BINJAI, SABTANEWA.COM – Upaya penanganan korban bencana alam banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh terus digencarkan, terutama untuk menjangkau wilayah-wilayah yang terisolasi akibat rusaknya akses darat. Dalam semangat solidaritas dan kecepatan tanggap, Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 11/Wira Bhuana Yudha (WBY) bersama RSU Mahkota Bidadari dilaporkan turut serta dalam penyaluran bantuan logistik dan medis melalui jalur laut. Bantuan Via Kapal Cepat Menuju Lokasi Terdampak Pengiriman bantuan logistik melalui jalur laut menjadi pilihan strategis untuk memastikan bantuan dapat tiba dengan cepat di titik-titik yang sangat membutuhkan, seperti wilayah Kota Langsa dll. Batalyon Arhanud 11/WBY, sebagai bagian dari kekuatan TNI yang beroperasi di wilayah Sumatera, memberikan dukungan penuh dalam aspek pengamanan dan pendistribusian. Keterlibatan Yonarhanud 11/WBY menunjukkan kesiapan TNI Angkatan Darat dalam operasi bantuan kemanusiaan (OMSP) di luar tugas utamanya menja...
SABTANEWS COM - ROHIL - Sejumlah tenaga honorer di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Rokan Hilir mengeluhkan belum dibayarkannya gaji mereka sejak Januari hingga April 2025, meskipun status mereka telah dirumahkan. selasa (17/06/2026).
“Kami sangat kecewa, hingga pertengahan Juni ini gaji kami dari bulan Januari sampai April belum juga dibayarkan,” ujar salah satu honorer Kominfo Rohil yang enggan disebutkan namanya saat ditemui wartawan, Selasa siang (17/6/2025).
Para honorer mendesak Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, dan Wakil Bupati Jhony Charles BBA., MBA untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap Dinas Kominfo, agar hak-hak mereka segera direalisasikan.
“Kami meminta bapak Bupati dan Wakil Bupati untuk menindak Kominfo Rohil agar segera membayarkan gaji kami. OPD lain sudah menyelesaikan pembayaran untuk honorer yang dirumahkan, kenapa kami belum juga?” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Kepala Dinas Kominfo Rokan Hilir, Indra Gunawan, SE., MH, terkait keterlambatan pembayaran tersebut. Para honorer berharap agar Pemkab tidak lepas tangan dan memperhatikan nasib mereka yang menggantung tanpa kepastian.
“Sudah cukup kami bersabar. Tolong hak kami segera dibayarkan,” pungkasnya. (Red)
Komentar
Posting Komentar