Editorial Oleh : Redaksi SabtaNews. com Ketika Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) Reguler dihentikan total dengan alasan keterbatasan anggaran, sesungguhnya yang runtuh bukan sekadar satu pos belanja. Yang ambruk adalah klaim kepemimpinan daerah atas kemampuan mengelola kepercayaan publik dan masa depan generasi. Tidak ada krisis anggaran yang berdiri sendiri. Defisit bukan musibah alam. Ia lahir dari serangkaian keputusan politik, salah kelola prioritas, dan ketidakmampuan membaca arah ekonomi daerah. Maka ketika pendidikan layanan paling mendasar yang pertama kali dikorbankan, publik berhak menyimpulkan: kepemimpinan telah gagal menjalankan fungsi dasarnya. *Lebih mengkhawatirkan, kegagalan itu kini sedang dinormalisasi* Alih-alih koreksi menyeluruh, yang ditawarkan justru solusi darurat yang menyesatkan: menghidupkan kembali sumbangan komite sekolah. Subsidi silang dijadikan tameng moral. “Tidak mengikat” dijadikan jargon administratif. Padahal semua orang tahu, di ruan...
MAJALAHCIKAHURIPAN.COM-Ponorogo - Asah naluri tempur sekaligus tingkatkan profesionalisme para penerbangnya, Lanud Iswahjudi laksanakan latihan pengeboman Air To Ground di AWR Pulung, Ponorogo, Jawa Timur. Senin (18/4).Latihan ini akan digelar selama dua pekan kedepan dan melibatkan seluruh Skadron Udara Lanud Iswahjudi dimana untuk pesawat F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 dan T50i Golden Eagle dari Skadron Udara 15 akan memakai Bom Latih BL-25 sedangkan Sukhoi Su 27/30 dari Skadron Udara 14 akan memakai P 100 dalam Latihan pengeboman Air To Ground ini.
Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI M. Untung Suropati, SE menjelaskan Latihan ini digelar untuk meningkatkan kemampuan serta keterampilan para fighter Lanud Iswahjudi dalam ketepatan mengebom dan menghancurkan sasaran. Selain itu melalui latihan Air To Ground ini diharapkan para Fighter lebih siap dalam menghadapi setiap misi operasi udara.
latihan ini juga bertujuan untuk melatih kesiapan ground crew dalam menyiapkan pesawat maupun armament yang akan digunakan untuk Latihan Air To Ground.
Komentar
Posting Komentar