Jembatan gantung tersebut memiliki panjang sekitar 80 meter dengan lebar 2 meter. Infrastruktur ini menjadi jalur vital yang menghubungkan Desa Rondaman dengan sejumlah wilayah, yakni Desa Batanggogar, Kecamatan Sungai Kanan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Dusun Kampung Tempel Desa Siancimun, Desa Hutabaru Nangka, serta Desa Sihopuk di Kecamatan Halongonan, Kabupaten Paluta.
Sebelumnya, jembatan gantung di lokasi tersebut mengalami kerusakan berat akibat faktor usia dan termakan waktu. Kondisi tersebut membahayakan keselamatan warga dan menghambat mobilitas masyarakat, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun sosial, sehingga diperlukan pembangunan kembali secara bertahap.
Adapun pekerjaan yang sedang dilaksanakan meliputi pemasangan batu abutmen jembatan serta penimbunan oprit jembatan. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 1,4 persen. Dalam pelaksanaannya, Satgas Kodim 0212/TS melibatkan personel Koramil, tenaga tukang, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.
Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap menyampaikan bahwa pembangunan jembatan gantung ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI AD terhadap kebutuhan dasar masyarakat di wilayah pedesaan. “Melalui kehadiran Satgas Kodim 0212/TS, TNI berupaya membantu mempercepat pemulihan akses transportasi warga sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sumber: Pendam I/BB





Komentar
Posting Komentar