indra Pomi. (Kominfo11/RD5)

Komentar