TAJUK RENCANA oleh Redaksi ilustrasi Defisit APBD Provinsi Riau yang menembus Rp 3,5 triliun terdiri dari defisit anggaran Rp 1,3 triliun dan tunda bayar sebesar Rp 2,2 triliun ini bukan sekadar kegagalan teknokratis dalam pengelolaan keuangan daerah. Ia merupakan indikasi serius kelalaian negara dalam memenuhi kewajiban konstitusional terhadap hak dasar warga, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan. Ketika anggaran tersendat dan layanan publik terganggu, yang dipertaruhkan bukan hanya angka-angka fiskal, melainkan amanat konstitusi. Jika masih ingat dengan pernyataan mantan Gubernur Riau, Syamsuar, dalam debat publik menjadi alarm keras. Ia menegaskan bahwa defisit sebesar ini belum pernah terjadi pada masa gubernur – gubernur sebelumnya dan justru muncul pada masa transisi pemerintahan. Fakta ini bukan sekadar perbandingan politik, melainkan indikator serius kegagalan tata kelola keuangan daerah yang berdampak langsung pada kepentingan publik. Anggaran Bukan Sekadar Kebija...
SABTANWS COM - KUTAI KARTANEGARA - Bertempat di ruang serbaguna kantor Bupati yang berada di jalan Wolter Monginsidi kelurahan Timbau kecamatan Tenggarong, Komandan Kodim 0906/Kukar Letkol Czi Damai Adi Setiawan S.I.P M.I.P hadiri kegiatan paparan naskah hasil riset 1 Macan dalam rangka latsitardanus ke-44 tahun 2024, Kamis (30/5/2024).
Kegiatan paparan naskah hasil riset 1 Macan tersebut turut diikuti oleh perwakilan Babinsa yang ada di jajaran Kodim 0906 Kukar di mana riset tersebut untuk meningkatkan strategi serta pengembangan usaha budidaya ikan nila melalui pendekatan ekonomi lokal guna mendukung program Kukar idaman diantaranya adalah inovatif, berdaya saing dan mandiri khususnya di wilayah kecamatan Loa Kulu.
Kolonel Kav. Teddy Firmansyah selaku Paban PPM Akademi TNI menyampaikan bahwa sebagaimana kita ketahui bersama riset sosial merupakan salah satu kegiatan penelitian yang dilaksanakan oleh para taruna tingkat 4 dimana para taruna telah menjalankan kegiatan riset sosial yang bertujuan untuk melatih kemampuan meneliti secara keilmuan terhadap berbagai permasalahan yang ada. Latihan penelitian ini tidak hanya menjadi sarana pendidikan bagi para taruna akan tetapi juga diharapkan dapat memberikan saran dan masukan yang berharga bagi pemerintah daerah setempat dengan demikian hasil riset ini dapat berguna sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan kebijakan lebih lanjut yang lebih efektif dan efisien dalam menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi oleh masyarakat, tuturnya
Saya berharap kepada para peserta laksidanus agar tetap semangat dan ikuti apa yang diperintahkan serta taati aturan-aturan yang telah ditentukan oleh para pengasuh imbuhnya.
Mewakili Bupati Kukar Ahmad Taufik Hidayat selaku asisten 1 di bidang pemerintahan dan kesejahteraan membacakan sambutan dari Bupati Kutai Kartanegara yang berisikan kehadiran para taruna merupakan sebuah kebanggaan karena kegiatan laksitarda bukan hanya sekedar latihan tetapi juga menjadi wujud nyata di dalam pengabdian di masyarakat.
Kegiatan latsitardanus merupakan sebuah proses pembelajaran yang mendalam tentang nilai-nilai kebhinekaan Di mana para taruna yang berasal dari berbagai latar belakang suku agama dan budaya belajar untuk hidup berdampingan saling menghargai dan bekerja sama, ini adalah pembelajaran berharga tentang bagaimana keberagaman yang dapat menjadi kekuatan dalam mempersatukan sebagai suku selain itu para taruna juga mendapatkan pemahaman yang lebih luas mengenai kondisi ipoleksosbud tersebut di Kabupaten Kutai Kartanegara karena bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat dan dapat mempelajari kearifan lokal tutupnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ahmad Taufik Hidayat sip mm asisten 1 bidang pemerintahan dan kesra, Kolonel Kav. Teddy Firmansyah se Paban PPM akademi militer, Dandim 0906 Kukar Letkol Czi Damai Adi Setiawan, dosen LPM Akmil Letkol Inf. Uluh S.E, Mayor INF Chairul S.E Mayor Inf. Hendri Han dan Mayor Inf Mahfudz.
sumber Kodim 0906/Kkr
Komentar
Posting Komentar