PEKANBARU, SABTANEWS.COM — Upaya Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru dalam mengurai kemacetan di sejumlah ruas jalan utama patut diapresiasi. Melalui rekayasa lalu lintas yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sejak 2015 hingga 2025, Dishub dinilai berhasil menjawab persoalan klasik kemacetan tanpa menimbulkan gejolak di tengah masyarakat. Sekretaris DPP Solidaritas Pers Indonesia (SPI), Sabam Tanjung, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Dishub Pekanbaru dalam menata lalu lintas, perparkiran, penerangan jalan, hingga pengelolaan transportasi umum seperti Trans Metro Pekanbaru. “Salah satu contoh nyata keberhasilan itu terlihat di Kawasan Kompleks Masjid Agung An-Nur. Puluhan tahun kawasan ini selalu macet, terutama pagi dan sore hari saat aktivitas sekolah dan masyarakat. Namun dengan rekayasa yang tepat, kemacetan bisa terurai tanpa kekecewaan warga,” ujar Sabam. Rekayasa Masjid Agung Jadi Titik Awal Pada 2015, Dishub Pekanbaru melakukan rekayasa lalu lintas di kaw...
PEKANBARU, SABTANEWS.COM - Terkait meninggalnya pasien RSJ Tampan yang diduga gantung diri, pihak keluarga korban AN menduga adanya kelalain petugas sehingga pasien gantung diri, ungkap Fiil Kunto ( keluarha dekat almarhum Ahmad Nurhadi ) saat dijumpai untuk memberikan keterangan di Polresta Pekanbaru, Rabu (30/4/2025). "Dimana, berdasarkan rekaman cctv yang ditunjukan Kepolisian kepada kami adanya percobaan gantung diri adik kami tersebut sebanyak dua kali percobaan", ucap Fiil. "Berdasarkan jam di rekaman cctv, percobaan gantung diri pertama terjadi pada hari Jumat (25/4) dipukul 05.46 sore, tapi gagal bunuh dirinya, karena kain atau baju yang dipakai korban melorot. Kemudian diulang lagi mengikat dipukul 05.48 dan dipukul 05.50 barulah diilitan dilehar turun dan menggantung, kemudian dipukul 5.52 badan korban masih bergerak dan gantung diri tersebut dijendela", terang Fiil. "Dan dipukul 05.58 baru ditemukan gantung diri oleh 3 orang petugas dan dinyatakan ...

Komentar
Posting Komentar